bontangpost.id – Wakil Ketua II DRPD Bontang, Agus Haris menuntut tanggungjawab PLTU untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga RT 15 Lok Tunggul, Bontang Lestari. Menurutnya ini penting, sebab bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat setempat.
“Jelas ini kelalaian PLTU kalau sampai hari ini tidak ada air bersih di sana (RT 15),” tegas Agus Haris ketika ditemui di sekretariat dewan, Senin (22/3/2021) siang.
Sebelum berdiri, mestinya perusahaan sudah melakukan kesepakatan dengan warga. Perihal kontribusinya kepada masyarakat. Pun ini bagian dari komitmen program tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat (CSR).
“Dilihat dukungan awal. Kalau sebelumnya pemerintah, sekarang perusahan. Apalagi pabrik berdiri di lahan yang sebelumnya milik warga,” sebutnya.
Ia tak menyangkal bila sebelumnya ini tanggungjawab pemerintah. Karena bagaimanapun, warga sudah lama bermukim di sana. Sementara PLTU baru mulai operasi Maret 2019. Namun, jika pemerintah diminta memasok air ke RT 15 Lok Tunggul, ia sangsi pihak PLTU mengizinkan hal tersebut. Mengingat, untuk memasang jaringan air PDAM, mesti melalui areal pabrik PLTU.
”Kalau ada kebocoran (air) pasti menuntut ke pemerintah. Makanya saya tetap mendorong PLTU yang menyediakan,” tandas politisi Gerindra ini.
Diberitakan sebelumnya, warga yang bermukim di RT 15 Lok Tunggul, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan hingga kini mengalami krisis air bersih. Seperti diutarakan Ariani (45). Dia mengatakan untuk ambil air bersih, warga menempuh perlahan hingga 45 menit. Air bersih diambil pakai jeriken 25 liter menuju penampungan air bersih milik perusahaan tambang yang bermarkas di perbatasan Bontang-Kukar. (*)






