bontangpost.id – Ratusan narapidana dan petugas Lapas Klas II A Bontang dites urine mendadak, Jumat (8/4/2022). Tes urine yang menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang ini menyasar 137 orang.
Kata Kepala Lapas Bontang Ronny Widiyatmoko, tes urine dilakukan secara acak bagi warga binaan. Namun, beberapa di antaranya, dicurigai terindikasi menggunakan narkoba atau zat adiktif lainnya. Kebanyakan merupakan narapidana kasus narkoba. “Tapi setelah dites, semua hasilnya negatif, makanya pentingnya kita lakukan tes urine, untuk deteksi dini,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya selama ini Lapas dituding menjadi sarang narkoba. “Itu juga yang mau kami tepis, sejak adanya kasus penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas Bontang, kami lebih ketat lagi dalam pengawasan. Semenjak itu, sampai sekarang sudah tidak ada lagi, ya jangan sampai ada kasus begitu lagi,” katanya.
Dia mengimbau kepada seluruh warga binaan dan petugas di Lapas Bontang agar tidak terjerumus dalam hal penyalahgunaan narkotika. “Siapa pun yang melakukan pelanggaran maka akan diberi sanksi tegas baik berupa pemberian hukuman disiplin tingkat, sedang, maupun berat,” tandasnya.
Ronny menambahkan, tes urine yang dilakukan secara mendadak ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58. Selain tes urine, vaksinasi booster bagi warga binaan turut dilakukan.
Diketahui, saat ini terdapat 1.400 narapidana yang menjalani hukuman di Lapas Bontang. 974 orang di antaranya merupakan napi dengan kasus narkoba. (*)







