• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Bengkulu Siaga Bencana, Sembilan Daerah Dilanda Banjir dan Longsor

by M Zulfikar Akbar
29 April 2019, 12:00
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Banjir yang melanda Bengkulu membuat warga harus mengungsi. (Wahyu/Rakyat Bengkulu)

Banjir yang melanda Bengkulu membuat warga harus mengungsi. (Wahyu/Rakyat Bengkulu)

Share on FacebookShare on Twitter

BENGKULU – Rentetan bencana mengoyak Provinsi Bengkulu. Banjir, longsor, dan gempa memorak-porandakan beberapa daerah di provinsi tersebut. Korban jiwa pun bertambah.

Data terbaru yang dirangkum Rakyat Bengkulu hingga kemarin, ada 17 korban meninggal dan puluhan luka-luka. Kerugian materi akibat bencana itu diprediksi mencapai Rp 138 miliar. BPBD Provinsi Bengkulu juga melansir, jumlah pengungsi mencapai 12 ribu orang dari 13 ribu warga yang terdampak bencana. ”Tujuh orang masih dicari,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar.

Hujan deras mengguyur seluruh wilayah Bengkulu sejak Jumat (26/4) hingga Sabtu pagi (27/4). Sungai-sungai meluap dan longsor terjadi di banyak tempat. Kondisi tersebut diperparah dengan gempa yang terjadi pada Sabtu. Untung, gempa tersebut hanya berskala kecil. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, bencana banjir dan longsor terjadi di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu (lihat grafis).

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta para bupati dan wali kota di wilayahnya menetapkan status siaga bencana. Hal itu disampaikan Rohidin setelah menerima bantuan dana siap pakai penanganan banjir dan longsor dari BNPB sebesar Rp 2,250 miliar tadi malam (28/4). ”Dengan status siaga bencana, setiap kepala daerah bisa mengambil sikap untuk penanganan masa emergency sekarang. Kita lihat 2–3 hari ke depan, mudah-mudahan kondisi cuaca makin baik,” kata Rohidin.

Dia mendapat kabar bahwa beberapa desa masih terisolasi karena akses terputus. ”Kami mohon bantuan BBM dipermudah karena kondisi masyarakat benar-benar membutuhkan,”’ lanjut Rohidin dengan suara pelan, menahan tangis. Dia juga meminta PLN mengoptimalkan pasokan listrik di titik-titik pengungsian. ”Tolong pastikan jaringan listrik dalam kondisi aman,” pintanya.

Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dampak bencana terus meluas. ”Dampak bencana dapat bertambah karena belum semua lokasi bisa dijangkau,” jelasnya. Dampak bencana susulan yang mungkin timbul adalah munculnya penyakit kulit karena minimnya air bersih, gangguan ISPA, dan lain-lain. Selain itu, longsor dan banjir berpotensi kembali terjadi jika curah hujan tinggi.

Berdasar laporan dari Kedeputian Meteorologi BMKG, hujan ekstrem dengan curah mulai 150 hingga hampir 350 milimeter turun merata di Provinsi Bengkulu. Curah hujan tertinggi turun di Kecamatan Manna. Mencapai 349 milimeter.

Sutopo menambahkan, posko induk di BPBD Provinsi Bengkulu telah didirikan, tepatnya di Ruang Pusdalops. Penyelamatan, pencarian, dan evakuasi korban dilakukan dengan menggunakan perahu karet. Dapur umum didirikan dan pendistribusian makanan dilaksanakan. Perbaikan darurat juga dilakukan untuk jalur transportasi dan distribusi bantuan yang terputus. ”Jalan dan jembatan yang putus telah didata dan diamankan dengan memasang rambu peringatan di jalan,” jelas Sutopo. Namun, petugas masih kesulitan untuk menjangkau lokasi-lokasi banjir dan longsor karena seluruh akses terputus. ”Koordinasi dan komunikasi dengan kabupaten/kota cukup sulit karena banyak aliran listrik yang terputus,” terangnya.

Sementara itu, beberapa akses transportasi masih terputus. Salah satunya di jalur lintas Tes–Curup yang tertutup material longsor. Hingga kemarin proses evakuasi material longsor belum sepenuhnya tuntas. Alhasil, jalur lintas utama Lebong–Rejang Lebong itu harus buka tutup. Saat kondisi jalan lengang, petugas mengeruk material longsor yang masih berserakan di bahu jalan. Namun, ketika banyak kendaraan yang antre, jalan kembali dibuka. ”Terpaksa kami berlakukan buka tutup jalan supaya petugas kami dan pengendara sama-sama bisa jalan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Lebong Fakhrurrozi.

Penjabat (Pj) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lebong Dalmuji Suranto mengingatkan jajarannya agar benar-benar optimal mengantisipasi longsor. Baik lintas Lebong–Rejang Lebong maupun Lebong–Bengkulu Utara. ”Jangan sampai jalur lintas ke Lebong terisolir,’’ tegas Dalmuji.

Pada bagian lain, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo menerangkan bahwa pemerintah pusat sudah memberikan bantuan dana siap pakai Rp 2,250 miliar. Dana itu bisa digunakan untuk membeli bahan makanan bagi para korban. Terkait kerusakan jalan dan jembatan, menurut Doni, pihaknya dan tim gabungan masih melakukan kajian dan penilaian. Hasil penilaian akan dilaporkan kepada gubernur untuk disampaikan ke pemerintah pusat.

Di Bengkulu Utara (BU), dampak bencana masih berlanjut. Kemarin jalan lintas Batik Nau–Ketahun di PTPN 7 mendadak putus. Akibatnya, akses BU–Mukomuko atau Bengkulu–Sumbar tersendat. Jalan PTPN 7 Batik Nau adalah jalan alternatif setelah Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Desa Urai Ketahun putus akibat abrasi. Kini seluruh kendaraan terpaksa dialihkan kembali melintasi jalan Desa Urai.

Jalan PTPN 7 yang putus persis berada di kawasan perkebunan karet. Jalan tersebut putus lantaran di bagian bawahnya ada aliran sungai. Hujan deras Jumat lalu membuat aliran sungai makin deras dan menggerus bagian bawah jalan. Akibatnya, jalan terbelah. BPBD sudah melaporkan kondisi tersebut ke BNPB. Sebab, jalan yang putus tersebut termasuk jalan nasional. (key/sca/sly/qia/tau/c10/oni/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bencana bengkulu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Coast Guard Vietnam Tabrak KRI Tjiptadi

Next Post

79 Persen Pelaku Korupsi Dihukum Ringan

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Bontang Tancap Gas, Target 5 Kursi di Pileg 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.