• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Proses Lelang Bermasalah, Pengamat; Kepentingan Rakyat Jadi Korban

Dua Proyek Bankeu Gagal Tender

by Redaksi Bontang Post
10 September 2021, 09:58
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Bantaran Sungai Bontang yang berlokasi di samping Kantor PMI Bontang ini tidak jadi dikerjakan karena durasinya tersita imbas saling sanggah dalam proses lelang.

Bantaran Sungai Bontang yang berlokasi di samping Kantor PMI Bontang ini tidak jadi dikerjakan karena durasinya tersita imbas saling sanggah dalam proses lelang.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Dua paket pekerjaan bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim 2021, gagal ditenderkan. Meliputi peningkatan Jalan Asmawarman senilai Rp 10,5 miliar dan penurapan Sungai Bontang Rp 22,9 miliar. Total anggaran yang dikembalikan ke kas Pemprov yakni Rp 33,4 miliar.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah mengatakan terjadinya sanggahan itu pertanda ada masalah dengan proses lelang. Kemungkinan terjadi tarik ulur kepentingan dalam lelang tender proyek. Sebab sanggahan, lazimnya terjadi dalam beberapa situasi. Misalnya ada indikasi penyalahgunaan wewenang, menyimpang dari ketentuan, dugaan praktek KKN, hingga lelang yang penuh rekayasa serta tidak transparan

“Jadi kalau ada sanggahan, berarti lelangnya memang bermasalah,” kata dosen yang akrab disapa Castro ini.

Ia juga menduga kuat fenomena saling sanggah ini merupakan imbas dari sisa pertarungan Pilwali 2020. Bisa jadi pihak yang saling sanggah tersebut punya backup masing-masing. Tetapi ujungnya hanya masyarakat terimbas dari kejadian tersebut. Lantaran dua infrastruktur itu sangat dibutuhkan dalam kenyamanan akses dan penguraian masalah banjir di Bontang.

Baca Juga:  Imbas Dua Paket Batal Tender, Pemprov Evaluasi Serapan Bankeu

“Mereka yang berkonflik, rakyat yang dikorbankan,” ucapnya.

Menurutnya, ada prinsip kehati-hatian yang diabaikan dalam penetapan pemenang lelang tender. Kondisi ini harus dibenahi. Dengan menyingkirkan anasir kepentingan yang sifatnya transaksional dalam pelaksanaan lelang. “Pemenang betul-betul ditentukan secara profesional, terbuka, dan transparan,” tutur dia.

Berkenaan dengan proyeksi besaran bankeu tahun selajutnya, bergantung kepada Pemprov Kaltim. Menyangkut kegagalan proses tender, pemprov harus melakukan evaluasi. Bisa saja tetap akan memberi alokasi yang sama atau tidak.

Diketahui, total gelontoran Bankeu yang diterima Pemkot Bontang tahun ini mencapai Rp 48.638.000.000. Alokasi itu diperuntukkan ke dalam 18 pos. Mulai yang dibawahi Dinas PUPRK, Setkot, DPKPP, DKP3, DLH, Disdikbud, dan Disdidamkartan.

Baca Juga:  Dua Paket Tender Batal Dilelang, Kucuran Bankeu 2022 Terancam Susut

Sebelumnya diberitakan, Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutim, dan Berau Henry Pailan Tandi Payung mengatakan kondisi gagal lelang dua paket pekerjaan itu bisa saja berpengaruh terhadap kucuran bankeu tahun depan untuk Bontang. Secara otomatis ketidakserapan maksimal gelontoran anggaran ini akan masuk evaluasi.

“Terkait kesiapan Bontang dan proses lelang. Pasti hasil evaluasi menilai Bontang tidak siap dalam menerima bantuan ini,” kata Politisi Partai Gerindra ini.

Ketua DPRD Andi Faisal Sofyan Hasdam menilai ini merupakan masalah klasik. Padahal, menurutnya APBD periode berikutnya itu diketuk di tiap jelang akhir tahun. Tetapi mengapa proses pelelangan itu baru digeber di pertengahan tahun.

“Tujuan pembahasan itu cepat supaya perencanaannya sudah mulai di awal tahun dan langsung masuk proses lelang. Saat bulan Juni, Juli, maupun Agustus dan gagal lelang selalu alasan tidak terkejar waktunya,” keluhnya.

Baca Juga:  Dikucur Rp 6,6 Miliar, 3 Jalan Bakal Dipermulus

Politikus Partai Golkar ini menerangkan Pemkot tidak memiliki dana besar untuk membangun sejumlah infrastruktur. Berkaitan dengan keterbatasan kondisi kas daerah. Tetapi ketika ada anggaran bantuan dari Pemprov Kaltim justru tidak terserap maksimal. Ia pun menyayangkan kondisi ini.

“Ada dana Rp 23 miliar untuk penanggunalan banjir sesuai dengan semangat bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Namun dari awal tahun ini tidak diapa-apain,” ucapnya.

Ia pun memandang aneh. Sebab, kedua paket pengerjaan ini sudah ada perencanaannya sebelumnya. Sehingga tidak membutuhkan waktu untuk mengerjakan mekanisme kajian teknis perencanaan. Secara regulasi, pelelangan paket pekerjaan itu bisa dilakukan di awal tahun. Bahkan beberapa daerah pun telah menerapkan skema tersebut.

“Ini tinggal kemauan. Secara regulasi diperbolehkan kok. Selalu alasan kurang personel dan belum disesuaikan perencanaan,” pungkasnya. (*/ak)

Tags: gagal tenderproyek bankeu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rapat Mewah Pejabat Bontang di Hotel Bintang Lima Bali

Next Post

Pasien Covid-19 Tak Bisa Dipaksa Masuk Isoter

Related Posts

Dua Paket Tender Batal Dilelang, Kucuran Bankeu 2022 Terancam Susut
Bontang

Dikucur Rp 6,6 Miliar, 3 Jalan Bakal Dipermulus

28 September 2021, 09:28
Proyek Jalan Dana Bankeu Tender Ulang, Pagu Anggaran Susut Jadi Rp 2,5 Miliar
Bontang

Proyek Jalan Dana Bankeu Tender Ulang, Pagu Anggaran Susut Jadi Rp 2,5 Miliar

26 September 2021, 13:34
Imbas Dua Paket Batal Tender, Pemprov Evaluasi Serapan Bankeu
Bontang

Imbas Dua Paket Batal Tender, Pemprov Evaluasi Serapan Bankeu

11 September 2021, 10:58
Dua Proyek Senilai Rp 33,4 Miliar Menguap, Kerja Panitia Tender Disoroti DPRD
Bontang

DPRD Sesalkan Kinerja Pokja Lelang Proyek Bankeu

8 September 2021, 16:30
Dua Paket Tender Batal Dilelang, Kucuran Bankeu 2022 Terancam Susut
Bontang

Dua Paket Tender Batal Dilelang, Kucuran Bankeu 2022 Terancam Susut

8 September 2021, 13:20

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.