BONTANG – Dua warga Bontang menjalani rapid test Covid-19. Mereka diketahui melakukan perjalanan untuk mengikuti Ijtima Ulama Jamaah Dunia Zona Asia pada 19-22 Maret, belakangan acara itu dibatalkan.
Dari hasil tes cepat, keduanya reaktif Covid-19. Kini mereka menjalani perawatan di RSUD Taman Husada. Untuk lebih memastikan hasilnya, keduanya menjalani tes swab. Mengingat bisa jadi hasil swab berbeda dengan rapid test.
“Belum bisa dikatakan positif korona,” kata Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Diketahui, terdapat 40 warga Bontang yang turut mengikuti ijtima. Namun, baru delapan yang menjalani rapid test. Salah duanya adalah dua laki-laki berusia 40 dan 50 tahun tersebut. Mereka tercatat sebagai warga Tanjung Laut.
Pemkot saat ini juga tengah melakukan kepada gelombang kedua warga yang berangkat ke Gowa. Termasuk keluarga dan orang yang pernah berinteraksi.
Sementara itu, sebanyak tujuh warga Kaltim yang mengikuti Ijtima Ulama Dunia positif terjangkit virus korona. Satu dari tujuh peserta acara itu sudah meninggal dunia.
“Tujuh pasien positif itu tersebar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) empat orang, Berau satu orang, Samarinda satu pasien, dan Balikpapan satu orang meninggal,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, Andi M Ishak dalam rilisnya, kemarin (14/4/2020).
Data yang diperoleh Diskes Kaltim, tercatat peserta asal Kaltim yang ikut kegiatan Ijtima Ulama berjumlah 1.642 orang. Namun baru terlacak 635 orang atau sekitar 39 persen dari total keseluruhan. (*)







