• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kriminal

Penebas Kepala Istri Itu Diduga Depresi, Sepanjang Malam Teriak-Teriak

by Redaksi Bontang Post
16 Juni 2021, 11:29
in Kriminal
Reading Time: 4 mins read
0
Polisi mendatangi lokasi kejadian perkara.

Polisi mendatangi lokasi kejadian perkara.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Taklim yang diisi Ustaz Abu Bakar baru saja dimulai selepas jemaah Masjid Al Ihya di Desa Sepaso Barat, RT 002, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunaikan salat Magrib berjamaah, Ahad (13/6) malam. Tabliq ini merupakan kegiatan rutin warga menunggu waktu salat Isya. Tiba-tiba, dari luar masjid, suasana pengajian dihebohkan kedatangan AH. Dia membawa parang, tanpa busana. Jemaah pun panik.

Abu Bakar mendatangi dan berusaha menenangkan AH. Bukannya tenang, AH justru beringas dan ingin melukai sang ustaz. Jamaah lalu menyergap AH. Tubuhnya terjatuh ke lantai, kedua tangannya kemudian diikat. Dia terus berteriak-teriak. Sebagian jamaah lalu berlari menuju kediaman AH. Mereka hendak memanggil istri AH. Ingin menyampaikan jika suaminya bikin onar di masjid. Tapi, suasana mencekam justru disaksikan warga.

Di dalam rumah, dua orang tengah terbujur kaku bersimbah darah. Dialah MD (30) dan MK (1). Istri dan anak bungsu AH. Istri AH ditemukan warga tergeletak di depan pintu ruang tamu. Kepalanya cedera serius akibat sabetan benda tajam. Darah masih mengucur ketika warga datang. Jasad MD, berjarak sekitar dua meter dari anaknya yang berada di ayunan yang terbuat dari sarung. MK meninggal akibat luka goresan benda tajam bagian leher. Keduanya tewas dengan kondisi tidak wajar.

“Agak sulit memintai keterangan, karena ada luka di lehernya, jadi kami belum tahu, apakah tersangka melakukan percobaan bunuh diri setelah membunuh istri dan anaknya atau luka leher tersangka karena adanya perlawanan dari korban. Tapi dia (AH) sudah kami bawa berobat ke puskesmas,” kata Kapolsek Bengalon, Iptu Slamet Riyadi.

Dia melanjutkan, AH membunuh anak dan istrinya di rumah yang mereka tempati. Kejadian diduga jelang Magrib.

“Saksi lain mendatangi rumah tersangka untuk mengabari pada keluarganya jika AH mengamuk di dalam masjid, tapi para saksi malah menemukan istri dan anak tersangka dalam keadaan tengkurap dan berlumuran darah, di mana keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pembantai Anak dan Istri di Bengalon Juga Bacok Imam Masjid

Dari informasi yang dihimpun polisi, tidak ada gelagat aneh dari sosok AH dalam beberapa hari terakhir. Jadi, warga kaget melihat peristiwa tragis yang diduga dilakukan AH terhadap anak dan istrinya. “Kata tetangganya, biasa aja. Keseharian (AH) tidak ada yang menyimpang dan hari-harinya biasa aja,” ucap Slamet.

Dia melanjutkan, sebelum ditangkap dan dibawa ke Polsek Bengalon untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut, tersangka diduga sempat berupaya melakukan percobaan bunuh diri. Karena didapati luka di bagian leher. Pemeriksaan masih terus dilanjutkan hingga Senin (14/6). Kapolsek menuturkan, tersangka enggan diperiksa. Bahkan sekadar untuk menjawab pertanyaan pun kerap diabaikan. AH lebih memilih mengamuk di kantor polisi dibanding memberi keterangan.

“Kami sudah olah TKP, tapi kami tetap melakukan pemeriksaan dan masih menggali informasi lagi. Tapi tersangka masih tidak mau ngomong, sepertinya dia depresi. Sampai subuh cuma ngamuk dan teriak-teriak saja,” sebutnya.

Slamet pun enggan berasumsi jika sikap tersangka akibat pengaruh ilmu hitam yang disampaikan warga. “Kami harus tunggu hasil periksa medis dulu. Kali ini memang agak sulit. Karena semalam anggota terbatas dan harus bagi tugas, ada yang mengurus mayat, ada yang menangani pelaku,” bebernya.

Kasus pembunuhan seorang suami kepada istri dan anaknya, telah menggegerkan Kutai Timur. Tersangka disebut-sebut memiliki gangguan kejiwaan. Namun, untuk hal ini, perlu penyelidikan dan pemeriksaan lebih mendalam lagi. Meski begitu, jika memang gangguan jiwa, hal ini pun menunjukkan bahwa lelaki pun rentan terhadap gangguan jiwa.

Psikolog klinis yang berpraktik di Samarinda, Ayunda Ramadhani mengatakan, dari berita yang dia baca, tersangka disebut diduga memiliki masalah kejiwaan. Jadi sebenarnya, melihat pembunuhan yang dia lakukan terhadap istri dan anaknya, perlu ditelaah juga apa latar belakangnya. Tetapi, karena ini juga disusupi dengan dugaan tersangka mengonsumsi minuman keras, jadi ada beberapa dugaan yang patut ditelusuri. Kalau dia mabuk, dia dalam kategori tidak sadar karena dalam pengaruh bahan berbahaya.

”Kalau dia mabuk, tetap harus diperiksa kejiwaan oleh psikiater juga psikolog klinis, apakah ada riwayat gangguan kejiwaan. Jika pun dia ternyata memiliki riwayat gangguan kejiwaan, juga tetap harus diperiksa, apakah dia ketika melakukan pembunuhan itu dalam kondisi kambuh atau tidak,” kata Ayunda.

BACA JUGA: Suami di Bengalon Tebas Istri, Anak Disembelih di Ayunan

Sebab, tidak serta-merta orang dengan gangguan jiwa ketika melakukan tindakan kejahatan akan terbebas dari hukuman. Mengingat akan harus ditelaah kembali, apakah dia melakukan kejahatan itu dalam keadaan gangguan kejiwaannya kumat atau tidak.  Jika diketahui dalam keadaan sadar, apalagi diketahui dia minum obat dengan teratur dan baik, maka dia bisa saja dihukum. Ini maka ujung-ujungnya perlu diperiksa kembali kejiwaannya.

Alasan mengapa dia melakukan tersebut, tentu harus diusut. Tetapi, penyebabnya bisa saja multifaktor. Bisa saja faktor ekonomi atau konflik keluarga. Sehingga, tersangka gelap mata membunuh anak istrinya. Selain itu, tingkat pendidikan atau kecerdasan bisa saja turut berperan.

Misalnya, saat ini masyarakat menyebut bahwa tersangka diduga gila karena sebelumnya mencoba menganut ilmu hitam. Jika dia memiliki pengetahuan rasional yang baik, tentu tidak mudah percaya dengan ilmu hitam.  “Biasanya orang menganut ilmu hitam itu kan disebabkan karena ingin kaya, abadi, atau terlihat awet muda. Kalau mereka yang rasional, kalau ingin kaya ya pasti bekerja,” imbuh Ayunda.

Di sisi lain, kerentanan laki-laki mengidap gangguan kejiwaan juga memang mudah terjadi di era saat ini. Dalam konstruksi sosial masyarakat yang cenderung patriarki, laki-laki dituntut untuk selalu kuat. Mereka tidak boleh mengeluarkan emosi sedihnya. Seperti menangis atau bersedih. Laki-laki dituntut harus selalu kuat, seberapa pun berat yang dia tanggung. Padahal, sama seperti perempuan, laki-laki pun bisa merasa tertekan. Mereka pada akhirnya menumpuk dan menyimpan emosi itu sendiri.

“Sedangkan, emosi itu energi. Harus dikeluarkan. Meskipun energi negatif, caranya misal dengan menangis atau bercerita dengan sejawat, tapi itu akan berdampak untuk membuat dia lebih lega,” jelasnya.

Jika mereka menimbun dan menyimpan sendiri, suatu waktu akan menjadi bom waktu bagi mereka. Ketika sudah tidak mampu menanggung, dia bisa saja mengalami depresi berkepanjangan dan berujung pada gangguan kejiwaan. Maka dari itu, kepekaan untuk menjaga kesehatan mental sangat penting di era sekarang. (nyc/*/la/riz/k16)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Wali Kota Bontang Raih Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra

Next Post

Penanganan Banjir, Butuh Embung di Gunung Telihan

Related Posts

Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan
Bontang

Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

30 April 2026, 19:20
Ganti Rugi Longsor Mandek, Warga Kanaan Bontang Tagih Janji Pemilik Lahan
Bontang

Ganti Rugi Longsor Mandek, Warga Kanaan Bontang Tagih Janji Pemilik Lahan

30 April 2026, 15:58
Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar
Kriminal

Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

30 April 2026, 14:33
Daratan Terkikis Ombak, Masa Depan Wisata Pulau Derawan Kini di Ujung Tanduk
Kaltim

Daratan Terkikis Ombak, Masa Depan Wisata Pulau Derawan Kini di Ujung Tanduk

30 April 2026, 13:44
Serapan Anggaran Rendah, Pemkot Bontang Kebut 7 Program Unggulan
Pemkot Bontang

Serapan Anggaran Rendah, Pemkot Bontang Kebut 7 Program Unggulan

30 April 2026, 11:35
RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah
Bontang

RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

30 April 2026, 10:30

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.