• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kaltim Silent Dilanjutkan, Pedagang Pasar Taman Rawa Indah Ancam Penuhi Jalan KS Tubun

by Fitri Wahyuningsih
8 Februari 2021, 13:40
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Idris menunjukkan barang dagangannya yang rusak dan tidak laku akibat pemberlakuan Kaltim Silent. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Idris menunjukkan barang dagangannya yang rusak dan tidak laku akibat pemberlakuan Kaltim Silent. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Sejumlah pedagang di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) melakukan aksi protes pemberlakuan Kaltim Silent. Bila kebijakan ini dilanjutkan, pedagang mengancam akan meninggalkan kios mereka. Dan berjualan di sepanjang Jalan KS Tubun, Tanjung Laut.

Aksi protes ini dilakukan pedagang dengan menyambangi kantor UPT Pasar di lantai 4 Pasar Tamrin sekira pukul 11.00 Wita. Pedagang hendak bertemu Kepala UPT Pasar Haedar untuk menyampaikan poin keberatan. Namun yang dicari tidak di lokasi. Sehingga pedagang hanya diterima Kasubag TU UPT Pasar Abdul Malik.

Dalam kesempatan itu, Abdul Malik menuturkan tak bisa berkomentar banyak. Seluruh tuntutan pedagang nantinya dilanjutkan ke kepala UPT Pasar. “Jadi kami tampung dulu tuntuan bapak, ibu. Nanti kami lanjutkan ke atasan,” ujarnya kepada pedagang.

Beberapa pedagang menyampaikan keberatannya. Seperti diutarakan Idris, pedagang buah di Pasar Tamrin. Dibeberkannya, pemberlakuan Kaltim Silent di Bontang membuat dirinya rugi secara materil. Ia enggan menyebut nilai kerugiannya. Namun ia menyebut, barang dagangannya seperti jeruk nipis dan jeruk manis banyak rusak karena tak laku. Tak lain lantaran pasar ditutup dua hari.

Baca Juga:  Satgas Klaim Tidak Tebang Pilih Tertibkan Pedagang saat PPKM Akhir Pekan

“Coba lihat. Seperti jeruk ini yang sebelumnya hijau jadi tertinggal di jualan (Kios) kuning semua. Enggak akan begini kalau Sabtu-Minggu itu pasar buka,” beber Idris, sembari menunjuk barang dagangannya.

Lanjutnya, Idris menilai pemerintah tidak sensitif terhadap nasip warganya. Di masa sulit sepeti ini, mestinya pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak membuat warga makin kesulitan hidup. Dua hari pasar ditutup, praktis ratusan pedangang, berikut keluarganya kehilangan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara bantuan pemerintah kepada masyarakat selama pandemi ini menurutnya sangat minim.

Bila Kaltim Silent ingin dilanjutkan, Idris meminta pemerintah tidak menutup pasar. Tapi hanya melakukan pembatasan jam operasional. Misal di akhir pekan (Sabtu-Minggu) pasar buka higgga pukul 12.00 Wita. Pedagang pun siap memberlakukan protokol kesehatan guna mendukung upaya pemerintah melandaikan angka pengidap Covid-19 di Bontang.

Baca Juga:  5 Titik Dijaga Ketat Petugas Gabungan 24 Jam

“Pemerintah yang bijak mestinya membuat kebijakan yang tidak menyengsarakan rakyatnya seperti ini,” ujarnya kecewa.

Senada, diungkapkan pedagang sayur, Heriyadi. Dia memprotes pemberlakuan Kaltim Silent yang mendadak. Pasalnya, sayuran yang sebelumnya distok untuk dijual esok harinya rusak semua karena pasar tutup dua hari. Barang dagangan kadung distok di kios lantaran informasi penutupan pasar sangat mendadak dan terlambat. Heriyadi mengaku, informasi penutupan pasar diterimanya melalui pengeras suara Pasar Tamrin sekira pukul 17.00 Wita.

“Informasi kami terima jelang Magrib. Sementara barang sudah kami stok duluan. Bagaimana mau diantisipasi,” bebernya ketika disambangi di Kantor UPT Pasar, Senin (8/2/2021) siang.

Baik Idris maupun Heriyadi berhap pemerintah mengkaji ulang bila Kaltim Silent akan diberlakukan lagi. Bila konsepnya masih sama seperti di pekan pertama lalu, yakni pasar ditutup total, pedagang mengancam akan meninggalkan kios mereka di Pasar Tamrin.

Baca Juga:  Rumah Ibadah Tetap Buka saat Kaltim Silent, Kapasitas Dibatasi 50 Persen

Dan memilih berdagang di sepanjang Jalan KS Tubun. Sebab, selama Kaltim Silent rupanya pedagang di pinggir jalan masih aman saja, bisa buka, dan tidak terkena razia. Beda halnya dengan pedagang di pasar yang dipaksa tutup oleh pemerintah.

“Kalau mau tutup, tutup semua. Jangan yang di pasar ditutup, yang di pinggir jalan boleh buka. Kalau begitu mending kami semua jualan di pinggir jalan juga,” urai Heriyadi. (*)

Tags: bontang silentkaltim silent
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tambang Ilegal Perlu Laporan, Bikin ESDM Kaltim Bingung

Next Post

BW Dorong Pemkot Bontang Beri Subsidi Tagihan PDAM

Related Posts

PPKM Diperpanjang sampai Maret, Pembatasan Jam Operasional Pasar Dihapus
Bontang

PPKM Diperpanjang sampai Maret, Pembatasan Jam Operasional Pasar Dihapus

24 Februari 2021, 16:19
PPKM Akhir Pekan Disorot Dewan, Sebut Aparat Tidak Tegas
Bontang

PPKM Akhir Pekan Disorot Dewan, Sebut Aparat Tidak Tegas

23 Februari 2021, 13:00
Asosiasi Pedagang Minta Tak Ada Diskriminasi Aturan di PPKM Jilid Ketiga
Bontang

Asosiasi Pedagang Minta Tak Ada Diskriminasi Aturan di PPKM Jilid Ketiga

23 Februari 2021, 08:00
Satgas Klaim Tidak Tebang Pilih Tertibkan Pedagang saat PPKM Akhir Pekan
Bontang

Satgas Klaim Tidak Tebang Pilih Tertibkan Pedagang saat PPKM Akhir Pekan

17 Februari 2021, 11:00
Penerapan PPKM Akhir Pekan Dinilai Masih Setengah Hati
Bontang

Penerapan PPKM Akhir Pekan Dinilai Masih Setengah Hati

16 Februari 2021, 08:42
Bontang Silent Dilanjutkan, Skema Diubah
Bontang

Bontang Silent Dilanjutkan, Skema Diubah

11 Februari 2021, 19:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.