bontangpost.id – Kota Bontang dinilai membutuhkan bangunan atau tower untuk mengamati bintang, khususnya memantau hilal.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Bontang Ali Mustofa mengatakan, hal itu diperlukan mengingat selama 15 tahun terakhir, pihaknya kesulitan untuk mengamati rukyat.
“Pernah kami pakai lokasi di Bukit Sintuk, tapi ada kendala,” katanya.
Menurutnya, keberadaan tower tersebut sangat diperlukan dan telah didukung oleh letak geografis Bontang yang berada di pesisir.
Terdapat tiga opsi lokasi yang dipetakan bila pembangunan tower terealisasi, dengan mengutamakan wilayah bibir pantai agar meminimalisasi hambatan.
“Seperti dekat area PKT, wilayah Berbas atau Bontang Lestari,” lanjut dia.
Kendati begitu, bangunan yang dimaksud tidak hanya difungsikan sebagai lokasi untuk melihat posisi bintang, namun dapat ditujukan sebagai wahana edukasi dalam bidang astronomi dan wisata.
“Kalau berkaca dari daerah Bali, ada yang namanya Puja Mandala. Jadi terdapat beberapa tempat ibadah di lokasi yang berdekatan,” jelas dia.
Selain itu, pengembangan ilmu astronomi atau perbintangan juga dapat dilakukan dengan menargetkan para pelajar.
“Seperti planetarium. Jadi belajar dari narasumber atau ahli yang diundang, kemudian diteruskan oleh tenaga pendidik,” pungkasnya. (*)

