BONTANGPOST.ID, Bontang – Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Bontang menorehkan prestasi di Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 10 medali berhasil dibawa pulang dari ajang tersebut.
Prestasi itu diraih melalui empat cabang olahraga, yakni bulu tangkis, tenis meja, bocce, dan renang. Raihan medali emas datang dari cabang bulu tangkis dan tenis meja.
Di bulu tangkis, Sofa Humaira meraih medali emas pada nomor tunggal putri Divisi 5. Sementara Yogi Aprian Dani menyumbangkan medali perak pada nomor tunggal putra Divisi 5.
Keduanya juga meraih medali perak pada nomor ganda Divisi 4 untuk Kalimantan Timur.
Sumbangan emas lainnya datang dari tenis meja. Pasangan Iqbal Syakur dan Putri Yuniar menjadi juara pada nomor ganda campuran Divisi 1. Keduanya juga meraih perak di nomor tunggal, masing-masing melalui Iqbal di sektor putra dan Putri di sektor putri.
Sementara itu, cabang bocce menyumbangkan dua medali. Hanum Pradana meraih perak pada nomor tunggal putri Divisi 5, sedangkan Aswar Avandy memperoleh perunggu pada nomor tunggal putra Divisi 7.
Dari cabang renang, Ragil Saputra menambah koleksi medali dengan meraih perak dan perunggu pada nomor gaya bebas 25 meter dan 50 meter.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Bontang sekaligus Ketua SOIna Bontang, Agus Haris. Dia menyatakan pemerintah akan mengupayakan pemberian bonus bagi tujuh atlet berprestasi melalui anggaran 2027.
“Mereka akan kami apresiasi karena mereka telah berjuang. Insyaallah tahun depan bonus disiapkan,” ujarnya.
Agus menegaskan, prestasi para atlet menjadi dorongan untuk memperkuat pembinaan SOIna di Bontang. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para atlet diharapkan mendapat lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui berbagai kompetisi.
“Agar mereka memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan melalui kompetisi,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporapar-Ekraf) Bontang, Eko Mashudi, menyampaikan rencana pengusulan anggaran bonus bagi atlet tersebut pada 2027.
Pengusulan direncanakan melalui APBD Perubahan 2027. Apresiasi itu diharapkan dapat menjaga motivasi atlet agar terus berlatih dan mempertahankan prestasi.
“Insyaallah melalui APBD Perubahan 2027 kami usulkan,” terang Eko. (*)

