• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kampus Dituntut Tingkatkan Kuliah Praktik 

by BontangPost
21 Agustus 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Edi Rahmat(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Edi Rahmat(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

MEREBAKNYA pengangguran dari lulusan perguruan tinggi semata-mata tidak dapat sepenuhnya disebabkan minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia di Kaltim. Justru penyebab utamanya, cara perkuliahan yang disajikan di kampus belum dapat menjawab kebutuhan pasar kerja.

Pengamat pendidikan dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Edi Rahmat menuturkan, perguruan tinggi perlu memperbaiki standar perkualiahan. Dia melihat, kampus masih mengandalkan pembelajaran yang berbasis teoritis.

“Banyak teori yang disampaikan oleh dosen. Tetapi praktiknya kurang. Padahal praktik itu bisa melibatkan tugas mandiri maupun tugas kelompok,” sebut Edi pada Metro Samarinda, Senin (20/8) kemarin.

Menurut dia, ketika ada dosen yang menerapkan studi berbasis praktik, mahasiswa belum berinisiatif bekerja secara mandiri. Mahasiswa lebih senang mengerjakan tugas secara kelompok.

Baca Juga:  Seleksi Bawaslu Kaltim Masuk Tahap Akhir, 6 Calon Berebut Posisi

Akibatnya, tidak muncul keterampilan khusus dari mahasiswa. Padahal setiap praktik yang dilaksanakan dapat memacu munculnya keahlian baru dalam diri mahasiswa.

“Karena effort mahasiswa untuk dirinya sendiri itu sangat terbatas. Yang terjadi, ada disparitas. Mahasiswa yang punya effort di perguruan tinggi mapan, itu akan melahirkan orang-orang yang berdaya saing tinggi,” ucapnya.

Inisiatif pribadi selama perkuliahan tersebut, lanjut dia, akan berimbas pada lulusan kampus. Sebab ketika lulus dari perguruan tinggi, mahasiswa yang memiliki inisiatif inividual, tidak perlu mencari pekerjaan.

“Mereka bisa membuat lapangan kerja sendiri. Kita bisa melihat beberapa contoh dari UGM (Universitas Gadjah Mada, Red.). Mereka masih muda. Tetapi bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” sebutnya.

Baca Juga:  Terinspirasi Tayangan Fashion Show, Utamakan Kepribadian dan Jadi Diri Sendiri

Begitu juga dengan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Benua Etam. Umumnya sekolah memiliki kelemahan dalam bidang praktikum. Sehingga keterampilan yang dimiliki sangat rendah dibandingkan lulusan SMK dari pulau Jawa.

“Memang ada perbedaan generasi saya dengan generasi sekarang. Generasi lulusan 80-an itu kemampuan pribadinya sangat tinggi. Karena ditempa dengan tugas-tugas yang sangat luar biasa,” bebernya.

Karena itu, pengembangan pribadi sangat diperlukan bagi mahasiswa atau pelajar di SMA/SMK. Sebab saat ini, peluang kerja justru banyak lahir dari industri kreatif.

Salah satunya keterampilan teknologi. Dari situ, mahasiswa dapat memiliki gagasan untuk menciptakan lapangan kerja. Terlebih saat ini, pemerintah pusat mendorong mahasiwa untuk bergerak di industri kreatif.

Baca Juga:  Proyek MYC Terancam Mandek 

“Dengan keterampilan itu, mahasiswa dapat hidup mandiri. Tidak harus tergantung pada pihak lain. Sekarang bermacam-macam aplikasi. Aplikasi itu bisa dijual. Kalau sudah laku, bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” imbuhnya.

Namun demikian, mahasiswa di Kaltim pada umumnya masih gagap teknologi. Padahal era digital terbukti memunculkan beragam lapangan pekerjaan.

“Di industri kreatif itu, jangan dilihat mereka menganggur. Sesungguhnya mereka bekerja. Lebih kreatif. Memang tidak terdata. Misalnya Go-Jek, Grap, dan lain-lain. Industri itu diciptakan para mahasiswa. Lalu mereka sambil bekerja lewat aplikasi itu,” tegas Edi. (*/um)

Tags: Metro Samarindapengangguranperguruan tinggi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ribuan Alumni Akademik Menganggur 

Next Post

Salah Info Lokasi Tawuran

Related Posts

Bontang Targetkan Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Fiskal, UMKM Jadi Prioritas
Pemkot Bontang

Bontang Targetkan Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Fiskal, UMKM Jadi Prioritas

7 Agustus 2026, 11:00
Disnaker Bontang Kebut Finalisasi Pendataan Pencaker dan Kebutuhan Tenaga Kerja 2026
Bontang

Disnaker Bontang Kebut Finalisasi Pendataan Pencaker dan Kebutuhan Tenaga Kerja 2026

29 November 2025, 18:07
WOW!!! Pengangguran Bejibun di Ibu Kota 
Bontang

Awas Bahaya Kenaikan Tarif PPN Jadi 12 Persen Picu Gelombang PHK di Berbagai Sektor Usaha di Kaltim

24 November 2024, 16:25
Pengangguran di Bontang Mengkhawatirkan, Basri Sebut Peran Perusahaan Industri Belum Optimal
Bontang

Pengangguran di Bontang Mengkhawatirkan, Basri Sebut Peran Perusahaan Industri Belum Optimal

25 September 2023, 15:00
Izin Operasional 17 Perguruan Tinggi Dicabut, Ribuan Orang Terdampak
Nasional

Izin Operasional 17 Perguruan Tinggi Dicabut, Ribuan Orang Terdampak

26 Mei 2023, 15:28
Ada 7.742 Pengangguran di Bontang, Masih Tertinggi di Kaltim
Bontang

Ada 7.742 Pengangguran di Bontang, Masih Tertinggi di Kaltim

21 Februari 2023, 09:40

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.