• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Anak Terlibat Penganiayaan Dokter Koas, KPK Mulai Analisis Kekayaan Dedy Mandarsyah

by Redaksi Bontang Post
16 Desember 2024, 08:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
KPK analisis kekayaan Dedy Mandarsyah, pejabat BPJN Kalbar yang viral usai anaknya terseret kasus penganiayaan dokter koas di Palembang. (ist)

KPK analisis kekayaan Dedy Mandarsyah, pejabat BPJN Kalbar yang viral usai anaknya terseret kasus penganiayaan dokter koas di Palembang. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Nama Dedy Mandarsyah, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, menjadi buah bibir setelah anaknya terseret kasus penganiayaan terhadap seorang dokter koas di Palembang.

Tak hanya kasus hukum, kini kekayaan Dedy yang mencapai Rp 9,4 miliar pun tengah dianalisis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kejadian ini bermula ketika anak Dedy, berinisial LD, diduga terlibat dalam penganiayaan seorang dokter koas bernama Muhammad Luthfi pada Rabu (11/12/2024).

Insiden tersebut terjadi di sebuah tempat makan di Palembang, diduga dipicu oleh masalah sepele terkait penjadwalan kegiatan fakultas.

Namun, kasus ini menjadi viral dan menyeret perhatian publik, terutama setelah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Dedy ikut disorot.

Anomali di Laporan Harta Kekayaan

Baca Juga:  Kembali Diperiksa KPK, Rita Perlihatkan Foto Emas 

Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN KPK, Herda Helmijaya, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan analisis atas laporan kekayaan Dedy yang dilaporkan terakhir pada Maret 2024.

“Kami sedang mengumpulkan bahan analisis, termasuk mencari anomali-anomali yang ada dalam laporan tersebut,” kata Herda, Minggu (15/12/2024).

Menurut data LHKPN, Dedy tercatat memiliki total kekayaan Rp9.426.451.869. Rincian kekayaan ini terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp750 juta, mobil Honda CR-V seharga Rp450 juta, harta bergerak Rp830 juta, surat berharga Rp670 juta, dan kas atau setara kas mencapai Rp6,7 miliar.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana pejabat negara dengan gaji tertentu bisa mengumpulkan aset sebesar itu.

Publik pun menyoroti jumlah kas yang dianggap tidak biasa dibandingkan dengan aset lainnya.

Baca Juga:  Bangga Tak Pernah Langgar Kode Etik, Siapkan Gugatan ke PTUN

Herda menjelaskan bahwa setelah analisis awal selesai, KPK akan memutuskan apakah akan mendalami lebih lanjut kekayaan Dedy melalui pemanggilan dan klarifikasi.

Sementara itu, kasus penganiayaan yang melibatkan anak Dedy, LD, juga mendapat perhatian luas.

Kejadian ini dipicu oleh permintaan ibu LD agar jadwal piket malam tahun baru anaknya diatur ulang oleh Muhammad Luthfi.

Namun, Luthfi dianggap tidak merespons permintaan tersebut, yang memicu kemarahan sopir LD hingga melakukan tindakan kekerasan.

Kepala Seksi Humas Polda Sumatera Selatan, Titis, menjelaskan bahwa peristiwa ini dipicu oleh ketidakseimbangan komunikasi antara kedua belah pihak.

“Mungkin perbedaan umur atau tingkat stres mahasiswa menjadi penyebab utama,” ujarnya.

Kasus ini memancing gelombang komentar dari warganet yang mempertanyakan etika pejabat publik dan keluarganya.

Baca Juga:  Pernah Garap Jalan Gunung Menangis, Kontraktor Itu Kini Tersandung Kasus Suap

Banyak yang mengecam tindakan anak Dedy, sementara yang lain menuntut transparansi dalam analisis kekayaan Dedy oleh KPK.

“Apakah ini hanya kebetulan, atau ada pola lain yang harus diperiksa lebih jauh?” tanya salah seorang pengguna media sosial.

Di sisi lain, para aktivis antikorupsi mendorong agar KPK tidak hanya memeriksa LHKPN Dedy, tetapi juga memastikan tidak ada aliran dana yang mencurigakan ke pihak-pihak tertentu, termasuk keluarga.

KPK menyatakan bahwa dalam waktu dua minggu, mereka akan memanggil Dedy jika analisis awal menunjukkan indikasi kuat adanya ketidaksesuaian dalam laporan kekayaannya.

“Kalau kita sudah memiliki data kuat, pasti akan dilakukan konfirmasi dan klarifikasi,” kata Herda. (*)

Tags: dokter koasKPK
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

Next Post

Laporan Dugaan Pungli di Pelabuhan Loktuan, Dewas Perumda AUJ Minta Direksi Panggil Pihak Terkait

Related Posts

Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Kaltim

KPK Temukan Anomali APBD Kaltim, Pokir DPRD Lintas Dapil Jadi Sorotan

27 September 2026, 20:59
KPK Ungkap Mayoritas Koruptor dari Kader Parpol, Soroti Lemahnya Kaderisasi Politik
Nasional

KPK Ungkap Mayoritas Koruptor dari Kader Parpol, Soroti Lemahnya Kaderisasi Politik

2 Mei 2026, 13:29
KPK Resmi Tahan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
Kriminal

KPK Resmi Tahan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

20 Februari 2025, 19:53
DPR Tetapkan Pimpinan dan Dewas KPK, Ada Mantan Ketua PN Balikpapan hingga Hakim serta Jaksa yang Tangani Kasus Korupsi Mantan Gubernur Kaltim
Nasional

DPR Tetapkan Pimpinan dan Dewas KPK, Ada Mantan Ketua PN Balikpapan hingga Hakim serta Jaksa yang Tangani Kasus Korupsi Mantan Gubernur Kaltim

22 November 2024, 10:30
KPK Periksa 10 Proyek Strategis di Samarinda, Mulai Pembangunan Pasar hingga Pengendalian Banjir
Kaltim

KPK Periksa 10 Proyek Strategis di Samarinda, Mulai Pembangunan Pasar hingga Pengendalian Banjir

4 Oktober 2024, 16:00
KPK Tetapkan Mantan Gubernur Kaltim Jadi Tersangka Bersama Dua Orang Lainnya
Kaltim

KPK Tetapkan Mantan Gubernur Kaltim Jadi Tersangka Bersama Dua Orang Lainnya

27 September 2024, 13:08

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.