SANGATTA – Rencana pelayaran perdana di Pelabuhan Kudungga Sangatta di Kenyamukan, yang beroperasi sebelum Lebaran Idul Fitri besar kemungkinan akan sulit terealisasi. Pasanya, kondisi jalur causeway (terusan) yang menghubungkan sisi darat dengan sisi laut pelabuhan, kondisinya masih rusak dan amblas. Sementara itu, Pemkab Kutim tidak dapat mengambil alih perbaikan tersebut, karena masih menjadi tanggungjawab pusat.
“Jika nantinya Pemkab Kutim mengambil alih maka kemungkinan besar nantinya akan menjadi temuan dan masalah oleh tim pemeriksa. Karena adanya tumpang tindih pekerjaan,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Timur, Aswandini Eka Tirta, usai rapat Koordinasi, Senin (38/5) lalu.
Dia menerangkan, panjang terusan tersebut mencapai 500 meter. Proses pembangunan dan penganggaran dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.
“Yah solusi terbaiknya adalah membiarkan pekerjaan semula dilakukan audit oleh BPK dan BPKP. Kemudian setelah itu barulah Pemkab Kutim mendapat kepastian apakah bisa untuk melakukan perbaikan causeway,” tutur Aswan.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang enggan untuk berkomentar banyak terkait permasalahan ini. Menurut dia, Pemkab Kutim baru bisa mengambil keputusan setelah dilakukan pemerinsaan kondisi terkini di lapangan.
Hasil pengecekan lapangan nantinya akan menjadi acuan bagi tim audit BPK dan BPKP untuk memberikan telaahan dan rekomendasi, apakah Pemkab Kutim nantinya boleh menggunakan dana APBD Kutim untuk melakukan perbaikan couseway pelabuhan ataukah tidak.
Namun, tentu Pemkab Kutm tetap mengupayakan agar Pelabuhan Kudungga tetap bisa beroperasi sebelum lebaran Idul Fitri tahun ini. Mengingat tingginya animo masyarakat Kutim untuk bisa memanfatkan Pelabuhan Kenyamukan Sangatta untuk pulang mudik pada libur lebaran. (aj)







