• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Harga Batu Bara Kembali Naik

by BontangPost
23 Maret 2017, 12:43
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi Net

Ilustrasi Net

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Perlahan tapi pasti, harga batu bara mulai merangkak naik. Awal pekan ini saja, IHSG terdongkrak oleh sejumlah saham tambang, salah satunya milik PT Bumi Resources (BUM). Momentum yang sangat ditunggu bagi penambang emas hitam ini dijadikan upaya meningkatkan produksi. Meski demikian, ketergantungan terhadap batu bara ini harus perlahan ditinggalkan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Batu Bara Samarinda (APBS) Eko Prayitno mengatakan, kenaikan harga batu bara disambut baik oleh para pengusaha batu bara di Benua Etam. Dia mengatakan, hal itu terjadi lantaran permintaan juga mengalami kenaikan. Tak hanya batu bara, permintaan migas pun ikut naik. “Akibat adanya kesulitan ekonomi global, pabrik industri mengurangi permintaan sehingga pemakaian berkurang. Dari situ supply dan demand berbalik,” jelas Eko.

Dia mengatakan, dengan adanya kenaikan harga ini, tentu memberikan dampak bagi sejumlah perusahaan batu bara di Kaltim. Kata dia, perusahaan yang masih beroperasi saat harga jatuh, tentu berdampak maksimal. Namun, perusahaan yang sudah jatuh tidak secara otomatis bisa bergerak lagi. “Semisal dulu ada sekitar 100 perusahaan dengan harga turun tersisa 50 perusahaan yang masih jalan. Ketika harga naik, tidak otomatis jadi 100 perusahaan lagi. Bisa jadi sekitar 70 perusahaan saja,” sebutnya.

Baca Juga:  Keep Calm Borneo FC

Menurut Eko, banyak faktor penyebab tak semua perusahaan tambang bangkit lagi. Terlebih modal awal untuk memulai beroperasi cukup besar. Dia menjelaskan, yang perlu dilakukan para pengusaha batu bara di Kaltim saat ini adalah memanfaatkan momentum dengan meningkatkan produksi.

Selama ini para pengusaha yang bertahan pada harga sulit menurunkan produksinya. Hal itu menyebabkan kegiatan yang dihasilkan hanya di fase break event point (BEP) atau untung tipis. Jika benar-benar dihentikan, malah tambah rugi. “Maka dengan harga sudah bagus, tingkatkan produksi untuk mengembalikan seperti sebelumnya,” imbuhnya.

Eko mengakui, harga batu bara memang fluktuatif. Tapi, kata dia, saat ini trennya cenderung naik. Untuk mempersiapkan bila harga turun, setiap perusahaan harus bermain di jumlah produksi. Bila harga bagus, harus cepat-cepat meningkatkan produksi saat harga turun bertahan dengan efisien.

Baca Juga:  Rusmadi Masih Jawara

Terpisah, akademisi ekonomi dari Universitas Mulawarman Aji Sofyan Effendi mengatakan, meski harga batu bara naik, sudah saatnya meninggalkan ketergantungan pada emas hitam tersebut. “Sebab, dampak sosial lebih besar dari dampak ekonomi,” tegasnya.

Menurut dia, bagi entitas bisnis, perusahaan batu bara kembali bangkit sangat bagus untuk melakukan recovery dan merekrut kembali tenaga kerja yang selama ini yang dirumahkan. Sofyan mengatakan, dalam ekonomi makro jangka panjang Kaltim, sudah saatnya bisnis batu bara diakhiri. Apalagi Pemprov Kaltim saat ini tengah melakukan transformasi. “Kenaikan harga batu bara tak terlampau penting lagi. Ada sumber penghasilan selain batu bara di masa depan,” tuturnya.

Kalaupun bisnis emas hitam menggeliat lagi, dia menegaskan, wajib lakukan hilirisasi produk. Dia mengatakan, meski batu bara merupakan salah satu leading sektor, tapi tidak terlampau signifikan jika ditinjau dari dampak lingkungan dan kontribusi pajak. “Positifnya hanya meningkatkan lapangan kerja lagi,” urainya.

Baca Juga:  Pemprov Kaltim Bakal Buatkan Gedung SMA 16

Dia menjelaskan, ekonomi ibarat tubuh manusia yang bisa beradaptasi ketika sakit. Perekonomian Kaltim saat ini sedang beradaptasi dengan baik, sudah terbiasa dengan harga batu bara yang tak kunjung naik. “Kalaupun pertumbuhan ekonomi ada minus, lebih disebabkan migas, bukan batu bara,” kata Sofyan.

Lesunya sejumlah bisnis, semisal hiburan malam, kata dia, saat ini tak sepenuhnya karena batu bara. Menurut dia, ada banyak faktor. Salah satunya dalam perspektif penyelenggaraan pemerintah akibat adanya tsunami APBD. Sebab, menurut dia, orang kelas menengah ke atas tak selalu berasal dari kalangan batu bara, tapi juga dari sektor perdagangan, sawit. “Perusahaan besar tak hanya batu bara. Agak naif jika kita menyebut melesunya hiburan malam lantaran batu bara,” pungkasnya. (*/hdd/lhl/k16/kpg/gun)

Tags: Harga Batu BaraMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PSTW Gau Mabaji Bantu Lansia Samarinda

Next Post

‘Bolos’ sejak Oktober, Batal Dieksekusi, Dody ‘Aman’ Lagi

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.