bontangpost.id – Ketua Komisi III DPRD Amir Tosina geram atas dalih pemkot dalam penanganan banjir yang kerap terjadi ketika hujan turun. Menurutnya, selama ini keterbatasan anggaran selalu menjadi alasan.
Salah satu yang disorot Amir yakni banjir yang kerap terjadi di RT 27 Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan. Sejatinya, peningkatan drainase dan perluasan lahan di simpang empat Masjid Al- Hijrah, kata Amir Tosina telah mengemuka sejak tahun 2004 silam. Dan telah beberapa kali masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga kini tak kunjung direalisasikan.
“Mudah-mudahan wali kota yang baru bisa mencarikan solusi terbaik dalam penanganan banjir ini. Apalagi 10 persen dari APBD dikhususkan untuk penanggulangan banjir,’ ujarnya saat rapat kerja membahas persoalan banjir.
Pihak Komisi III DPRD Bontang pun mendorong kepada pemerintah, untuk segera melakukan pembebasan lahan di simpang empat Masjid Al-Hijrah. Serta melakukan peningkatan drainase. Itu menjadi solusi paling tepat saat ini.
“Kami minta komitmen dan keseriusan Pemkot Bontang disini,” tegasnya.
Ia pun menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan negosiasi kepada pemilik lahan tersebut. Agar persoalan banjir di Kawasan tersebut dapat segera dituntaskan.
“Perluasan lahan yang dibutuhkan sekira 4-5 meter. Saya tidak tahu sejauh ini seperti apa komunikasi pemerintah dengan pemilik lahan,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Tavip Nugroho menyebutkan, lahan yang dibutuhkan untuk memperluas ruas jalan hanya sekira 5 meter. Namun pemilik lahan meminta agar lahan tersebut dibebaskan secara keseluruhan.
“Tentunya ini membutuhkan anggaran yang sangat besar,” sebutnya. (*)







