bontangpost.id – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang kembali membuka pelatihan berbasis kompetensi pada Rabu (10/8/2023) di UPTD BLKI Bontang, Kelurahan Bontang Lestari.
Kegiatan garapan Pemprov Kaltim melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama UPTD BLKI Bontang itu melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi teknik las (Plate Welder) SMAW 3G UP/PF angkatan I dan II, kejuruan bisnis manajemen pengelolaan administrasi perkantoran angkatan I, serta pelatihan menjahit pakaian wanita dewasa.
Sebanyak 64 peserta yang lolos seleksi terdiri dari 32 orang mengikuti kejuruan teknik las SMAW 3G UP/PF, 16 orang pengelolaan administrasi perkantoran, dan 16 orang lainnya kejuruan menjahit pakaian wanita dewasa.
Meski dilaksanakan di wilayah BLKI Bontang, pelatihan ini juga diikuti oleh 3 orang yang berasal dari Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Samarinda, dengan waktu pelaksanaan pelatihan sejak 10 Agustus hingga 26 September.
Pada kesempatan ini pula sekaligus menutup atau melepas 14 peserta yang dinyatakan lulus dalam pelatihan teknik las (Plate Welder) SMAW 3G UP/PF angkatan II dan III yang telah mengikuti pelatihan pada 22 Mei hingga 26 Juli.
Kepala UPTD BLKI Bontang Ismid Rizal menjelaskan, UPTD BLKI Bontang merupakan lembaga pelatihan kerja milik Pemprov Kaltim yang berlokasi di Bontang.
Adapun jumlah pendaftar sampai Juli 2023 sebanyak 757 orang dengan 11 paket program pelatihan. Jumlah pendaftar terbanyak adalah kejuruan welder. Peserta yang lolos seleksi sebanyak 288 orang atau sekitar 38 persen dari jumlah pendaftar.
Sementara tujuan pelatihan berbasis kompetensi ini guna menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing, sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang semakin dinamis dan sesuai dengan potensi unggulan daerah.
Apalagi tuntutan kualitas dan kompetensi tenaga kerja semakin meningkat. Persaingan yang semakin besar, membutuhkan kesiapan tenaga kerja yang kompeten dan berbasis teknologi.
“Dibukanya pelatihan berbasis kompetensi ini, diharapkan mampu memenuhi tuntutan tersebut,” kata Ismid.
Dengan adanya pelatihan di BLKI Bontang ini, diharapkan dapat membantu pencari kerja dalam memantapkan pengetahuan dan keahlian. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia sehingga memiliki daya saing di industri.
Pokok penekanan pelatihan berbasis kompetensi ini juga pembentukan sikap dan etika bekerja.
Dalam dunia kerja, terampil dan beretika merupakan hal yang wajib dimiliki oleh karyawan.
“Mari kita berlatih atau bekerja dengan terampil dan beretika, agar suatu saat terbiasa dengan aktivitas dan perilaku yang baik serta disiplin di dunia kerja,” tutur dia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengapresiasi program pelatihan berbasis kompetensi tersebut. Program pelatihan ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan tenaga kerja dan dapat melakukan penyesuaian metode diklat melalui perubahan kepesertaan yang merupakan generasi milenial, menyesuaikan perubahan teknologi, perubahan kompetensi dan tuntutan soft skill baru.
Karena itu, melalui program-program pelatihan ini, diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri yang terus berkembang. Ia juga berharap peserta yang akan dan telah mengikuti pelatihan, bisa menyerap ilmu yang diterima.
“Mari kita jadikan program pelatihan ini sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih baik,” harap Najirah.
Turut hadir Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, perwakilan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP), Kecamatan Bontang Selatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga perwakilan perusahaan dari PT Pupuk Kaltim, PT Indominco Mandiri, dan PT Kaltim Nusa Etika.
Kegiatan ini dihibur pula oleh tarian Jepen Mahakam dan tari Umo Wensut oleh UKM Tari Universitas Mulawarman. (*)





