• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Penerapan PPKM Akhir Pekan Dinilai Masih Setengah Hati

by BontangPost
16 Februari 2021, 08:42
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Sejumlah pedagang di ruas Jalan KS Tubun masih melakukan aktivitas jual-beli dengan membuka lapak ketika ketentuan PPKM akhir pekan maksimal ditentukan pukul 14.00 Wita pada akhir pekan. (Adiel/KP)

Sejumlah pedagang di ruas Jalan KS Tubun masih melakukan aktivitas jual-beli dengan membuka lapak ketika ketentuan PPKM akhir pekan maksimal ditentukan pukul 14.00 Wita pada akhir pekan. (Adiel/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pemkot Bontang mengikuti instruksi Gubernur Kaltim terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akhir pekan atau Kaltim Silent. Sejumlah pembatasan diatur sehubungan turunnya kebijakan ini. Termasuk operasional jam pasar. Maksimal pukul 12.00 Wita.

Sayangnya, penegakkan peraturan masih terbilang longgar. Kondisi ini dikeluhkan oleh Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah (APPRI). Sekretaris APPRI Saleh mengatakan masih banyak pedagang di tepi Jalan KS Tubun dan Ir Juanda yang melakukan aktivitas jual-beli melewati ketentuan tersebut.

“Saya menangkap PPKM Akhir pekan ini masih setengah hati atau kurang efektif. Kenapa pedagang pasar disuruh tutup, tetapi pedagang lain masih ada yang membuka usahanya,” kata Saleh.

Seharusnya, Satgas Penanganan Covid-19 bertindak tegas. Terbukti penertiban pun dimulai molor dua jam yakni pukul 14.00 Wita. Menurutnya kelonggaran ini membuat kecemburuan sosial. Karena pedagang di pinggir jalan masih bisa mendapatkan pemasukan. Sementara pedagang pasar yang sifatnya terdaftar justru sebaliknya kondisinya.

Baca Juga:  Sabtu-Minggu, Pasar Hanya Buka 7 Jam

Tak hanya itu, ketika petugas selesai melakukan penyisiran, pedagang di tepi jalan kembali membuka lapaknya. Ia menilai terkesan ada pembiaran. Petugas pun masih bersifat fleksibel. Terbukti tidak ada pengangkutan dagangan ketika pelanggaran terjadi lagi.

“Praktis tidak ada pengawasan. Seharusnya ikuti aturan yakni ditutup juga,” ucapnya.

Saleh sebelumnya mengusulkan agar ruas jalan KS Tubun dan Ir H Juanda disekat saat melewati 12.00 Wita, tiap akhir pekan. Tujuannya tidak ada konsumen yang mengarah ke area perdagangan tersebut. Akan tetapi usulan itu tidak diakomodir. Ruas jalan dibuka mengangga.

“Kalau tidak bisa ditutup seharusnya disiagakan petugas. Jadi ketika ada yang membuka lapak ditindak,” keluhnya.

Kaltim Post (grup bontangpost.id) berupaya memantau kondisi pasca penertiban. Minggu (14/2) pukul 15.30 Wita sejumlah pedagang di KS Tubun memang benar masih beraktivitas. Lapak di bagian depan ditutup terpal. Namun ada celah konsumen untuk bisa masuk.

Baca Juga:  Kaltim Silent Dilanjutkan, Pedagang Pasar Taman Rawa Indah Ancam Penuhi Jalan KS Tubun

Ia juga meminta kepada Satgas untuk tidak tebang pilih. Pasalnya, sejumlah toko swalayan dan bahan bangunan pun juga bebas beroperasi ketika melewati 12.00 wita. Padahal penyebaran virus bukan melihat apa barang dagangannya.

“Tujuannya semestinya supaya tidak ada kerumunan di usaha perdagangan. Bukan apa yang dijual yang dibatasi. Faktanya mereka masih boleh buka,” sebutnya.

Jika kebijakan ini berlanjut, APPRI mendesak Pemkot Bontang untuk tetap membuka pasar. Selama petugas belum bisa bersikap tegas. Pekan depan, bila bangunan pasar ditutup, maka pembukaan paksa akan dilakukan.

Sementara, Sekretaris Satpol PP Sutrisno mengatakan petugas telah melakukan penertiban tiap Sabtu dan Minggu. Dimulai pukul 13.30 Wita. Akhir pekan kemarin asarannya bergerak dari Pasar Seng Tanjung Limau, Pasar Tamrin, dan Pasar Malam Berbas Pantai. Berkekuatan 35 personil gabungan dari Satpol, kepolisian, dan TNI.

Baca Juga:  Dua Hari Kaltim Silent di Bontang, Disinfeksi Massal Bakal Digelar

Menanggapi fenomena kucing-kucingan pedagang, ia akan membahas saat evaluasi PPKM Akhir Pekan dalam waktu dekat. Intinya personil saat melakukan penertiban mengedepankan aspek humanis.

“Kami sudah berbuat tetapi kalau soal penjagaan jadi bahan evaluasi,” kata Sutrisno. (*/ak)

 

Tags: bontang silentkaltim silentppkm akhir pekan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bupati Paser Yusriansyah Tutup Usia

Next Post

Akhiri Jabatan Wawali, Pasha Ungu Luncurkan Dua Single Baru

Related Posts

Tidak Perlu Menunggu Provinsi, Bontang Bisa Buat RIPPDA Terlebih Dahulu
Bontang

Akhir Pekan Beras Basah Tutup, Lapangan Lang-Lang Belum Dibuka untuk Umum

27 Februari 2021, 11:43
PPKM Diperpanjang sampai Maret, Pembatasan Jam Operasional Pasar Dihapus
Bontang

PPKM Diperpanjang sampai Maret, Pembatasan Jam Operasional Pasar Dihapus

24 Februari 2021, 16:19
PPKM Akhir Pekan Disorot Dewan, Sebut Aparat Tidak Tegas
Bontang

PPKM Akhir Pekan Disorot Dewan, Sebut Aparat Tidak Tegas

23 Februari 2021, 13:00
Asosiasi Pedagang Minta Tak Ada Diskriminasi Aturan di PPKM Jilid Ketiga
Bontang

Asosiasi Pedagang Minta Tak Ada Diskriminasi Aturan di PPKM Jilid Ketiga

23 Februari 2021, 08:00
Satgas Klaim Tidak Tebang Pilih Tertibkan Pedagang saat PPKM Akhir Pekan
Bontang

Satgas Klaim Tidak Tebang Pilih Tertibkan Pedagang saat PPKM Akhir Pekan

17 Februari 2021, 11:00
Bontang Silent Dilanjutkan, Skema Diubah
Bontang

Bontang Silent Dilanjutkan, Skema Diubah

11 Februari 2021, 19:00

Terpopuler

  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Bontang Pecat Aipda IM, Positif Sabu hingga Terjerat Banyak Utang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.