BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang memastikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 2026 hanya digelar sebanyak empat kali. Kebijakan ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang lebih masif, seiring adanya efisiensi anggaran.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, menyebutkan empat agenda GPM dijadwalkan menjelang Ramadan, peringatan HUT Bontang, Hari Pangan Sedunia, serta menjelang Natal.
“Hanya empat kali digelar GPM. Tahun ini anggaran subsidi transportasi berkisar Rp50–60 juta,” ungkap Debora.
Menurutnya, alokasi tersebut jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp200 juta, sehingga kegiatan GPM bisa dilaksanakan lebih sering dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Debora menjelaskan, keterbatasan anggaran pada 2026 dipicu kebijakan efisiensi. Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar ada penambahan anggaran pada APBD Perubahan.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BPKAD untuk ditambahkan karena ini mendesak dan berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan. Semoga ada tambahan di perubahan,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan perdana GPM akan digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, di UMKM Center Jalan Parikesit. Kegiatan ini ditujukan untuk mengendalikan harga pangan menjelang Ramadan.
Dalam GPM tersebut, DKP3 akan menyediakan 5 ton beras Bulog dengan harga terjangkau. Selain itu, minyak goreng juga disiapkan dengan menggandeng merek lokal Saro sebanyak sekitar 37 ribu liter.
“Harga yang disubsidi hanya beras, sementara minyak goreng menggunakan produk lokal,” pungkas Debora. (*)







