• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Satgas Klaim Tidak Tebang Pilih Tertibkan Pedagang saat PPKM Akhir Pekan

by BontangPost
17 Februari 2021, 11:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Satgas klaim tak ada tebang pilih penertiban pedagang pasar pada PPKM akhir pekan. (Adiel/KP)

Satgas klaim tak ada tebang pilih penertiban pedagang pasar pada PPKM akhir pekan. (Adiel/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Wakil Ketua I Satgas Penanganan Covid-19 Letkol Arh Choirul Huda membantah adanya sikap tebang pilih terhadap pedagang saat penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akhir pekan. Pada saat petugas melakukan penertiban pedagang yang melanggar ketentuan durasi operasional. Menurutnya personil telah melakukan penyisiran.

“Tebang pilih dari mana. Kami libatkan seluruh pihak dari lingkup kelurahan dan kecamatan masing-masing. Adapun yang terlewatkan kapasitas dan sumber daya kami yang tidak bisa menjangkau,” kata Choirul.

Upaya penertiban butuh keterlibatan semua pihak. Jika mengandalkan Satgas tidak mumpuni. Termasuk delegasi kepada penguasa wilayah di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Tujuannya untuk melakukan penertiban lanjutan kepada pedagang yang bersikap membandel.

Baca Juga:  Bontang Silent Dilanjutkan, Skema Diubah

Ke depan, jika masih ada pedagang yang membandel maka ada langkah tegas. Berupa opsi penyegelan lapak. Mengingat sosialisasi sudah dilakukan dalam waktu lama. Pihaknya pun telah berkomunikasi dengan Satpol PP selaku peneggak hukum peraturan daerah.

“Jika ada indikasi seperti itu perlu ada efek jera. Meski aturannya bertahap mulai dari persuasif hingga sanksi berat,” ucapnya.

Berdasarkan temuan di lapangan, ia menyadari masih ada sebagian pedagang yang membandel. Bentuknya bermain kucing-kucingan dengan petugas. Ketika petugas datang lapak ditutup, namun ketika pergi kembali melakukan aktivitas jual-beli.

“Tetapi secara umum sudah sesuai rencana yang tertuang di surat edaran PPKM perpanjangan kedua,” tutur dia.

Sehubungan dengan toko swalayan memang durasi operasional pukul 20.00 Wita. Terkait dengan ancaman pedagang pasar untuk membuka pasar pada akhir pekan selepas pukul 12.00 Wita, tidak bisa dilakukan. Karena itu telah tertuang dalam regulasi penanganan Covid-19 di Kota Taman.

Baca Juga:  Kaltim Steril, Bandara SAMS Sepinggan Tetap Beroperasi

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah (APPRI) Saleh mengeluhkan masih banyak pedagang di tepi Jalan KS Tubun dan Ir Juanda yang menabrak aturan. Bentuknya yakni melakukan aktivitas jual-beli di atas pukul 12.00 Wita pada akhir pekan.

“Saya menangkap PPKM Akhir pekan ini masih setengah hati atau kurang efektif. Kenapa pedagang pasar disuruh tutup, tetapi pedagang lain masih ada yang membuka usahanya,” kata Saleh.

Seharusnya, Satgas Penanganan Covid-19 bertindak tegas. Terbukti penertiban pun dimulai molor dua jam yakni pukul 14.00 Wita. Menurutnya kelonggaran ini membuat kecemburuan sosial. Karena pedagang di pinggir jalan masih bisa mendapatkan pemasukan. Sementara pedagang pasar yang sifatnya terdaftar justru sebaliknya kondisinya.

Baca Juga:  Asosiasi Pedagang Minta Tak Ada Diskriminasi Aturan di PPKM Jilid Ketiga

Tak hanya itu, ketika petugas selesai melakukan penyisiran, pedagang di tepi jalan kembali membuka lapaknya. Ia menilai terkesan ada pembiaran. Petugas pun masih bersifat fleksibel. Terbukti tidak ada pengangkutan dagangan ketika pelanggaran terjadi lagi.

“Praktis tidak ada pengawasan. Seharusnya ikuti aturan yakni ditutup juga,” pungkasnya. (*/ak)

Tags: bontang silentkaltim silentppkm akhir pekan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kasus Turun, Ruang Isolasi Mulai Longgar

Next Post

Enggak Punya Duit, Pria Ini Bayar PSK Pakai Uang Palsu

Related Posts

Tidak Perlu Menunggu Provinsi, Bontang Bisa Buat RIPPDA Terlebih Dahulu
Bontang

Akhir Pekan Beras Basah Tutup, Lapangan Lang-Lang Belum Dibuka untuk Umum

27 Februari 2021, 11:43
PPKM Diperpanjang sampai Maret, Pembatasan Jam Operasional Pasar Dihapus
Bontang

PPKM Diperpanjang sampai Maret, Pembatasan Jam Operasional Pasar Dihapus

24 Februari 2021, 16:19
PPKM Akhir Pekan Disorot Dewan, Sebut Aparat Tidak Tegas
Bontang

PPKM Akhir Pekan Disorot Dewan, Sebut Aparat Tidak Tegas

23 Februari 2021, 13:00
Asosiasi Pedagang Minta Tak Ada Diskriminasi Aturan di PPKM Jilid Ketiga
Bontang

Asosiasi Pedagang Minta Tak Ada Diskriminasi Aturan di PPKM Jilid Ketiga

23 Februari 2021, 08:00
Penerapan PPKM Akhir Pekan Dinilai Masih Setengah Hati
Bontang

Penerapan PPKM Akhir Pekan Dinilai Masih Setengah Hati

16 Februari 2021, 08:42
Bontang Silent Dilanjutkan, Skema Diubah
Bontang

Bontang Silent Dilanjutkan, Skema Diubah

11 Februari 2021, 19:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.