bontangpost.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) memastikan dua paket pekerjaan bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim batal ditenderkan. Meliputi peningkatan Jalan Asmawarman senilai Rp 10,5 miliar dan penurapan sungai Bontang Rp 22,9 miliar.
Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutim, dan Berau Henry Pailan Tandi Payung mengatakan kondisi itu bisa saja berpengaruh terhadap kucuran bankeu tahun depan untuk Bontang. Secara otomatis ketidakserapan maksimal gelontoran anggaran ini akan masuk evaluasi.
“Terkait kesiapan Bontang dan proses lelang,” kata politikus Partai Gerindra ini.
Ia pun menyayangkan kejadian ini. Terlebih, kedua perbaikan infrastruktur ini sangat diharapkan warga. Penurapan sungai Bontang dapat membantu pengentasan permasalahan banjir di Kota Taman.
Sementara peningkatan Jalan Asmawarman diharapkan agar akses mobilisasi warga menjadi nyaman. Di tambah pembuatan drainase yang tentunya untuk mencegah terjadinya genangan air di wilayah tersebut.
“Pasti ada evaluasi karena Bontang dinilai tidak siap dalam menerima bantuan ini,” ucapnya.
Meski begitu, Henry memastikan tetap akan berjuang untuk bankeu tahun depan. Sebagai kewajiban selaku perwakilan di DPRD Kaltim. “Terpenting, jangan terulang lagi,” sebutnya.
Senada, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang Amiluddin mengatakan anggaran yang peruntukkannya untuk dua paket pengerjaan itu harus dikembalikan ke kas Pemprov Kaltim. Tentunya masuk sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun ini.
“Cuma masalahnya itu pasti akan diperhitungkan mendatang (besaran bankeu),” kata Amiluddin.
Menurutnya, kejadian ini merupakan kerugian besar bagi Pemkot Bontang. Mengingat kecil kemungkinan Pemprov Kaltim akan memberi bantuan dalam jumlah yang sama. Ia pun tidak menyangka kondisi ini terjadi. Terlebih bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan langsung.
“Tidak serta-merta besaran bankeu yang didapat tahun ini itu terjadi di 2022. Kecil kemungkinannya. Jadi sangat berpengaruh bankeu tahun depan,” sebutnya.
Diketahui, Total gelontoran Bankeu yang diterima Pemkot Bontang tahun ini mencapai Rp 48.638.000.000. Alokasi itu diperuntukkan ke dalam 18 pos. Mulai yang dibawahi Dinas PUPRK, Setkot, DPKPP, DKP3, DLH, Disdikbud, dan Disdamkartan.
Diberitakan sebelumnya, Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Bina Antariansyah mengatakan dinamika yang terjadi saat mekanisme pelelangan menjadi biang gagal tendernya paket pengerjaan peningkatan Jalan Asmawarman. Kondisi ini membuat durasi awal pengerjaan tertunda. Semula paket ini membutuhkan waktu sekira 5 bulan. Faktanya, hingga September ini proses pelelangan belum rampung.
“Kalau mau tender ulang tidak cukup waktu,” kata Bina.
Sebelumnya, Pokja sudah menetapkan perusahaan pemenang lelang. Akan tetapi ada sanggahan dari perusahaan lainnya. Bahkan tahapannya hingga memasuki sanggah banding. Dinas PUPRK pun menerima sanggah banding yang diajukan. Terkait apakah kejadian ini berpengaruh dengan proyeksi kucuran bankeu tahun depan, Bina belum bisa menjawabnya.
“Tidak tahu seperti apa untuk itu (proyeksi bankeu 2022). Karena koordinasi dulu tindaklanjutnya di provinsi,” ucapnya.
Rencananya, paket pengerjaan ini sepanjang satu kilometer. Tepatnya dari samping Terminal Bontang hingga simpang tiga Bundaran Kanaan. Selain, penebalan konstruksi jalan, proyek ini sekaligus pembuatan drainase samping kanan dan kiri akses tersebut.
“Meninggikan leveling jalan sama utamanya drainase. Endingnya, jalan tetap diaspal kembali,” tutur dia.
Sebelumnya kondisi serupa juga menimpa paket pekerjaan penurapan Sungai Bontang. Pagu anggaran mencapai Rp 22,9 miliar dari pos yang sama. Kepala Dinas PUPRK Tavip Nugroho mengatakan semula paket ini dirancang untuk enam bulan pengerjaan. Tetapi tiga bulan telah terpakai untuk mekanisme pelelangan.
“Karena waktu yang dipergunakan tender secara psikologis sudah menggunakan 50 persen. Tiga bulan digunakan dan belum ada pemenang,” kata Tavip.
Awalnya penurapan ini menyambungkan konstruksi lama. Tepatnya dari jalan Brokoli, samping SDN 010 Bontang Utara hingga jembatan di dekat SD Betlehem. Total panjang penurapan sebesar 500 meter. Kanan dan kiri sisi sungai. Dengan ketebalan di ujung atas mencapai setengah meter. (*/ak)







