bontangpost.id – Akibat hujan deras sejak malam hari, banjir kembali menggenangi RT 40, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara. Akibatnya, ruas Jalan Imam Bonjol alias turunan polres kembali ditutup pada Kamis (26/1/2023).
Yanto salah seorang warga RT 40 mengatakan tumpahnya air ke ruas jalan terjadi sejak pukul 07.00 pagi. Dan kemungkinan debit air akan terus bertambah hingga siang nanti.
“Pagi tadi masih rendah airnya. Ini sudah tambah tinggi airnya,” akunya saat dijumpai.
Kata Yanto, ia bersama warga setempat sudah memasang larangan melintas untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Meski begitu, banyak warga yang nekat menerobos banjir. Akibatnya, air masuk ke hunian rumah.
“Sayang sekali belum ada petugas dari Dishub atau Polantas untuk amankan arus lalu lintas. Harusnya pengendara memutar arah karena sudah kami tutup. Eh, malah banyak yang nekat nerobos,” keluhnya.
Dari pantauan redaksi bontangpost.id, kedalaman air di Jalan Imam Bonjol mencapai 30 sentimeter. Saat dijumpai, salah seorang petugas BPBD mengatakan bahwa debit air akan terus bertambah lantaran di hulu sungai yakni di Kilo 8 air sungai sedang meluap ke ruas jalan.
“Tujuh jam ke depan debit air di Bontang terus bertambah. Bahkan, Jalan ahmad Yani berpotensi banjir juga,” ujarnya.
Disinggung soal waktu perkiraan surutnya air, petugas BPBD menyebut bahwa belum bisa memperkirakan. Pasalnya, kondisi air laut saat ini dalam ketinggian yang stagnan.
“Artinya, karena air laut belum surut, maka air sungai belum bisa mengalir ke tempat yang rendah. Karena air sama-sama dalam kondisi pasang,” bebernya.
Terpisah, Kepala BPBD Bontang Zainudin mengatakan bahwa banjir di Bontang merupakan hal yang biasa. Masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap waspada. Khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir atau bantaran sungai.
“Mudah-mudahan sore sudah surut. Kami masih patroli ke tempat banjir. Enggak usah terlalu dibesarkan lah. Ini sudah biasa terjadi di Bontang,” tuturnya. (*)







