Harga Bawang Putih Melambung
BONTANG – Sehari setelah dilantik (26/5), Kapolres Bontang, AKBP Dedi Agustono bersama komisi I DPRD Bontang serta jajaran Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskop-UMKP) melakukan sidak beberapa harga bahan pangan di Pasar Telihan. Sidak ini untuk memantau harga sembako sehari menjelang bulan Ramadan.
Terdapat beberapa sembako yang mengalami kenaikan harga H-1 sebelum ibadah puasa tahun ini. Bawang Putih misalnya, dari semula yang berada di kisaran harga Rp 30.000/kg sekarang menjadi dua kali lipat atau Rp 60.000/kg.
Nurhayati, pedagang di Pasar Telihan mengatakan bahwa kenaikan ini sudah dimulai dari beberapa hari yang lalu. “Saya beli Rp 1 Juta per karung, satu karung beratnya kurang-lebih 18 kg,” ujarnya.
Kenaikan lainnya terjadi pada daging sapi. Dari Rp 125.000/kg menjadi Rp 130.000 per kilogramnya. Lonjakan harga ini diprediksi akan meningkat hingga sampai menjelang Idul Fitri. “Bisa sampai harga Rp 140.000 per kilogram,” ungkap Rian, salah satu penjual daging di Pasar Telihan.
Hal serupa terjadi pada beras. Dari semua merk beras mengalami peningkatan harga sebesar Rp 5.000 tiap karungnya. Ini dikeluhkan oleh salah satu anggota Komisi I DPRD Bontang, Setyoko Waluyo. “Sekarang terjadi panen raya, tetapi kenapa harga beras justru naik, ada sistem yang salah ini,” keluhnya.
Harga ayam, ikan, cabai rawit, cabai keriting dan sayuran cenderung stabil mendekati ibadah puasa tahun ini. Berbeda dengan beberapa bahan pangan diatas, harga bawang merah justru mengalami penurunan dari Rp 35.000/kg menjadi Rp 20.000/kg.
Politisi Gerindra yang juga menjabat menjadi Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris mengatakan, bahwa tindakan yang diambil untuk memantau harga bahan pokok ini merupakan bentuk pengawasan. Lagi pula situasi perekonomian sekarang menyebabkan daya beli kurang, sehingga pasti berpengaruh terhadap kestabilan harga. “Kenaikan ini semoga bisa segera diantisipasi, kalau bisa Diskop-UMKP selalu mengawasinya,” paparnya.
Sementara itu, Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono siap untuk menyelidiki apabila terjadi penumpukan beberapa jenis sembako yang menyebabkan kelonjakan harga. Dedi mengaku sudah membentuk tim khusus dari Reskrim Intel yang bertugas untuk memantau harga sembako. “Apabila ada pedagang yang melakukan penimbunan, akan kita proses secara hukum,” terangnya. (*/ak)







