JAKARTA – Komitmen Badak LNG dalam menghijaukan seluruh aspek bisnis kembali mendapat apresiasi. Kali ini, Badak LNG kembali meraih penghargaan Indonesia Green Company Achievement yang diberikan oleh Majalah SWA, Rabu (7/6) di Jakarta. Director & COO Badak LNG Yhenda Permana menerima penghargaan yang diserahkan oleh Ketua Dewan Juri Emil Salim didampingi Pemimpin Redaksi Majalah SWA Kemal Effendi Gani. Sebelumnya, Badak LNG pernah mendapat penghargaan ini di tahun 2016.
Pada malam penghargaan bertajuk “Indonesia Green Company Achievment 2017 & SRI KEHATI Appreciation 2017” tersebut, Director & COO Badak LNG juga berkesempatan menyampaikan sharing session terkait strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis dengan tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan setempat, baik secara global, maupun terhadap ekonomi dan komunitas.
Dalam menjalakan bisnis perusahaan, Badak LNG menggunakan konsep triple bottom line, yaitu sebuah indikator yang menunjukkan bahwa keberhasilan suatu perusahaan tidak hanya bergantung pada profit yang diperoleh, tetapi juga dilihat dari indikator planet dan people.
Di Badak LNG, keberhasilan perusahaan yang berstatus nonprofit ini juga dilihat dari aspek kontribusi menjaga kelestarian lingkungan (planet) dan aktif terlibat dalam program pengembangan masyarakat (people).
Jika digambarkan pada sebuah diagram, profit, planet, dan people memiliki hubungan yang saling beririskan. Profit dan planet memiliki hubungan environmentally viable, yaitu menjaga roda gigi perusahaan tetap berjalan, salah satunya dengan melakukan efisiensi sumberdaya alam yang berdampak terhadap efisiensi budget perusahaan dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Beberapa efisiensi yang dilakukan Badak LNG di antaranya pengurangan Gas Flaring, optimalisasi kinerja Refrigerant (pendinginan LNG), Optimalisasi Boiler, dan Optimalisasi Turbin,” terang Yhenda saat sharing session.
Adapun hubungan antara planet dan people adalah socially bearable, artinya kesanggupan yang dimiliki perusahaan dan masyarakat dalam memperhatikan lingkungan hidup di sekitarnya sehingga diperoleh License to Operate. Di Badak LNG, hubungan ini tercermin dari kegiatan community development (comdev) melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Beberapa program yang sudah dijalankan perusahaan peraih PROPER Emas enam kali berturut-turut ini di antaranya konservasi mangrove, pencacahan plastik, serta budidaya lele yang mendapatkan PATEN untuk inovasi alat penjernihan air sungai untuk pembibitan lele.
Hubungan terakhir yaitu people dan profit adalah economically equitable. Pada hubungan ini, semua pihak baik perusahaan maupun masyarakat memilki keuntungan yang sepadan dengan peran masing-masing. Salah satu wujud hubungan ini adalah pengembangan kapasitas masyarakat melalui program sertifikasi welder serta program pendidikan LNG Academy.
“Dengan komitmen yang tinggi dan sistem manajemen yang baik, Badak LNG berhasil meningkatkan kinerja perusahaan di bidang efisiensi sumber daya dan terwujud cita-cita untuk maju bersama masyarakat,” jelas Yhenda.
Indonesia Green Company Achievement merupakan penghargaan yang diberikan kepada green company atau perusahaan “hijau” yang tidak memberikan dampak negatif bagi lingkungan setempat maupun global, juga terhadap komunitas dan ekonomi secara keseluruhan. Green company beroperasi sebagai earth-friendly enterprise yakni beroperasi dengan mengadaptasi policies & principles untuk menghasilkan produk/jasa yang bermanfaat bagi lingkungan, baik dalam kerangka mengatasi persoalan lingkungan maupun sekedar memproduksi sesuatu dengan meminimalkan kerusakan lingkungan. (hms/rdy/rw/adv)







