• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Society

Cantiknya Batik Ramah Lingkungan dengan Pewarna Alam Buatan Kelompok Matahari Guntung

by Redaksi Bontang Post
19 Oktober 2021, 19:35
in Society
Reading Time: 2 mins read
0
Pertagas memberikan pelatihan Kelompok Matahari dalam pembuatan batik ramah lingkungan. Kegiatan dilakukan sebelum pandemi.

Pertagas memberikan pelatihan Kelompok Matahari dalam pembuatan batik ramah lingkungan. Kegiatan dilakukan sebelum pandemi.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Setelah batik Indonesia resmi diakui oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda, antusiasme masyarakat terhadap batik kian meningkat. Antusiasme terhadap batik tak berhenti pada pakaian, motif batik juga bermunculan pada tas, sepatu, taplak meja dan di era new normal seperti sekarang, batik muncul pada masker kain dan masker medis. Hal inilah yang mendorong masyarakat untuk terus berkreasi dan berinovasi dengan batik, seperti ibu-ibu rumah tangga RT 01, Kelurahan Guntung, Bontang Utara, Kalimantan Timur.

18 ibu rumah tangga yang dibina oleh Afiliasi Sub Holding Gas Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas) ini tergabung dalam Kelompok Matahari pada program CSR Kampoeng Batik Ecoprint. Manager Communication Relations dan CSR Pertagas, Elok Riani Ariza menyampaikan, Pertagas memberikan serangkaian pelatihan pada ibu-ibu Kelompok Matahari agar mampu menghidupi diri dan keluarga.

“Anggota kelompok matahari merupakan ibu-ibu rumah tangga berusia 35-55 tahun. Sebelumnya, mereka hanya mengandalkan penghasilan dari suami. Beberapa dari mereka bahkan menjadi tulang punggung keluarga karena berstatus single parent. Kemudian kami berikan pelatihan mendesign, menjahit, membuat pewarna alami dan memasarkan produk secara online. Kini ibu-ibu tersebut dapat memperoleh penghasilan 1 – 1,5 juta rupiah per bulan,” ungkap Elok.

Proses pembuatan batik Daon Jajar.

Kampoeng Batik Ecoprint menerapkan inovasi produk tekstil ramah lingkungan menggunakan zat pewarna alam yang berasal dari pemanfaatan tanaman dan sampah organik di sekitar pemukiman seperti kulit rambutan, limbah serbuk kayu ulin, daun mangga, kayu secang, daun jati dan daun jajar.

Proses pembuatan pewarna alam ini cukup sederhana. Pertama, tanaman yang akan digunakan sebagai pewarna direbus dan dibiarkan mendidih sampai airnya menyusut setengah, lalu didinginkan. Setelah air pewarna dingin, kain dimasukkan ke air pewarna sampai warnanya merata lalu direndam. Setelah itu kain ditiriskan/diperas, kemudian dikeringkan. Bila ingin mendapatkan warna yang nyata dan terang, dilakukan beberapa kali proses pencelupan dan pengeringan.

Sedangkan untuk pemberian motif, dilakukan metode eco print, menggunakan daun daunan asli yang disusun di atas kain, digilas dan digulung dengan pipa. Penggunaan pewarna alam dan metode eco print ini bertujuan mengurangi pencemaran air dari pewarna sintetis yang biasa digunakan oleh industri tekstil. Selain itu, daun daun sisa produksi pun dimanfaatkan menjadi pupuk kompos sehingga prinsip Zero Waste Production terwujud.

Produk yang diberi merk Batik Daon Jajar ini sudah memproduksi pakaian, tas, hijab, masker sampai perlengkapan makan yang dijual secara offlne dan online. Batik Daon Jajar termasuk dalam 9 ikon batik lokal khas Bontang dan satu-satunya yang berkonsep ramah lingkungan. Dalam acara Bontang Batik Night 2021 di Hotel Grand Mutiara 12 Oktober lalu, Pertagas mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Bontang Najirah, atas dukungan yang diberikan dalam membina UMKM batik lokal khas Bontang. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Pertagas
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Perencanaan Bontang Technopark Belum Matang, Bapelitbang Koordinasi ke Pusat Soal Kewenangan

Next Post

KKB Kenalkan Tradisi Endog-endogan dan Ancakan Pada Peringatan Maulid Nabi

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Belum Tahan Tersangka Kasus Penganiayaan di Muara Badak, Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.