• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pelemahan Daya Beli Warga Kaltim Bisa Berlanjut

by M Zulfikar Akbar
29 November 2019, 17:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Salah satu mal yang ada di Kaltim. Daya beli masyarakat Kaltim masih sulit terangkat. Ini sejalan dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada kuartal III/2019 yang menurun. Kondisi ini berpotensi lanjut hingga tahun depan. (prokal)

Salah satu mal yang ada di Kaltim. Daya beli masyarakat Kaltim masih sulit terangkat. Ini sejalan dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada kuartal III/2019 yang menurun. Kondisi ini berpotensi lanjut hingga tahun depan. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

Daya beli masyarakat Kaltim masih sulit terangkat. Ini sejalan dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada kuartal III/2019 yang menurun. Kondisi ini berpotensi lanjut hingga tahun depan.

BALIKPAPAN – Kondisi ekonomi konsumen di Kaltim pada triwulan III-2019 mengalami penurunan yang ditandai dengan besaran nilai ITK menjadi 96,27. Penurunan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III-2019 disebabkan penurunan pada komponen pendapatan rumah tangga. Kendati kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV-2019 diprediksi meningkat dengan nilai ITK sebesar 102,05, tahun depan kondisi ITK diramalkan kembali menurun.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan, Yaser Arafat mengatakan, saat ini masyarakat masih wait and see. Pasalnya kondisi global masih tidak menentu. Dampaknya juga terasa di Indonesia.

“Apalagi di Kaltim ini, sumber kekayaan berasal dari alam seperti batu bara, migas, dan CPO (crude palm oil). Komoditas itu sangat mengandalkan harga acuan. Ketika ekonomi global anjlok, maka ekonomi daerah ikut tergerus juga,” tuturnya, Kamis (28/11/2019).

Baca Juga:  Geliat Ekonomi Kaltim Melambat

Dia menjelaskan, saat ini masyarakat dihadapkan dengan kondisi ketidakpastian. Bisa dilihat di toko retail, penjualan turun, hanya pada momentum tertentu saja naik. Kemudian, masyarakat sekarang lebih memilih membeli kebutuhan primer. Properti pun sekarang ada pergeseran penjualan. Kemudian, di Balikpapan, sudah ada beberapa retail yang tutup. Kalau dilihat, tahun ini daya beli masih sulit untuk masuk kategori baik.

“Persepsi positif harus kita giring agar masyarakat yakin dengan kondisi ekonomi saat ini. Beri keyakinan kepada masyarakat. Contohnya, mulai dari buka peluang industri baru. Semakin tumbuh industri, tingkat pengangguran turun, kesejahteraan meningkat, daya beli bakal membaik lagi,” ungkapnya.

Periode akhir ini, BPS memprediksikan ITK Kaltim akan naik karena komponen pendapatan rumah tangga diperkirakan mengalami peningkatan. Namun tidak diiringi dengan meningkatnya rencana pembelian barang tahan lama. “Momentum akhir tahun, sudah jelas bakal mendongkrak penjualan,” serunya.

Lebih lanjut, BPS mencatat penurunan ITK di periode ketiga tahun ini, jika dilihat berdasarkan variabel pembentuknya, maka terdapat penurunan pada komponen pendapatan rumah tangga pada triwulan III dibanding triwulan sebelumnya.

Baca Juga:  2018, Ekonomi Kaltim Tumbuh 2,67 Persen

Penurunan pendapatan rumah tangga seiring berakhirnya momen bulan Ramadan, perayaan Idulfitri serta tidak adanya tunjangan hari raya yang diterima. Pada triwulan II-2019, indeks pendapatan kini sebesar 144,94. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan indeks volume konsumsi yang mencapai 125,83. Sedangkan pada triwulan III-2019, indeks pendapatan kini sebesar 91,96 lebih rendah dibandingkan indeks volume konsumsi yakni sebesar 100,81.

Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwitjahyono mengatakan, hal ini memperlihatkan walaupun terjadi penurunan pendapatan, volume konsumsi barang dan jasa relatif sama dengan kuartal sebelumnya, bahkan sedikit mengalami peningkatan. Dikarenakan adanya libur sekolah, biaya pendidikan dan Iduladha.

“Penurunan alokasi pendapatan rumah tangga untuk tabungan dapat terlihat dari hasil Survei Tendensi Konsumen (STK) yang mencatat sekitar 69 persen responden menyatakan menabung pada periode kali ini, proporsi tersebut lebih rendah dibandingkan di triwulan II-2019, di mana 71 persen responden menyatakan melakukan aktivitas menabung. Mayoritas rumah tangga menabung dengan besaran yang relatif sama dengan kuartal lalu,” jelasnya.

Baca Juga:  Ekonomi Kaltim Meningkat 2,91 Persen

Pada kuartal III-2019, terjadi deflasi atau penurunan harga dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Hal ini ditunjukkan oleh besaran inflasi pada triwulan III-2019 sebesar -0,16 persen, sedangkan pada triwulan II-2019 terjadi inflasi sebesar 1,21 persen. Komponen pengaruh inflasi mengindikasikan bahwa inflasi relatif tidak berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat pada triwulan ini, yakni sebesar 100,76.

Hal tersebut dapat terlihat bahwa penurunan harga tersebut tidak diiringi peningkatan volume konsumsi yang cukup signifikan, karena terdapat faktor penurunan pendapatan akhirnya masyarakat cenderung menahan untuk melakukan konsumsi. Secara umum, tingkat konsumsi di Kaltim pada periode ketiga 2019 relatif sama dibanding dengan triwulan sebelumnya, bahkan cenderung terjadi perlambatan konsumsi. Terlihat dari penurunan angka indeks konsumsi, yaitu dari 125,83 pada kuartal II-2019 menjadi 100,81 di kuartal III-2019. (aji/ndu/k18/prokal)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: daya beli masyarakatekonomi kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Masalah Pendidikan di Pesisir Bontang, Dua Mata Pelajaran Tanpa Guru

Next Post

Bagian dari Tim Gatot Kaca Bontang, Pupuk Kaltim Komitmen Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Related Posts

Ekonomi Kaltim Meningkat 2,91 Persen
Kaltim

Ekonomi Kaltim Meningkat 2,91 Persen

8 Februari 2022, 13:23
Angka Pengangguran Diklaim Turun 
Kaltim

2018, Ekonomi Kaltim Tumbuh 2,67 Persen

7 Februari 2019, 15:30
Geliat Ekonomi Kaltim Melambat
Kaltim

Geliat Ekonomi Kaltim Melambat

6 November 2017, 10:30

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penertiban Beras Basah Bontang Berlanjut, Empat Gazebo Warga Dibongkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.