• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

Komisi II DPRD Bontang Panggil RSUD, Terkait Kewajiban Tes Antigen Penjaga Pasien

by Fitri Wahyuningsih
3 Mei 2021, 14:30
in DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Anggota Komisi II DPRD meminta penjelasan RSUD mengenai kewajiban rapid antigen bagi penjaga pasien. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Anggota Komisi II DPRD meminta penjelasan RSUD mengenai kewajiban rapid antigen bagi penjaga pasien. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – RSUD Taman Husada Bontang memberlakukan kewajiban tes antigen bagi seluruh penjaga pasien. Besaran yang dibebankan Rp 100 ribu. Kebijakan ini mendapat kecaman keras dari anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam.

Politikus Golkar tersebut mengatakan, rumah sakit tak selaiknya memberlakukan kebijakan semacam itu. Pertama, status RSUD Taman Husada adalah fasilitas kesehatan milik daerah bukan swasta. Ada suntikan dana dari pemerintah yang bersumber dari uang rakyat untuk operasional rumah sakit itu. Dengan demikian, rumah sakit dituntut mengedepankan sisi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Alih-alih menjadikan faskes ini sebagai ruang untuk meraup keuntungan (profit oriented).

Kedua, dengan posisinya sebagai faskes milik publik, mestinya manajemen RSUD peka terhadap kondisi masyarakat saat ini. Yang terguncang kondisi finansialnya selama pandemi Covid-19 melanda.

Baca Juga:  Dewan Minta Mobil Dinas Lama Segera Dilelang

”Saya bilang ini sangat berorientasi bisnis. RSUD tidak bisa seperti itu. Memang ada BLUD, tapi ada sisi pelayanan masyarakat yang dikedepankan,” kata Nursalam kala Komisi II DPRD Bontang menggelar rapat bersama direksi RSUD Taman Husada di sekretariat dewan, Senin (3/5/2021) siang.

Badan Layanan Umum Daerah atau disingkat BLUD adalah sistem yang diterapkan oleh satuan kerja perangkat daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Yang mempunyai fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya. Pola pengelolaan keuangan BLUD memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang sehat guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Hematnya, BLUD dibentuk untuk memberikan pelayanan pelayanan publik dengan menjual barang barang atau jasa. Namun tak mengutamakan prinsip mencari keuntungan. Dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Baca Juga:  Alfin Dorong Pengawasan Pelataran Bontang Kuala Diperketat

Plt Direktur RSUD Taman Husada dr Bahauddin menolak tudingan yang dilayangkan itu. Menurutnya, rumah sakit tak menjalankan praktik bisnis ketika menarik biaya untuk setiap tes antigen yang dibebankan kepada penjaga pasien. Pasalnya, penjaga pasien tak membayar utuh komponen biaya tes antigen. Berdasar ketentuan Kemenkes RI, besaran tes antigen maksimal Rp 250 ribu. Sementara di RSUD, mereka hanya mematok Rp 100 ribu sekali tes, sisanya Rp 150 ribu dipotong rumah sakit. Dari angka Rp 100 tes antigen, Rp 15 ribu itu dilarikan ke operasional RSUD (BLUD), sementara Rp 85 ribu untuk segala kebutuhan tes.

”Rp 15 ribu juga itu kecil sekali. Kami tidak ada melakukan bisnis ini. Karena toh ada pemotongan yang kami berikan,” kata dr Bahauddin.

Baca Juga:  DPRD Setuju Cabut Perda Pemberian Bantuan Keuangan ke Parpol

Lebih jauh dia menjelaskan, pihak rumah sakit tak asal menerapkan kebijakan ini. Ada pemicunya. Pasalnya, sudah 3 kali pasien non Covid-19 yang dirawat justru terpapar virus corona kala menjalani masa perawatannya. Seluruh tenaga kesehatan (nakes) yang kontak erat dengan pasien dites. Dan hasilnya negatif. Inilah kemudian disinyalir kuat, penyebaran virus berasal dari pembesuk atau penjaga pasien.

”Kalau yang besuk dan penjaga itu OTG kan kami tidak tahu kalau tidak di tes antigen. Ini harus kami pastikan agar pasien kami terhindar dari virus itu. Dan nanti pulang dalam kondisi benar-benar sehat,” ucap pria yang juga menjabat Kadinkes Bontang ini. (*)

Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Instruksi Wali Kota Terbit, ASN Bontang Wajib Pakai Batik Lokal tiap Kamis

Next Post

Nursalam Tuntut Insentif Nakes Dibayar sebelum Lebaran

Related Posts

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya
DPRD Bontang

Joni Alla’ Padang Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Bontang Besok

31 Agustus 2026, 21:15
Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL
DPRD Bontang

Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL

31 Agustus 2026, 15:37
Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR
DPRD Bontang

Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR

29 Agustus 2026, 13:22

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.