• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Geliat Ekonomi Kaltim Melambat

by M Zulfikar Akbar
6 November 2017, 10:30
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Aji Dedi Mulawarman. (DIRHAN/METRO SAMARINDA)

Aji Dedi Mulawarman. (DIRHAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pertumbuhan ekonomi di Kaltim dalam beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan, seiring dengan fluktuatifnya harga jual batu bara serta minyak dan gas (migas). Akibatnya, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ikut anjlok.

Jika di 2013 APBD Kaltim mampu mencapai Rp 15,14 triliun, maka di 2017 ini APBD dapat dikatakan terjun bebas menjadi Rp 8,820 triliun. Tren penurunan ini sudah terjadi sejak 2013. Saat itu, APBD berada diangka Rp 13,93 triliun. Namun 2017 menjadi puncak anjloknya APBD Kaltim.

Selain itu, anjloknya APBD Kaltim disebut-sebut karena kebijakan pemerintah daerah yang masih menjadikan alokasi dana bagi hasil (DBH) pertambangan batu bara dan migas sebagai tumpuan APBD. Tidak maksimalnya upaya pemerintah menggali kantong-kantong pendapatan asli daerah (PAD) juga menjadi biangnya.

Kondisi ini menarik perhatian Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam, Aji Dedi Mulawarman. Dosen Jurusan Akuntansi  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya Malang menilai, sengkarut ekonomi Kaltim tak bisa dilepaskan dari orientasi pembangunan pemerintah yang hanya fokus pada kebijakan ekonomi dan politik ekstraktif.

Kebijakan ekonomi dimaksud yakni, ketika ekonomi dijarah habis-habisan tanpa mengembalikan hakekatnya sumber daya alam (SDA) untuk menjadi lebih baik. Menurutnya, ekonomi di Kaltim hanya mengandalkan sumber daya alam, seperti batu bara dan migas. Serta industri yang tidak ramah lingkungan, seperti agribisnis.

“Kedua hal itu menjadi tulang pungung ekonomi Kaltim. Kaltim sangat tergantung pertambangan dan perkebunan. Begitu harga pasar dunia naik, maka dia naik. Begitu harga pasar turun, dia ikut turun. Akibatnya terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi,” kata Aji ditemui Metro Samarinda disalah satu kegiatan di Samarinda, Minggu (5/10) kemarin.

Baca Juga:  Dewan Bakal “Pelototi” Belanja Tidak Langsung 

Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi Kaltim terbilang paling rendah dan menjadi perbincangan nasional. Pasalnya, Kaltim dengan kekayaan SDA paling tinggi dan memberikan support terhadap negara, terutama Kutim dan Kukar, merupakan penyumbang paling penting. Tapi pertumbuhan ekonomi Kaltim justru minus dari tahun ke tahun.

Karenanya, dia menilai, Kaltim tidak punya strategi pembangunan yang berorientasi pada bagaimana sumber daya alam tetap bisa langgeng. Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif masyarakat juga tidak jalan. Misalnya kegiatan produktifitas ekonomi.

Seperti halnya visi pembangunan Pemprov Kaltim menjadikan Benua Etam ladang pariwisata dan pertanian pada 2030 mendatang, dianggap sudah cukup baik. Tetapi bila hanya infrastruktur saja yang dibangun pemerintah, tanpa menyentuh aspek partisipasi pemerintah, maka hal itu dapat berakibat pada kegagalan sistem pembangunan.

“Harusnya yang dimulai adalah kesadaran masyarakat Kaltim bahwa aktifitas ekonomi harus dijalankan, tidak terpaku pada SDA saja. Kelautan, kita punya sungai. Perikanan, kita punya banyak sumber daya. Harusnya ini yang dieksplor lebih jauh oleh pemerintah,” serunya.

Agar ekonomi Kaltim ke depan bisa stabil, pemerintah tidak hanya memandang ekonomi hanya dalam skala pertumbuhan. Sebab indeks pertumbuhan tergantung pada kondisi pasar, seperti minyak. Pemerintah seharusnya menekankan bagaimana sumber daya manusia ditumbuhkembangkan. Bukan sekedar menghabiskan APBD melalui proyek mercusuar yang tidak partisipasi.

“Oke, misalnya seperti kebijakan pemerintah membangun bandara internasional dijalankan di Samarinda. Tapi pemerintah harus melihat, apakah itu sudah sesuai dengan kapasitasnya. Sepuluh sampai 20 tahun ke depan harus dihitung dengan baik kepentingannya. Bukan menghabis-habiskan duit rakyat di situ,” tutur pria asal Kukar tersebut.

Baca Juga:  Realisasi APBD Kaltim Rendah, dari Rp 11 Triliun, Baru Terserap 36 Persen

Selain itu, yang harus diselesaikan pemerintah bukan hanya insentif pajak, tetapi bagaimana membangun kesadaran usaha kecil dan menengah (UKM) masyarakat supaya bisa tumbuh. Caranya bisa dengan memberikan fasilitas ekonomi. Menyalurkan subsidi bagi kepentingan UKM juga harus diberikan agar mengairahkan ekonomi kerakyatan.

“Pusat-pusat ekonomi kerakyatan harus dibangun pemerintah. Nah, ini yang sepertinya belum ada di Kaltim. Jika pun ada, sepertinya baru sebatas orientasi. Padahal kalau itu dihidupkan, pelan namun pasti pemerintah bisa melepaskan ketergantungan ekonomi pada hasil pertambangan, seperti saat ini,” jelasnya.

Jika mengacu pada Data Pusat Statistik (BPS) Kaltim, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2014 tumbuh sebesar 3,83 persen. Lebih tinggi dibandingkan triwulan III tahun 2014 sebesar 2,76 persen. Pada triwulan IV di tahun yang sama tumbuh sebesar 1,48 persen.

Sementara pada triwulan II tahun 2015 tumbuh positif 0,62 persen. Namun bila dibandingkan triwulan yang sama tahun 2014 mengalami kontraksi negatif sebesar 0,25 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Kaltim di semester I tahun 2015 dibandingkan semester I tahun 2014 juga mengalami kontraksi negatif sebesar 0,28 persen.

Kemudian di tahun 2016, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Kaltim dari triwulan I hingga triwulan IV tahun 2016, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 kembali mengalami kontraksi negatif sebesar 0,38 persen. Sementara untuk kinerja ekonomi pada triwulan I tahun 2017  hanya tumbuh sebesar 3,85 persen.

Ditambahkan Aji Dedi Mulawarman, bahwa angka kemiskinan Kaltim adalah yang tertinggi di Indonesia. Selain karena terpuruknya sektor pertambangan. Salah satu penyebab lainnya karena pemerintah tidak menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal. Serta minimnya partisipasi langsung masyarakat di dalam pembangunan.

Baca Juga:  Pelemahan Daya Beli Warga Kaltim Bisa Berlanjut

“Kemiskinan di Indonesia itu turun. Hanya Kaltim yang naik. Bisa dilacak dari kesalahan urus APBD. Pendapatan APBD turun, tapi belanja naik. Sudah defisit ekonominya, pertumbuhan minus, kok bisa belanja ekonomi itu naik. Artinya ada kesalahan urus. Dampaknya apa, terjadi kontraksi ekonomi,”.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena pemda hanya menunggu naiknya pertumbuhan ekonomi. Tidak menyiapkan pusat-pusat ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ini menjadi salah satu indikator sehingga terjadinya perlambatan ekonomi.

“Pemerintah harusnya membaca pola atau tren kenaikan harga sumber daya alam. Kan lucu, Kaltim punya sumber daya alam paling tinggi se-Indonesia, tapi masyarakatnya paling miskin. Apa daerah ini nggak salah urus,” pungkasnya. (drh)

==Data APBD Kaltim==

Tahun              APBD

2012                13,34 Triliun

2013                15,14 Triliun

2014                13,93 Triliun

2015                9,327 Triliun

2016                10,903 Triliun

2017                8,820 Triliun

Sumber Data: Dihimpun Metro Samarinda

 

==Jumlah Penduduk Miskin di Kaltim==

Tahun              Jumlah

2011                247,13 ribu jiwa

2012                246,11 ribu jiwa

2013                248,69 ribu jiwa

2014                252,68 ribu jiwa

2015                209,99 ribu jiwa

2016                211,24 ribu jiwa

Sumber Data: Website BPS Kaltim

 

==Data Garis Kemiskinan di Kaltim==

Tahun              Jumlah

2011                336.019

2012                363.887

2013                417.902

2014                444.248

2015                494.207

2016                526.686

Sumber Data: Website BPS Kaltim

Print Friendly, PDF & Email
Tags: apbd kaltimekonomi kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kawal Transisi Blok Mahakam

Next Post

Hetifah Ingin Ada Reformasi Agraria

Related Posts

Tujuh Fraksi DPRD Kaltim Kritik Nota Keuangan APBD 2026; Fiskal Tertekan, Serapan Lemah,
Kaltim

Tujuh Fraksi DPRD Kaltim Kritik Nota Keuangan APBD 2026; Fiskal Tertekan, Serapan Lemah,

1 Desember 2025, 13:15
APBD Perubahan Kaltim 2025 Terancam Seret, Dana TKD Jadi Sorotan
Kaltim

APBD Perubahan Kaltim 2025 Terancam Seret, Dana TKD Jadi Sorotan

25 Agustus 2025, 09:07
Ekonomi Kaltim Meningkat 2,91 Persen
Kaltim

Ekonomi Kaltim Meningkat 2,91 Persen

8 Februari 2022, 13:23
APBD Bontang Diprediksi Naik Jadi Rp 1,1 Triliun
Kaltim

Realisasi APBD Kaltim Rendah, dari Rp 11 Triliun, Baru Terserap 36 Persen

20 September 2021, 11:11
Pelemahan Daya Beli Warga Kaltim Bisa Berlanjut
Kaltim

Pelemahan Daya Beli Warga Kaltim Bisa Berlanjut

29 November 2019, 17:00
Manfaatkan Pemindahan IKN, Tol Samarinda-Bontang Masuk Usulan PSN
Kaltim

Manfaatkan Pemindahan IKN, Tol Samarinda-Bontang Masuk Usulan PSN

6 September 2019, 09:00

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penertiban Beras Basah Bontang Berlanjut, Empat Gazebo Warga Dibongkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.