• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Pupuk Kaltim

Tingkatkan Kemampuan Nelayan Binaan, PKT Bekali Teknik Transplantasi Terumbu

by BontangPost
3 Juni 2021, 12:00
in Pupuk Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Nelayan binaan PKT dari Loktuan dan Bontang Kuala mengikuti pelatihan transplantasi terumbu di perairan Tobok Batang. (Humas PKT)

Nelayan binaan PKT dari Loktuan dan Bontang Kuala mengikuti pelatihan transplantasi terumbu di perairan Tobok Batang. (Humas PKT)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Optimalkan pengelolaan terumbu buatan dalam menjaga ekosistem perairan, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menggelar pelatihan transplantasi terumbu bagi nelayan binaan dari Kelurahan Loktuan dan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara. Pelatihan menggandeng Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, selama 3 hari, mulai 27-29 Mei 2021.

VP CSR Pupuk Kaltim Anggono Wijaya, mengungkapkan pelatihan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan binaan, sehingga perkembangan terumbu buatan yang telah diturunkan PKT sejak 2009 di perairan Tobok Batang Kota Bontang, semakin berkembang untuk menjaga ekosistem perairan dengan berbagai keanekaragaman hayati di dalamnya.

Nelayan binaan yang diberdayakan untuk pembuatan dan pengelolaan terumbu buatan di kawasan konservasi PKT, didorong untuk meningkatkan kemampuan melalui metode transplantasi secara maksimal, karena perkembangan terumbu diklaim bisa lebih cepat dibanding hanya mengandalkan proses pembentukan alami pasca penurunan. “Penting bagi nelayan binaan dibekali kemampuan transplantasi, agar terumbu buatan yang diturunkan PKT selama ini berkembang lebih maksimal,” ujar Anggono.

Baca Juga:  Pekan Kedua Bazar Ramadan Baiturrahman, Perputaran Ekonomi Capai Rp1,3 Miliar

Dijelaskannya, setiap tahun 500 terumbu buatan rutin diturunkan PKT di perairan Tobok Batang, sebagai kawasan konservasi Perusahaan dengan luasan mencapai 20 hektare. Namun dari evaluasi berkala, beragam faktor eksternal seperti penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan lainnya, mempengaruhi perkembangan terumbu, sehingga hasil terkesan kurang maksimal.

“Perkembangan terumbu sejatinya tidak bisa instan, tapi karena berbagai faktor yang mempengaruhi, semakin memperlambat terumbu itu berkembang. Makanya kita coba metode transplantasi untuk mempercepat dengan hasil yang lebih baik,” tambah Anggono.

Mukhlis Effendi, narasumber dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unmul Samarinda, mengungkapkan pelatihan digelar selama 3 hari, mencakup praktik dan teori hingga pendampingan langsung transplantasi terumbu. Nelayan binaan juga dibekali pengetahuan terkait faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan terumbu, serta teknik rehabilitasi yang bisa dilakukan.

Baca Juga:  Borong Prestasi APQO-IC 2023, Pupuk Kaltim Pertahankan Predikat World Class
Nelayan binaan PKT dari Loktuan dan Bontang Kuala mengikuti pelatihan transplantasi terumbu di perairan Tobok Batang. (Humas PKT)

Transplantasi sebagai salah satu metode rehabilitasi, dilakukan dengan memanfaatkan terumbu buatan yang telah diturunkan PKT sebagai media tanam, untuk penempelan bibit hasil pencangkokan. Cara ini dinilai lebih maksimal dengan durasi perkembangan yang lebih cepat, dibanding terumbu buatan yang memanfaatkan bibit alami dari arus laut.

“Terumbu buatan lebih lambat untuk berkembang, bisa 3-4 tahun karena menunggu bibit menempel. Tapi dengan transplantasi, bibit kita tempelkan sehingga lebih cepat tumbuh,” terang Mukhlis.

Transplantasi terumbu di kawasan PKT menggunakan 6 jenis bibit, dengan monitoring berkala mulai 3 bulan hingga satu tahun. Cara ini diyakini bisa maksimal, mengingat model terumbu buatan yang diturunkan PKT berbentuk kubus dan trapesium, sangat mendukung perkembangan transplantasi dengan keunggulan masing-masing. Salah satunya ikan yang lebih besar untuk model kubus dan ikan yang lebih banyak untuk model trapesium.

Baca Juga:  Ciptakan Generasi Qurani, Rumah Al-Quran Diresmikan

“Dari evaluasi kami, satu tahun perkembangan terumbu dengan transplantasi mampu mencapai ukuran 40 cm,” tambah Mukhlis.

Jusman, salah seorang nelayan binaan dari Selambai Loktuan, mengaku pelatihan ini sangat penting, khususnya untuk memaksimalkan perkembangan terumbu buatan. Melalui metode ini, terumbu diyakini lebih cepat berkembang, sehingga ekosistem perairan dan keanekaragaman hayati terus terjaga.

“Kami ucapkan terima kasih kepada PKT, karena dari pelatihan ini kami memahami dengan baik teknik transplantasi terumbu agar cepat berkembang, sehingga bisa diaplikasikan secara optimal,” kata Jusman. (*/nav)

Tags: PKTpupuk kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PKT Pastikan Implementasi Manajemen Keamanan Rantai Pasok Berbasis ISO 28000

Next Post

Tekan Destructive Fishing, PKT Salurkan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan Bagi Nelayan Bontang Kuala

Related Posts

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana
Pupuk Kaltim

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

29 Oktober 2026, 14:36
Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026
Pupuk Kaltim

Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026

22 Oktober 2026, 19:16
Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026
Pupuk Kaltim

Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

17 Oktober 2026, 12:04
Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026
Pupuk Kaltim

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026

17 Oktober 2026, 11:48
Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta
Pupuk Kaltim

Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta

15 Oktober 2026, 19:41
Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan
Pupuk Kaltim

Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan

13 Oktober 2026, 07:03

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.