BONTANG – Kepedulian PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terhadap kelestarian lingkungan di Kota Taman, kembali dibuktikan melalui penanaman 20 bibit pohon, Jumat (29/11/2019) pagi.
Berlokasi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kasih Sayang, Jalan Arif Rahman Hakim, Gang Makmur, RT 41 Kelurahan Belimbing, Bontang Barat.
Sebanyak 15 perusahaan se-Bontang turut andil sebagai Tim Emisi Gas Rumah Kaca Kota Bontang (Gatot Kaca). Yang salah satunya ialah Pupuk Kaltim beserta beberapa anak perusahaannya.
Kegiatan ini sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Bontang dalam menurunkan emisi gas rumah kaca. Dengan menanam 20 bibit pohon tanjung.
“Sesuai hasil rapat, masing-masing perusahaan diminta menyumbangkan 20 bibit pohon. Jadi ada jenis tanaman keras untuk hutan lindung,” ucap Danu Wijaka, Staf Departemen Pelayanan Umum Pupuk Kaltim.
Di tempat sama, Ertalina Sitorus, Staf Departemen Lingkungan Hidup Pupuk Kaltim menambahkan, pemilihan pohon tanjung dikarenakan keunggulannya yang dapat menyerap emisi dengan jumlah besar. Tentunya setiap perusahaan menyumbangkan beragam jenis bibit pohon berbeda.
Lanjut Lita sapaannya, selain melakukan pembibitan, Pupuk Kaltim juga memberikan dukungan sarana prasarana kegiatan. Seperti, pengadaan tangki air untuk kebutuhan menyiram tanaman, konsumsi, juga tarup.
Upaya ini pun sejalan dengan program Pupuk Kaltim, yakni pembudidayaan mangrove yang melibatkan masyarakat sekitar. Melalui prosesnya dengan memanfaatkan CO2 yang besar sehingga mengurangi emisi CO2 ke udara.
“Dengan penanaman pohon di darat maupun mangrove. Juga melibatkan masyarakat dalam kegiatan penanaman yang kita lakukan. Serta melibatkan beberapa departemen untuk mengurangi dampak emisi gas di lingkungan perusahaan,” papar Lita.

Mewakili Pemkot Bontang, Febtri Manik selaku Kepala Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bapelitbang Kota Bontang, menguraikan alasan terbentuknya Tim Gatot Kaca ini karena ada beberapa perusahaan industri mengelilingi Kota Bontang.
Hal itu tentu menghasilkan emisi gas yang berdampak pada tingginya kasus insfeksi saluran perna ISPA dan autis.
“Kita harus prepare berbenah lingkungan. Makanya kita panggil teman-teman perusahaan di Kota Bontang, sudah rapat 5-6 kali, dan akhirnya satu visi,” terangnya saat ditemui disela acara.
Ia berharap terjadi kolaborasi dan sinergi antara perusahaan dan pemerintah kota, khususnya dalam hal mengurangi dampak emisi gas rumah kaca. Menurunkan dampak ini pun merupakan salah satu regulasi dari Pemerintah Pusat melalui PP dan Permen juga surat edaran gubernur dan daerah.
“Diharapkan ada sinergi dengan teman-teman perusahaan jadi nggak jalan sendiri-sendiri tapi bareng-bareng. Step by step, salah satunya aksi tanam pohon di langkah awal ini,” terang dia.
Ke depan ini menjadi pondasi kuat bagi perusahaan maupun pemerintah untuk terus peduli terhadap lingkungan. Baik di darat, laut, gunung, maupun pesisir. Adapun bibit pohon yang ditanam seperti jenis kayu khas Kalimantan hingga buah-buahan. (Rera Annorista/adv).







