BONTANG – Avanza dengan plat nomor kendaraan DW 1386 BD dilalap si jago merah, kemarin (20/2) sore. Lokasi kejadian tepat berada di depan SBPU kilometer 8, jalan poros Bontang-Samarinda. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.15 Wita.
Peristiwa bermula saat kendaraan tersebut keluar dari SPBU. Ujar saksi mata, kendaraan keluar dari tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM) menuju ke arah Bontang. Mobil tersebut mengakut sejumlah jeriken yang telah terisi penuh. Ketika kobaran api mulai membesar sang sopir lansung menyelamatkan diri dengan keluar dari kendaraan tersebut, tetapi kendaraan masih bergerak maju.
“Mobil masih jalan sejauh lima meter,” ungkap Yatmo yang kebetulan melihat kejadian tersebut.
Bahkan suara ledakan juga terdengar sebanyak lima kali. Hal ini membuat takut warga sekitar yang hendak memberikan pertolongan. “Orang-orang sempat takut, jadi orang tidak berani mendekat,” tambahnya.
Dikatakannya, pemadam datang sesudah 30 menit peristiwa itu terjadi. Kondisi api saat itu sudah mulai padam. “Pemadam setengah jam datang setelah kejadian. Sudah turun (padam, Red.) apinya,” kata dia.
Diketahuinya, korban memang menggeluti bisnis berkenaan dengan BBM eceran. Berdasarkan informasi yang ia dapat, korban juga kerap mengambil BBM dari SPBU kilometer tiga Loktuan dan Tanjung Santan. “Dengar-dengar disini (SPBU kilometer 8, Red.) jatahnya satu ton,” ungkapnya.
Saksi mata lain mengatakan, begitu api muncul sopir melakukan aksi penyelamatan diri dengan cara keluar dari kendaraan. Nahasnya, tangan kanan korban ikut terbakar.
Ia juga mengetahui korban membawa empat jeriken. Hal itu diketahui saat kejadian jeriken tersebut tepat di samping kendaraan. “4 jeriken yang jatuh waktu kebakaran sementara kap mobil terbuka,” tambahnya.
Terpisah, Kasi Pencegahan, Pengendalian dan Penyuluhan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Yuli Masriyantika mengatakan korban langsung dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang. Hal ini guna mendapat penanganan secara medis berkenaan dengan luka bakar yang dialaminya.
Yuli juga berujar korban berasal dari Sangatta. Kendaraan korban telah dimodifikasi dengan memasang pompa untuk menyedot ke jeriken.
“Tadi (Kemarin, Red.) pompanya konslet, tadinya terbakar di pom trus didorong ke jalan,” tukasnya. (*/ak)







