bontangpost.id –Â Pembangunan Bontang Citimall kembali disorot. Tidak hanya persoalan pagar tembok yang nyaris ambruk dan dikhawatirkan bisa membahayakan nyawa warga sekitar.
Sejumlah warga kembali mempermasalahkan persoalan banjir yang kerap melanda di kala hujan turun. Kondisi tersebut sudah terjadi hampir satu tahun belakangan ini. Hadaini misalnya. Dia menyebut, beberapa barang miliknya rusak akibat banjir.
Lemari, kulkas, hingga kasur. Beberapa kali banjir masuk ke rumah. Setinggi, lutut orang dewasa. “Banyak yang rusak ini, kalau hujan jadi takut,” ujarnya sambil menunjuk perabotan yang rusak.
Senada, Nurhamsiah warga RT 27, Tanjung Laut, Bontang Selatan, juga mengeluh lantaran kerap kebanjiran. Lantai rumah panggung miliknya bahkan perlahan mulai mengalami kerusakan. “Pernah ke sini cuma difoto aja, tapi tidak pernah ada bantuannya,” katanya.
Banjir ini dikatakan Nurhamsiah sudah mulai terjadi sejak awal pembangunan mal tersebut. Kini dia berharap ada kompensasi yang diberikan pihak BCM. Minimal mengganti kerugian kerusakan alat rumah tangga yang beberapa kali terendam banjir.
Sementara Mustam Effendi warga RT 26 Kelurahan Tanjung Laut juga mengaku semenjak pembangunan mal, lingkungan sekitar memang kerap digenangi banjir. Namun, dia menyebut telah mendapat bantuan dana dari pihak BCM untuk perbaikan rumah. Mengingat, semenjak adanya pembangunan, konstruksi rumah miliknya perlahan mengalami kemiringan. Akibat getaran saat proses pemancangan.
“Sudah dapat sebagian warga sini, tapi ini dekat rumah saya selalu masuk air ke rumahnya, tapi belum dapat bantuan,” ujarnya.
Dikonfirmasi, Site Manajer BCM Prasetyo mengatakan pihaknya telah melakukan ganti rugi kepada warga sekitar. Adapun pengerjaan proyek berserta dampak lingkungannya masuk dalam tanggung jawab kontraktor. “Kami malah ganti untung, biaya perbaikan rumah warga sudah kami kasih,” katanya.
Diketahui, saluran air yang mencegah banjir masuk kerumah warga, tersumbat pembangunan. Lokasi awal yang merupakan lahan kosong, aliran airnya langsung menuju anak sungai. Namun sejak adanya proyek pembangunan, aliran air turun langsung ke permukiman warga. Persoalan ini sebelumnya juga sudah pernah diadukan ke DPRD Bontang. Hingga disepakati pada RDP bersama pihak BCM dan Ketua RT setempat, untuk dibangunkan drainase di sekitar lingkungan warga. Untuk menghindari banjir kembali terjadi. Namun, nyatanya, jika hujan terus-terusan, rumah warga di sekitar mal, masih kerap terendam banjir. (*)







