• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Masterplan Penanganan Banjir, Pilih yang Usang atau Review

by Redaksi Bontang Post
27 Juni 2021, 11:47
in Bontang
Reading Time: 8 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Polemik mengenai rencana pembuatan masterplan penanganan banjir di Bontang melibatkan pemkot dan pimpinan DPRD. Usulan pembuatan itu sebelumnya digaungkan oleh Pemkot Bontang pada pergeseran anggaran mendahului APBD Perubahan. Tetapi pimpinan dewan meminta agar skema ini diajukan pada 2022 dengan program penanganan banjir yang lebih komprehensif.

Menanggapi itu, pakar drainase dari Universitas Mulawarman Thamrin mengatakan sejatinya masterplan itu mencakup desain penanganan untuk mengatasi banjir. Baik itu hitungan debit air yang masuk dari hulu, posisi mana saja yang banjir, dan apa yang dilakukan di daerah tersebut. Baik itu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bontang maupun Guntung.

“Masterplan itu makro penyelesaiannya. Sehingga tidak serta–merta bikin program pelebaran sungai, buat pompa, atau buat embung. Termasuk efek-efeknya ketika membuat program tersebut,” kata Thamrin.

Sehingga masterplan itu merupakan rujukan dari pemkot untuk menyusun program terkait penanggulangan banjir. Dari segi jangka pendek, menengah, dan panjang. Termasuk aspek mana yang menjadi skala prioritas. Sembari menyiapkan pos anggaran untuk merealisasikan program tersebut.

Baca Juga:  Sungai Mendangkal, Luapan Air Menggenangi Jalan Cipto Mangunkusumo Jika Hujan

“Ini akan menjadi pilihan apakah bendung dulu atau normalisasi saluran dulu. Masterplan itu lebih runtut. Apa saja yang harus diselesaikan lebih dulu. Bukan meraba,” ucap akademisi yang juga jadi Pansus Banjir DPRD Bontang.

Termasuk dalam kajian induk itu apakah tetap memperhitungkan kehadiran Bendali Suka Rahmat atau dilepaskan. Pemkot Bontang pun harus memiliki langkah terkait dengan kondisi itu.

Ia membenarkan salah satu rekomendasi dari Pansus Banjir DPRD ialah pembuatan kajian induk penanganan banjir. Namun, ia tidak sempat melihat terkait masterplan sebelumnya buatan 2004. “Saya tidak diperlihatkan waktu itu terkait isi masterplan sebelumnya,” tutur dia.

Baca Juga:  Banjir, Aktivitas Sekolah Lumpuh 

Menurutnya pilihannya sekarang ialah tetap memakai acuan tersebut atau melakukan review. Tujuannya ialah memastikan berapa skema penanganan yang sudah terlaksana jika mengacu kajian induk lama sampai detik ini. Dijelaskan dia, tidak menutup kemungkinan butuh pembaharuan masterplan. Mengingat perkembangan masyarakat lebih cepat dibandingkan regulasi. Termasuk potensi adanya faktor baru penyebab banjir. Menyesuaikan dengan tipografi dan kondisi lingkungan terkini.

“Regulasinya belum jadi misalnya jangan bangun (rumah) sembarang. Tetapi masyarakat sudah melakukan itu. Apakah 2004 itu sudah mengadopsi daerah yang tidak boleh dibangun,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bontang Basri mengatakan pembuatan masterplan penanganan banjir diajukan pada pergeseran anggaran mendahului APBD Perubahan. Membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Nantinya, masterplan ini akan disusun oleh akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

“Saya heran dulu DPRD membuat pansus banjir. Begitu getolnya untuk menyelesaikan masalah ini. Tetapi ketika kami ajukan untuk penyusunan masterplan ditahan-tahan,” kata Basri.

Baca Juga:  Daerah Ini Langganan Banjir, Butuh Pintu Air

Sementara Ketua DPRD Andi Faisal Sofyan Hasdam mengatakan legislator tidak menghalangi langkah Pemkot Bontang. Apalagi dalam upaya penanggulangan banjir. Harapannya justru tiap tahun titik banjir semakin dapat ditekan.

Tetapi paparan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hanya berisi lima komponen terkait langkah penanganan banjir. Bahkan, belum ada program besar yang tidak tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).Kelima komponen itu meliputi normalisasi sungai, normalisasi parit, pembangunan polder, pembuatan sumur resapan, dan pemanfaatan Waduk Kanaan dan Bendali Suka Rahmat.

“Tidak ada program besar sehingga belum diperlukan untuk pembuatan masterplan. Karena masih selaras dengan program jangka panjang,” pungkasnya. (*/ak)

Tags: banjirBanjir Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Harapan Kami ya Cuma kalau Adu Penalti

Next Post

PPDB SD dan SMP Bontang, 2.089 Kuota Masih Kosong

Related Posts

Lumpur dan Sampah Sumbat Drainase, Tiga Titik Rawan Banjir di Bontang Dibersihkan
Bontang

Lumpur dan Sampah Sumbat Drainase, Tiga Titik Rawan Banjir di Bontang Dibersihkan

1 Oktober 2026, 11:30
Pemkot Bontang Siapkan DED Tiga Polder, Bidik Dana Provinsi dan APBN untuk Atasi Banjir
Pemkot Bontang

Pemkot Bontang Siapkan DED Tiga Polder, Bidik Dana Provinsi dan APBN untuk Atasi Banjir

29 Juni 2026, 17:14
Akses Bontang Kuala Kerap Terendam Rob, Pemkot Siapkan Rp40 Miliar Bangun Trotoar
Bontang

Akses Bontang Kuala Kerap Terendam Rob, Pemkot Siapkan Rp40 Miliar Bangun Trotoar

15 Juni 2026, 19:01
Jalan Awang Long Masih Tergenang, Dinas PUPRK Bontang Akui Drainase Belum Optimal
Bontang

Jalan Awang Long Masih Tergenang, Dinas PUPRK Bontang Akui Drainase Belum Optimal

18 April 2026, 16:13
Dinas PUPR Bontang Sebut Era Fresh Ubah Drainase Jadi Parit Kecil, Picu Aliran Terganggu
Bontang

Dinas PUPR Bontang Sebut Era Fresh Ubah Drainase Jadi Parit Kecil, Picu Aliran Terganggu

15 April 2026, 21:28
Drainase Baru Tak Mampu Atasi Genangan di Jalan Awang Long Bontang
Bontang

Drainase Baru Tak Mampu Atasi Genangan di Jalan Awang Long Bontang

15 April 2026, 18:25

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.