• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Kebijakan Membuka Sekolah Dinilai Terlalu Riskan

by Fitri Wahyuningsih
24 November 2020, 09:00
in Advertorial, DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Agus Haris. (DOK/BONTANG POST)

Agus Haris. (DOK/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Wakil Ketua II DPRD Bontang Agus Haris mempertanyakan alasan pemerintah pusat. Yang mengizinkan membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021 mendatang. Menurutnya, keputusan ini sangat riskan. Mengingat tren penderita Covid-19 di Indonesia belum melandai. Sementara di Bontang sendiri, angkanya terus naik. Pun masih menyandang status zona merah.

“Aneh saja. Kan di daerah ini angka penderita Covid-19 cenderung naik. Ini kok sekolah tatap muka malah diperkenankan,” ujar Agus Haris ketika disambangi di Sekretariat DPRD Bontang, Senin (23/11/2020) siang.

Kata Agus Haris, mestinya pemerintah pusat mengambil kebijakan tersebut berdarkan kajian yang jelas. Tentu ini terkait keamanan anak-anak bila belajar tatap muka di sekolah dibuka. Pun soal kondisi sesungguhnya seluruh kawasan di Indonesia, terkait penanganan Covid-19. Apakah membaik, atau sebaliknya.

Baca Juga:  Sengkarut Universitas Trunajaya Bontang, Ketua Komisi A DPRD Beri Tiga Rekomendasi

“Kajiannya harus jelas ini. Tentu kita tidak mau ambil risiko. Ini terkait keselamatan anak-anak,” ujarnya.

Selain mempertanyakan alasan pemerintah membuka sekolah tahun depan, Agus Haris juga bingung dengan ambiguitas kebijakan itu. Pemerintah pusat mengizinkan sekolah dibuka, kendati daerah masih zona merah. Tapi kebijakan itu dikembalikan lagi ke masing-masing daerah. Mau buka atau tidak, semua terserah.

“Mestinya kebijakan ini dibuat absolut. Kalau pemerintah pusat bilang buka, ya kasih rata se-Indonesia. Jangan dilempar lagi ke daerah. Makanya kan harus jelas kajian yang melandasinya,” urainya.

Kebijakan yang terpusat, dan aplikasinya merata ke seluruh Indonesia, membuat pemerintah pusat juga ikut bertanggungjawab untuk segala sesuatunya. Mulai pendanaan pemenuhan seluruh kebutuhan protokol kesehatan di sekolah. Hingga ikut pasang badan bila ada hal-hal kurang mengenakkan dari kebijakan itu.

Baca Juga:  Songsong Tahun Politik 2019, Parpol Bidik Kursi di Bontang Lestari

Menurutnya, konsekuensi dari ambiguitas kebijakan seperti itu, membuat pemerintah pusat dapat dengan mudah lepas tangan. Ketika kebijakan yang dikeluarkan ternyata berujung pada hal yang tidak diinginkan.

“Kalau ada masalah, ujung-ujungnya pemerintah daerah lagi disalahkan. Harusnya ini menjadi tanggungan bersama,” tandas Agus Haris.

Pemerintah mengizinkan sekolah tatap muka dibuka mulai Januari 2020 mendatang. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri. Yakni melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri terbaru, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Ada poin-poin yang harus dipenuhi setiap sekolah apabila ingin menerapkan pengajaran tatap muka. Di antaranya, sanitasi, fasilitas kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, thermo gun, pemetaan satuan pendidikan untuk tahu siapa yang punya komorbid, persetujuan komite sekolah dan orangtua wali. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

“Ketinggian” Ngelem, Bakar Motor Warga

Next Post

Kemendikbud Mulai Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer

Related Posts

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans
Bontang

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans

3 September 2025, 12:30
Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan

29 Agustus 2025, 15:00
DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD
DPRD Bontang

DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD

29 Agustus 2025, 11:53
Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026

29 Agustus 2025, 11:00
Proyek SDN 007 Bontang Utara Jadi Sorotan DPRD, Terlambat Lelang Dikhawatirkan Molor
DPRD Bontang

Komisi A DPRD Bontang Usul Operasi Timbang Serentak Dilaksanakan Berkala

29 Agustus 2025, 10:00
DPRD Bontang Geram, Ornamen Kota di Simpang Ramayana Belum Satu Tahun Sudah Rusak
DPRD Bontang

DPRD Bontang Geram, Ornamen Kota di Simpang Ramayana Belum Satu Tahun Sudah Rusak

29 Agustus 2025, 08:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.