BONTANG – Dengan jumlah penduduk yakni 174.292 jiwa, per Desember tahun 2017, Kota Bontang laik menjadi incaran orang berinvestasi, termasuk bisnis narkoba. Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Bontang Basri Rase menilai dengan tertangkapnya kurir sabu pada Jumat (5/1) lalu menandakan para pengedar dari luar daerah mulai tertarik untuk memasukkan barang haram dagangannya dengan segala upaya.
“Peredaran awal tahun yang tinggi karena Bontang primadona peredaran narkoba,” kata Basri ketika dihubungi oleh Redaksi Bontang Post melalui sambungan telepon.
Di awal tahun ini, BNK akan membuat program termasuk aksi turun tangan mengungkap peredaran narkoba. Hal ini merupakan suatu bentuk pencegahan sebelum penyebarannya kian parah.
“Beberapa hari ke depan kami akan susun program, kemarin masih terkendala beberapa petugas BNK yang masih berlibur di luar daerah,” tambahnya.
Pria yang juga merupakan Wakil Wali Kota Bontang ini mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan melaporkan kepada aparat keamanan apabila ada orang yang melakukan gerak-gerik mencurigakan. Bisa jadi itu masuk dalam jaringan pengedar narkoba.
Seperti diketahui, dua hari lalu Sat Reskoba Polres Bontang menangkap kurir sabu berinisial AR yang kedapatan membawa paket seberat 374,67 gram. Nominal tersebut terbagi dalam 8 bal.
Sabu tersebut berasal dari Kota Tarakan, Kalimantan Utara milik seseorang berinisial AR. Rencananya paket itu akan ditujukan kepada W yang merupakan warga Bontang. Paket tersebut diambil AR di bawah tiang listrik di kilometer tiga. AR tidak bertemu dengan A tetapi dikendalikan dari jarak jauh. Apabila diuangkan paket tersebut senilai Rp 1 miliar. (*/ak)







