bontangpost.id – Taklim yang diisi Ustaz Abu Bakar baru saja dimulai selepas jemaah Masjid Al Ihya di Desa Sepaso Barat, RT 002, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunaikan salat Magrib berjamaah, Ahad (13/6) malam. Tabliq ini merupakan kegiatan rutin warga menunggu waktu salat Isya. Tiba-tiba, dari luar masjid, suasana pengajian dihebohkan kedatangan AH. Dia membawa parang, tanpa busana. Jemaah pun panik.
Abu Bakar mendatangi dan berusaha menenangkan AH. Bukannya tenang, AH justru beringas dan ingin melukai sang ustaz. Jamaah lalu menyergap AH. Tubuhnya terjatuh ke lantai, kedua tangannya kemudian diikat. Dia terus berteriak-teriak. Sebagian jamaah lalu berlari menuju kediaman AH. Mereka hendak memanggil istri AH. Ingin menyampaikan jika suaminya bikin onar di masjid. Tapi, suasana mencekam justru disaksikan warga.
Di dalam rumah, dua orang tengah terbujur kaku bersimbah darah. Dialah MD (30) dan MK (1). Istri dan anak bungsu AH. Istri AH ditemukan warga tergeletak di depan pintu ruang tamu. Kepalanya cedera serius akibat sabetan benda tajam. Darah masih mengucur ketika warga datang. Jasad MD, berjarak sekitar dua meter dari anaknya yang berada di ayunan yang terbuat dari sarung. MK meninggal akibat luka goresan benda tajam bagian leher. Keduanya tewas dengan kondisi tidak wajar.
“Agak sulit memintai keterangan, karena ada luka di lehernya, jadi kami belum tahu, apakah tersangka melakukan percobaan bunuh diri setelah membunuh istri dan anaknya atau luka leher tersangka karena adanya perlawanan dari korban. Tapi dia (AH) sudah kami bawa berobat ke puskesmas,” kata Kapolsek Bengalon, Iptu Slamet Riyadi.
Dia melanjutkan, AH membunuh anak dan istrinya di rumah yang mereka tempati. Kejadian diduga jelang Magrib.
“Saksi lain mendatangi rumah tersangka untuk mengabari pada keluarganya jika AH mengamuk di dalam masjid, tapi para saksi malah menemukan istri dan anak tersangka dalam keadaan tengkurap dan berlumuran darah, di mana keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pembantai Anak dan Istri di Bengalon Juga Bacok Imam Masjid
Dari informasi yang dihimpun polisi, tidak ada gelagat aneh dari sosok AH dalam beberapa hari terakhir. Jadi, warga kaget melihat peristiwa tragis yang diduga dilakukan AH terhadap anak dan istrinya. “Kata tetangganya, biasa aja. Keseharian (AH) tidak ada yang menyimpang dan hari-harinya biasa aja,” ucap Slamet.
Dia melanjutkan, sebelum ditangkap dan dibawa ke Polsek Bengalon untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut, tersangka diduga sempat berupaya melakukan percobaan bunuh diri. Karena didapati luka di bagian leher. Pemeriksaan masih terus dilanjutkan hingga Senin (14/6). Kapolsek menuturkan, tersangka enggan diperiksa. Bahkan sekadar untuk menjawab pertanyaan pun kerap diabaikan. AH lebih memilih mengamuk di kantor polisi dibanding memberi keterangan.
“Kami sudah olah TKP, tapi kami tetap melakukan pemeriksaan dan masih menggali informasi lagi. Tapi tersangka masih tidak mau ngomong, sepertinya dia depresi. Sampai subuh cuma ngamuk dan teriak-teriak saja,” sebutnya.
Slamet pun enggan berasumsi jika sikap tersangka akibat pengaruh ilmu hitam yang disampaikan warga. “Kami harus tunggu hasil periksa medis dulu. Kali ini memang agak sulit. Karena semalam anggota terbatas dan harus bagi tugas, ada yang mengurus mayat, ada yang menangani pelaku,” bebernya.
Kasus pembunuhan seorang suami kepada istri dan anaknya, telah menggegerkan Kutai Timur. Tersangka disebut-sebut memiliki gangguan kejiwaan. Namun, untuk hal ini, perlu penyelidikan dan pemeriksaan lebih mendalam lagi. Meski begitu, jika memang gangguan jiwa, hal ini pun menunjukkan bahwa lelaki pun rentan terhadap gangguan jiwa.
”Kalau dia mabuk, tetap harus diperiksa kejiwaan oleh psikiater juga psikolog klinis, apakah ada riwayat gangguan kejiwaan. Jika pun dia ternyata memiliki riwayat gangguan kejiwaan, juga tetap harus diperiksa, apakah dia ketika melakukan pembunuhan itu dalam kondisi kambuh atau tidak,” kata Ayunda.
BACA JUGA: Suami di Bengalon Tebas Istri, Anak Disembelih di Ayunan
Sebab, tidak serta-merta orang dengan gangguan jiwa ketika melakukan tindakan kejahatan akan terbebas dari hukuman. Mengingat akan harus ditelaah kembali, apakah dia melakukan kejahatan itu dalam keadaan gangguan kejiwaannya kumat atau tidak. Jika diketahui dalam keadaan sadar, apalagi diketahui dia minum obat dengan teratur dan baik, maka dia bisa saja dihukum. Ini maka ujung-ujungnya perlu diperiksa kembali kejiwaannya.
Alasan mengapa dia melakukan tersebut, tentu harus diusut. Tetapi, penyebabnya bisa saja multifaktor. Bisa saja faktor ekonomi atau konflik keluarga. Sehingga, tersangka gelap mata membunuh anak istrinya. Selain itu, tingkat pendidikan atau kecerdasan bisa saja turut berperan.
Misalnya, saat ini masyarakat menyebut bahwa tersangka diduga gila karena sebelumnya mencoba menganut ilmu hitam. Jika dia memiliki pengetahuan rasional yang baik, tentu tidak mudah percaya dengan ilmu hitam. “Biasanya orang menganut ilmu hitam itu kan disebabkan karena ingin kaya, abadi, atau terlihat awet muda. Kalau mereka yang rasional, kalau ingin kaya ya pasti bekerja,” imbuh Ayunda.
Di sisi lain, kerentanan laki-laki mengidap gangguan kejiwaan juga memang mudah terjadi di era saat ini. Dalam konstruksi sosial masyarakat yang cenderung patriarki, laki-laki dituntut untuk selalu kuat. Mereka tidak boleh mengeluarkan emosi sedihnya. Seperti menangis atau bersedih. Laki-laki dituntut harus selalu kuat, seberapa pun berat yang dia tanggung. Padahal, sama seperti perempuan, laki-laki pun bisa merasa tertekan. Mereka pada akhirnya menumpuk dan menyimpan emosi itu sendiri.
“Sedangkan, emosi itu energi. Harus dikeluarkan. Meskipun energi negatif, caranya misal dengan menangis atau bercerita dengan sejawat, tapi itu akan berdampak untuk membuat dia lebih lega,” jelasnya.
Jika mereka menimbun dan menyimpan sendiri, suatu waktu akan menjadi bom waktu bagi mereka. Ketika sudah tidak mampu menanggung, dia bisa saja mengalami depresi berkepanjangan dan berujung pada gangguan kejiwaan. Maka dari itu, kepekaan untuk menjaga kesehatan mental sangat penting di era sekarang. (nyc/*/la/riz/k16)







