SAMARINDA – Kondisi instalasi listrik di bangunan-bangunan yang ada di Kota Tepian rupanya banyak yang tidak laik. Hal ini disebut menjadi salah satu sebab maraknya kasus kebakaran.
Instalasi yang tidak memadai dengan daya yang digunakan, menjadi penyebab terjadinya hubungan arus pendek yang memicu kebakaran.
Ketua Persatuan Kontraktor Listrik Nasional (Paklina) Kaltim, Wahyudin mengatakan, kumpulan asosiasi kontraktor listrik beserta instansi pemerintah terkait sempat mengadakan inspeksi tahun 2015. Dari inspeksi yang dilakukan, didapati fakta bahwa, banyak bangunan di Samarinda yang instalasinya tidak laik atau tak sesuai daya yang digunakan.
“Bukan hanya rumah-rumah warga, instalasi listrik yang tidak laik ini juga banyak ditemukan di gedung-gedung perkantoran dan juga sekolah-sekolah,” terang Wahyudin kepada Metro Samarinda (Kaltim Post Group).
Dengan kondisi instalasi yang tidak memenuhi standar layak operasi (SLO), berpotensi menyebabkan hubungan arus pendek atau korsleting. Sehingga dapat menyebabkan kebakaran seperti yang banyak terjadi di awal tahun ini.
Menurutnya, tidak standarnya instalasi listrik tersebut, salah satunya dikarenakan peningkatan daya seiring dengan penambahan alat-alat elektronik yang digunakan.
“Misalnya di sekolah-sekolah. Dulu kan tidak banyak beban listrik yang digunakan. Seiring penggunaan teknologi, banyak yang memasang komputer. Nah, komputer ini kan butuh daya yang besar, sementara instalasi listriknya tidak mendapatkan penyesuaian,” bebernya.
Untuk itu, dia berharap pihak sekolah bisa melakukan pengecekan pada instalasi listrik yang digunakan. Bila memang sudah tidak standar, perlu untuk disesuaikan. Apalagi dari hasil inspeksi dua tahun silam tersebut, didapati ada sekitar 16 sekolah yang instalasi listriknya tidak standar. Pun begitu pada kantor-kantor pemerintahan seperti kantor lurah dan kantor camat.
“Ini yang perlu menjadi perhatian. Masih banyak kantor yang instalasinya belum memenuhi SLO,” sebut Wahyudin.
Selain itu, dia juga menyoroti instalasi listrik yang tidak standar di rumah-rumah warga kurang mampu. Menurutnya, rumah tangga tidak mampu perlu mendapat bantuan perbaikan instalasi listrik. Karena dikhawatirkan bila terjadi kebakaran, turut menyebar dan mengakibatkan kerugian pada rumah-rumah warga di sekitarnya.
“Buat makan saja susah, apalagi buat perbaiki instalasi listrik. Makanya kami dari Paklina sempat memberikan bantuan instalasi listrik kepada warga miskin dan tidak mampu,” tandasnya. (luk)






