• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Belajar via Daring Kuras Kantong untuk Kuota, Harus Ada Subsidi Internet

by Redaksi Bontang Post
15 Mei 2020, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. Belajar secara daring menguras kantong karena pulsa. (prokal)

Ilustrasi. Belajar secara daring menguras kantong karena pulsa. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN – Dunia pendidikan saat ini mendapat tantangan baru. Bidang ini dipaksa untuk melakukan pembaruan sistem. Mau tidak mau, pemanfaatan teknologi pun kian gencar dilakukan.

Oleh karenanya, sejak dua bulan, tepatnya sejak wabah corona merambah Kota Minyak, semua peserta didik dirumahkan. Proses belajar pun dilakukan via online.

Melihat situasi ini, Dekan Fakultas Sastra Universitas Balikpapan (Uniba) Jepri Nainggolan berkata mewabahnya pandemi Covid-19 memang memberi pukulan telak pada sektor pendidikan. Terkait pembelajaran via daring, hal tersebut hanya sebagai penolong sesaat.

Menurut dia, keberadaan guru atau dosen di ruang kelas merupakan sesuatu yang sangat penting. Sementara sistem belajar via daring, tidak bisa digunakan sebagai solusi dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Pelajar SMK Negeri 2 Belajar dari Rumah

“Apabila hal ini terus berlanjut, dikarenakan virus yang tidak diketahui kapan akan berakhir ini, maka metode pembelajaran ini akan merugikan dunia pendidikan,” tandasnya.

Lanjut dia, di Indonesia, harga internet itu masih sangat mahal. Bahkan yang paling mahal di Asia. Karenanya, perlu ada kebijakan dari pemerintah. Misalnya saja penurunan biaya internet. Kata dia, ini diperlukan agar seluruh elemen masyarakat dapat menikmati internet untuk pembelajaran daring.

Dia menambahkan, mahasiswa didiknya bahkan harus membeli kuota tambahan untuk melakukan pembelajaran daring. Dibutuhkan satu hingga dua gigabit untuk proses belajar selama 90 menit. Apalagi pertemuan dilakukan secara video call, sehingga menyedot kuota internet semakin banyak. Artinya menguras kantong lebih dalam.

Baca Juga:  Pelajar SMK Negeri 2 Belajar dari Rumah

Meskipun solusi jangka pendek, ia berujar pemerintah seharusnya memberikan subsidi internet. Ditambah lagi sistem daring menjadi satu-satunya solusi agar pembelajaran tetap berjalan di tengah pandemi.

Dalam hal ini, ia menilai pemerintah harus lebih bijaksana dalam menangani dampak pandemi Covid-19 ini. Bukan memberikan bantuan kuota, akan tetapi subsidi atau penurunan harga. Atau bisa juga biaya internet, kalau-kalau sistem daring ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Bukannya hanya mengandalkan kuota yang diberikan, yang lebih cepat habis. Dengan situasi seperti itu, peserta didik akan kebingungan.

Terakhir, dia berharap pemerintah segera mengambil kebijakan terkait polemik ini. Khususnya Pemerintah Kota Balikpapan, jika pemerintah pusat belum bisa memberikan subsidi atau menurunkan harga internet.

Baca Juga:  Pelajar SMK Negeri 2 Belajar dari Rumah

“Kebijakan seperti ini akan membuat pembelajaran daring dapat berlangsung secara baik,” tutupnya. (*/okt/ms/k15/kpg)

Source: Prokal
Tags: belajar daringbelajar onlinebiaya internet
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Curi Surat Tanah Ayah, Pemuda Tanjung Laut Dibui

Next Post

MPR: Kartu Prakerja Tidak Efektif dan Pemborosan Uang Negara

Related Posts

Pelajar SMK Negeri 2 Belajar dari Rumah
Bontang

Pelajar SMK Negeri 2 Belajar dari Rumah

10 Agustus 2022, 14:18

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.