bontangpost.id – Dua hari menjelang Ramadan 1443 H, Pemkot Bontang melakukan monitoring harga dan pasokan pangan yang terpusat di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Kamis (31/3/2022).
Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada penimbunan barang kebutuhan pokok. Dengan begitu, ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga dan aman.
Hasil dari monitoring di tiga pasar yaitu Pasar Citra Mas Loktuan, Pasar Telihan dan Pasar Tamrin diketahui tiga komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Di antaranya yaitu minyak goreng kemasan mengalami kenaikan 47,80 persen atau sekira Rp 27 ribu per liter.
“Saat ini minyak goreng yang paling bergejolak. Tapi alhamdulillah, stok minyak goreng satu bulan ke depan tercukupi,” ucap Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang Muhammad Ihsan usai melakukan monitoring.
Selain itu harga kedelai juga mulai merangkak naik, namun tidak sampai 25 persen. Yang semula Rp 13 ribu per kilo saat ini menjadi Rp 16 ribu per kilogram. Meski harga kedelai terbilang naik namun pasokan kedelai di tiga pasar tersebut terbilang aman dengan jumlah ketersediaan rata-rata 39 kilo.
Yang juga mengalami kenaikan yakni gula pasar. Sama seperti kedelai kenaikan gula pasir tidak sampai 25 persen. Yang semula Rp 14 ribu per kilo menjadi Rp 16 ribu per kilogram.
“Stok pasokan aman. Masih ada 105,76 kilogram,” sambungnya.
Sementara, harga untuk komoditas pangan seperti beras medium, jagung, kacang tanah, telur ayam, daging ayam ras, daging sapi, cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah serta bawang putih terbilang stabil.
Di lokasi yang sama, Wakil wali Kota Bontang Najirah mengimbau masyarakat untuk tidak belanja secara berlebihan atau panic buying karena dinilai dapat mempengaruhi ketersediaan stok komoditas pangan.
“Dengan momen ini saya harap untuk para pedagang juga tidak menaikan harga,” imbaunya. (*)

