BALIKPAPAN – Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Balikpapan belum juga digelar. Hajatan untuk menetapkan nahkoda beringin Kota Minyak yang semula direncanakan 27 Februari, kembali diundur.
Penyebabnya, dua tokoh partai politik (parpol) pemenang pemilihan umum (pemilu) Balikpapan itu sama-sama ngotot maju. Keduanya adalah Wakil Wali Kota Balikpapan yang juga plt ketua Golkar Balikpapan, Rahmad Mas’ud, serta ketua DPRD Balikpapan Abdulloh.
Tak ingin kisruh berlanjut, ketua DPD I Partai Golkar Kaltim, Rita Widyasari dikabarkan bakal turun gunung. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) itu akan berkonsolidasi dengan tokoh-tokoh Golkar Balikpapan agar segera disepakati calon tunggal ketua Golkar Balikpapan.
“Jadi, musda di Balikpapan tidak ada masalah. Kalau sedikit ada riak-riak itu wajar. Berarti, banyak orang yang sayang dengan Golkar,” kata ketua harian Golkar Kaltim, Makmur HAPK, semalam.
“Saya baru saja menghubungi Bu Rita. Sesuai arahan beliau (Rita, Red.), beliau sendiri yang akan turun langsung menyelesaikan persoalan di Balikpapan. Kalau beliau sudah turun, sudah lah, pasti segera selesai,” tambahnya yakin.
Menurut dia, tak hanya Abdulloh dan Rahmad yang didatangi, konsolidasi akan dilakukan dengan tokoh-tokoh lain. Di antaranya, Damanhuri yang sebelumnya menjabat sekretaris Golkar Balikpapan. Juga, jajaran dewan pertimbangan.
“Mereka semua tokoh Golkar dan yang berpotensi maju musda,” jelasnya.
Diketahui, Musda Golkar Balikpapan yang direncanakan digelar 27 Februari harus mundur kembali. Masih ada dua calon kuat, Abdulloh dan Rahmad. Sementara instruksi DPP dan DPD, menginginkan pemilihan ketua secara aklamasi demi menghindari perpecahan. (rsh2/kpg/gun)







