• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Setelah Ditabrak, Biaya Perbaikan Jembatan Mahakam Hampir Rp 1 Miliar

by Redaksi Bontang Post
9 September 2021, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Jembatan Mahakam

Jembatan Mahakam

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Perhatian pemerintah terhadap Jembatan Mahakam bikin publik mengurut dada. Jembatan yang kini berumur 35 tahun itu, sudah belasan kali ditabrak kapal. Dari catatan Kaltim Post (induk bontangpost.id), sejak 2010 Jembatan Mahakam telah ditabrak sebanyak 14 kali. Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (30/8). Ironisnya, kamera pengawas atau CCTv yang diharapkan dapat merekam secara detail lalu lintas kapal justru tidak ada.

Hilangnya CCTv pun baru terungkap sepekan setelah kejadian. Ketika Komisi III DPRD Kaltim memanggil Pelindo 4 Samarinda, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, dan Dinas Perhubungan Kaltim, Senin (6/9). Kondisi itu membuat masyarakat bertanya-tanya. Apakah pengawasan serta pengecekan Jembatan Mahakam dilakukan secara berkala oleh pemerintah. Sebab, hilangnya kamera pengawas baru diketahui setelah ditabrak. Mengenai kapan alat itu hilang, juga tidak diketahui. Bahkan, selain kamera pengawas, pengaman pada pilar 4 Jembatan Mahakam juga tak ada. Pihak-pihak yang bersinggungan dengan Jembatan Mahakam seolah menutup mata terkait kondisi itu.

Menurut pengamat lalu lintas Haryoto, keberadaan CCTv sangat penting untuk memantau aktivitas di sekitar Jembatan Mahakam. Keberadaannya kian vital setelah terjadi insiden kapal tongkang menabrak pilar jembatan pekan lalu. Sehingga dirinya menyayangkan jika CCTv justru hilang. “CCTv (berfungsi) memantau, merekam pelanggaran dan event lainnya untuk evaluasi analisa. Bahkan bisa untuk pencegahan dini. Sesuai tujuan pemasangan dan lokasinya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jembatan Mahakam Bakal Ditutup Dua Pekan Usai Ditabrak Kapal Tongkang, Begini Nasib Lalu Lintas Darat dan Sungai

Hilangnya CCTv di Jembatan Mahakam hampir dipastikan tidak ada pemantauan secara real time oleh pihak berwenang lewat layar monitor. “Kalau hilang, kan berarti di layar tidak ada tangkapan gambar” sebutnya.

Haryoto melanjutkan, harusnya semua pihak berwenang proaktif mencegah insiden serius terjadi pada Jembatan Mahakam. Termasuk menyikapi temuan lainnya jika pelindung pada tiang atau fender juga harus dibangun. “Sebab, jika tak diperhatikan atau dipasang lagi, risikonya cukup tinggi. Sebab, dikhawatirkan banyak tumbukan, struktur tanah tempat berdiri dan penjepit tiang fondasi (Jembatan Mahakam) terganggu,” tuturnya.

Mengingat berulang kalinya peristiwa Jembatan Mahakam ditabrak kapal, Haryoto menyampaikan perlu dilakukan evaluasi secara mendetail.

Sementara itu, lebih dari sepekan setelah Jembatan Mahakam ditabrak, nilai kerusakan materiil yang ditimbulkan menyentuh angka Rp 800 juta. Itu baru penghitungan awal. “Jadi, untuk kerusakan-kerusakan yang kelihatan, sudah ada nilainya, untuk biaya perbaikannya, persisnya ada nanti di satker (satuan kerja)-nya, tapi sekitar Rp 800-an juta lebih ya,” kata Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Junaidi. Meski biaya perbaikan nyaris mencapai Rp 1 miliar, dia mengklaim konstruksi Jembatan Mahakam saat ini masih aman. Dia melanjutkan, jika sudah ada keputusan harus diperbaiki, maka BBPJN akan segera menganggarkan biaya penguatan struktur jembatan.

Baca Juga:  Si Kembar Beda Rupa Dioperasikan Bersamaan

Junaidi memaparkan, detail pemeriksaan hingga kini memang belum tuntas. Pihaknya pun masih terus mengecek kondisi fondasi Jembatan Mahakam. Apakah terpengaruh atau tidak setelah insiden pekan lalu. Dia memastikan, BBPJN masih harus melakukan identifikasi lagi. “Tidak bisa secepat itu kan. Perhitungan kerugian yang kelihatan aja kan. Dari visual, dari investigasi lapangan langsung,” sambungnya. Terkait uang ganti rugi yang nanti akan diberikan perusahaan, disebutnya tak akan langsung ditangani BBPJN. Sebab, uang itu nantinya harus disetor ke kas negara. Pihaknya tidak ikut campur soal itu. Namun, yang jelas saat ini kapal sudah ditahan. Di sisi lain, urusan ganti rugi juga akan melibatkan notaris. Sehingga, jika ada perjanjian ganti rugi, maka hal itu menjadi jelas dan tercatat secara hukum.

BBPJN Kaltim juga melakukan pemasangan kaca di Jembatan Mahakam. Dijelaskan Junaidi, kaca itu digunakan untuk mengecek secara visual. Apakah ada pergerakan pilar Jembatan Mahakam atau tidak. “Kalau kaca diikat, ada pergerakan langsung terlihat dia, kalau goyangnya melebihi pasti pecah kaca itu. Sejauh ini tidak pecah,” sebut dia.

Secara visual hingga saat ini, ditegaskan Junaidi memang tidak ada pergerakan. Tetapi harus ada pengukuran. Sehingga, pihaknya akan mengundang ahli. Jika nanti tidak ada pergerakan, pihaknya juga tak mau mengada-ada. Semua berdasarkan hasil pengukuran ahli. “Kalau sampai runtuh (jembatan) kan ratusan miliar dia (penabrak) kena denda,” sambungnya.

Baca Juga:  Pengaman Pilar Jembatan Mahakam Lenyap, Bukti CCTv Hilang

Pihak berwajib pun disebut Junaidi sudah menangani hal ini. Di mana kapal sudah ditahan polisi. Menurutnya, penabrak tentu saja akan membayar ganti rugi. “Kita juga mengerti, yang penting negara tidak rugi,” jelas Junaidi.

Diwartakan sebelumnya, pada Senin (30/8) pagi, Kapal Tongkang Intan Kelana 13 yang ditarik Tug Boat JKW Mahakam 2, menabrak pilar Jembatan Mahakam sekitar pukul 06.30 Wita. Ada beberapa kejanggalan mengapa insiden itu terjadi. Tugboat (TB) JKW Mahakam II yang menarik kapal tongkang Intan Kelana 13, semestinya belum berada di dekat Jembatan Mahakam sekitar pukul 06.00, Senin lalu.

Seharusnya, TB JKW Mahakam II berhenti atau menambat Intan Kelana 13 yang saat itu mengangkut 7.600 metrik ton batu bara di perairan sekitar Jembatan Mahakam Ulu. Bukan di perairan sekitar Gunung Lipan. Aktivitas melintas di bawah kolong Jembatan Mahakam atau disebut pengolongan, telah diatur waktunya oleh otoritas terkait. Pada pukul 07.00–12.00 Wita, merupakan jadwal pengolongan bagi kapal yang hendak menuju hilir Sungai Mahakam. Sedangkan pada pukul 13.00–18.00 Wita, giliran jadwal pengolongan menuju hulu sungai. Jadwal ini pun telah disesuaikan dengan kondisi arus pasang-surut sungai. (nyc/riz/k15)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: jembatan mahakam
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bontang Mulai Vaksin Ibu Hamil Sabtu Ini

Next Post

Job Fit 16 Pejabat Masuk Tahap Presentasi, Penentuan Posisi Hak Wali Kota

Related Posts

Ganti Rugi Jembatan Mahakam Diperkirakan Rp35 Miliar
Kaltim

Ganti Rugi Jembatan Mahakam Diperkirakan Rp35 Miliar

27 Februari 2025, 19:00
Jembatan Mahakam Bakal Ditutup Dua Pekan Usai Ditabrak Kapal Tongkang, Begini Nasib Lalu Lintas Darat dan Sungai
Kaltim

Jembatan Mahakam Bakal Ditutup Dua Pekan Usai Ditabrak Kapal Tongkang, Begini Nasib Lalu Lintas Darat dan Sungai

25 Februari 2025, 18:00
Dewan Usul Jembatan Mahakam Ditutup, Pemprov Setuju, BBPJN Sebut Tak Perlu
Kaltim

Dewan Usul Jembatan Mahakam Ditutup, Pemprov Setuju, BBPJN Sebut Tak Perlu

22 Februari 2025, 15:00
Sepakat Jembatan Mahakam Ditutup Sementara, DPRD dan Pemprov Kaltim; Pemilik Tongkang Penabrak Harus Tanggung Jawab
Kaltim

Sepakat Jembatan Mahakam Ditutup Sementara, DPRD dan Pemprov Kaltim; Pemilik Tongkang Penabrak Harus Tanggung Jawab

20 Februari 2025, 13:00
Babak Belur Dihantam Ponton, Pelindung Jembatan Mahakam Lenyap, Pilar Utama Terancam
Kaltim

Babak Belur Dihantam Ponton, Pelindung Jembatan Mahakam Lenyap, Pilar Utama Terancam

20 Februari 2025, 08:00
Pilar Jembatan Mahakam Ditabrak, Polisi Sebut Kelalaian Pandu, Ada SOP Tak Dijalankan
Kaltim

Pilar Jembatan Mahakam Ditabrak, Polisi Sebut Kelalaian Pandu, Ada SOP Tak Dijalankan

30 Desember 2022, 12:00

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.