BONTANG – Walau masih memiliki beberapa kekurangan terutama dalam hal fasilitas armada maupun peralatan, namun tak menyurutkan langkah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Bahkan ke depan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih berstatus baru itu optimis, bisa menjadi percontohan untuk bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan (rescue) di Kalimantan Timur.
Kepala Disdamkartan, Mohammad Yani menuturkan, meski jumlah peralatan masih terbatas, namun lewat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional, program kerja yang tersusun, sasaran kerja yang terukur, dirinya optimis bisa mencapai target tersebut.
“Jangka panjangnya, diharapkan di Bontang ini bisa menjadi pusat pelatihan untuk di Kaltim. Ini juga sekaligus mendukung visi-misi Pemkot Bontang,” tuturnya Jumat (17/3) kemarin.
Sementara untuk jangka pendeknya kata Yani — panggilan akrabnya –, lewat program-program yang telah disusun tersebut, dapat dijalankan secara tersistematis. Sehingga diharapkan, setiap tahapannya, dapat langsung menyasar ke masyarakat. Bahkan tak tanggung-tangung, tahun ini Disdamkartan menargetkan zero kebakaran.
“Permasalahan kebakaran ini bukan hanya semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dibutuhkan peran serta masyarakat dalam hal pencegahannya. Untuk itu, masyarakat juga perlu ter-edukasi dalam hal penanggulangan bencana kebakaran ini,” terangnya.
Untuk itu, Disdamkartan mengaku siap memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat, kapan saja dan dimana saja terkait penanggulangan bencana kebakaran ini. Pihaknya pun juga tidak memungut biaya sepeserpun alias gratis.
“Silahkan bersurat ke kami. Nanti akan kami tindaklanjuti. Bahkan, di forum pertemuan RT atau pengajian di masyarakat, kami juga siap jika diminta memberikan penyuluhan. Ini demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” pungkasnya. (bbg)







