BONTANGPOST.ID – Bencana hidrometeorologi kembali melanda kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, Sri Lanka, hingga Thailand, situasi belum pulih sepenuhnya sementara jumlah korban tewas terus meningkat. Tim penyelamat masih bekerja tanpa henti di tengah cuaca yang tidak menentu dan akses yang banyak terputus.
Di Indonesia, dampak paling parah terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hujan ekstrem sejak akhir November memicu banjir bandang dan longsor beruntun yang merusak permukiman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 916 orang meninggal, sementara ratusan lainnya masih hilang. Lebih dari 800 ribu warga mengungsi karena tempat tinggal mereka hancur atau tidak lagi layak huni.
Sri Lanka menghadapi situasi serupa. Pemerintah setempat mencatat 607 warga tewas dan lebih dari 200 orang hilang akibat runtuhan tanah dan banjir besar di sejumlah distrik. Presiden Anura Kumara Dissanayake menyebut kejadian kali ini sebagai “ujian paling berat” bagi pemerintahannya, mengingat luasnya kerusakan dan lambatnya pemulihan infrastruktur.
Sementara itu di Thailand, 276 korban jiwa tercatat akibat banjir besar yang merendam wilayah pedesaan dan memutus jalur logistik. Malaysia dan Vietnam juga terdampak, meski dengan jumlah korban yang lebih kecil.
Secara keseluruhan, lebih dari 1.700 orang di Asia Tenggara meninggal dunia akibat rangkaian bencana yang dipicu cuaca ekstrem ini. (KP)




