bontangpost.id – Kondisi ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit menipis. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Diskes) dari 192 tempat tidur yang disiapkan kini terisi 175. Kepala Diskes dr Bahauddin mengatakan angka ini diambil dari lima rumah sakit yang ada di Kota Taman. Artinya bed occupancy rate (BOR) telah menembus angka 91 persen.
“Data itu diambil 16 Juli tepat 12.00 Wita,” kata Bahauddin.
BOR tertinggi berada di RS Pupuk Kaltim. Dari 102 tempat tidur yang dibuka untuk penanganan pasien covid-19 sudah terisi 100 unit. Disusul oleh RS Badak LNG yang sudah merawat 22 pasien dari 24 tempat tidur yang dipersiapkan.
RSUD Taman Husada yang telah membuka ruang cempaka, seruni, dan wijaya kusuma bernasib sama. 43 unit tempat tidur yang dibuka sudah masuk 37 pasien. Artinya BOR mencapai angka 86 persen. RSIB Yabis yang hanya membuka 18 tempat tidur untuk pasien bergejala ringan sudah menampung 14 orang. Sementara RS Amalia yang menyiapkan lima tempat tidur ruang isolasi tersisa tiga unit.
Keadaan ini diperparah di ruang ICU. Dari 28 tempat tidur yang disiapkan di RSUD Taman Husada dan RS Pupuk Kaltim kini sudah merawat 31 pasien. Angka BOR mencapai 113 persen. Artinya dua faskes tersebut menyulap sejumlah ruangan untuk dijadikan tempat tersebut.
Dijelaskan dia, lonjakan kasus meninggal beberapa hari belakangan ini bukan lantas akibat tidak tertangani. Akibat menipisnya sejumlah ruangan di rumah sakit. Tetapi karena mutasi virus sehingga lebih cepat memperburuk kondisi klinis pasien.
“Rata-rata menyerang lansia. Apalagi kalau ini benar varian delta memang sangat cepat penularannya dan memperberat gejalanya,” ucapnya.
Penambahan ketersediaan ruang ICU itu tidak serta mudah disulap seketika. Mengingat membutuhkan ruangan, alat kesehatan, dan ketersediaan tenaga kesehatan. Apalagi saat ini proses rekrutmen nakes juga tidak gampang. Mengingat dibutuhkan seluruh daerah.
“Kalau buka kesempatan (rekrutmen) tidak akan terpenuhi,” tutur dia.
Menurut Bahauddin berapa pun tempat tidur yang ditambah kalau tidak dituntaskan permaslaahan di hulu maka sama saja. Mulai dari pengurangan mobilitas penduduk dan ketaatan protokol kesehatan (prokes). “Walau semua tempat tidur di Bontang di-switch menjadi tempat covid itu sama saja,” terangnya.
Meskipun demikian, rencana untuk membuka ruang edelweis dan bougenvile di RSUD Taman Husada untuk penanganan covid-19 masih berpotensi. Satgas terus mengamati perkembangan tren paparan virus korona. Jika itu terealisasi maka puluhan tempat tidur bakal disiapkan. Berdasarkan data dari situs rumah sakit pelat merah tersebut terdapat sekira 72 tempat tidur di dua ruangan tersebut. (*/ak)

