bontangpost.id – Progres pembangunan pasar sementara Citra Mas Loktuan terhenti. Pasalnya, material bangunan berupa seng habis. Meski begitu, UPT Pasar tetap optimis pembangunan bakal rampung sebelum ramadan. Pun begitu dengan relokasi pedagang.
Kasubag Tata Usaha (TU) UPT Pasar Abdul Malik Rifai bilang pembangunan ini terhenti sejak Sabtu (3/4/2021). Bahkan hingga berita ini ditulis, Senin (6/4/2021). Padahal progres pembangunan sudah 95 persen. Akibat ketiadaan material, aktivitas pembangunan pasar tak bisa dilanjutkan.
“Padahal tinggal itu lagi yang mau dikerjakan,” kata Malik kepada bontangpost.id, Selasa (6/4/2021) pagi.
Seluruh material diperoleh dari salah satu toko bangunan di Kelurahan Loktuan. Ketika pengerjaan bagian atap pasar berlangsung, seng di toko tersebut ludes. Walhasil, toko mesti melalukan pengiriman lagi dari luar kota. Ini yang buat pengerjaan terhenti. Padahal hampir semua bangunan pasar sudah berdiri layak. Tinggal satu blok belum beratap. Dua blok lain sisa setengah yang tak beratap.
“Kabarnya hari ini datang. Kalau memang benar, selesai juga hari ini pembangunan,” bebernya.
Diketahui pembangunan pasar sementara ini seluruhnya berasal dari bantuan perusahaan sekitar Loktuan. Melalui program CSR. Namun dalam prosesnya, UPT Pasar tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Tapi berupa bantuan material bahan bangunan. Perusahaan membelikan material, seperti kayu, seng, paku, dan lain sebagainya. Pemerintah melalui UPT Pasar membangun dan bertanggungjawab dengan pekerja pasar.
“Kami tidak terima uang tapi material saja,” beber Malik.
Relokasi Pedagang
Di sejumlah sisi bekas bangunan Pasar Citra Mas Loktuan, berdiri bangunan semi permanen. Ini dibangun pedagang pasar. Mengambil lahan kosong di dekat pasar. Bentuk bangunan kayu, namun di beberapa sisi dicor pakai semen.
Abdul Malik tegaskan, ketika pasar sementara rampung, yang diproyeksi sebelum Ramadan, seluruh pedagang harus mau direlokasi. Ke pasar sementara. Itu wajib. Sebab berdasarkan kesepakatan UPT Pasar dan pedagang, mereka–pedagang, sepakat pindah ketika pasar sementara berdiri.
“Harus mau. Itukan kesepakatan bersama,” tegasnya.
Menurutnya bila kelak pedagang direlokasi ke pasar sementara, itu juga akan menguntungkan mereka. Sebab bila bertahan di tempat sekarang– pinggir jalan dan di lahan warga, pedagang juga yang akan dirugikan. Sebab mengganggu kenyamanan pengunjung. Jalannya sempit. Lokasi parkirnya apalagi.
“Itukan jalan milik warga. Tempat parkir juga. Mana ada mau datang ke pasar kalau pengunjung tidak nyaman,” tandasnya. (*)






