• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Cuaca Buruk, Nelayan Kutim Takut Melaut 

by BontangPost
22 Januari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
OMBAK: Gelombang di laut Kutim masih tinggi. Sehingga, nelayan kecil belum dapat menangkap ikan hingga ke tengah lautan.Terpaksa semua kapalnya hanya disandarkan di kanal dua. (Dhedy/Radar Kutim)

OMBAK: Gelombang di laut Kutim masih tinggi. Sehingga, nelayan kecil belum dapat menangkap ikan hingga ke tengah lautan.Terpaksa semua kapalnya hanya disandarkan di kanal dua. (Dhedy/Radar Kutim)

Share on FacebookShare on Twitter

Tiba-Tiba Angin Kencang Menghantam Perahu

SANGATTA –  Indonesia merupakan negara yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan. Salah satunya di Kutai Timur (Kutim). Oleh karena itu, segala peristiwa di laut sangatlah penting untuk diketahui oleh nelayan. Salah satu peristiwa yang paling ditakuti  ialah gelombang laut. Informasi mengenai gelombang laut sangatlah penting bagi berlangsungnya kelancaran aktivitas nelayan.

Faktor yang paling dominan terhadap gelomban laut ialah angin. Gelombang laut sangat erat kaitannya dengan angin musiman. Pada saat monsun Asia yakni Desember-Januari-Februari dan Monsun Australia dari Juni-Juli-Agustus gelombang laut lebih tinggi dari pada saat peralihan bulan Maret-April-Mei dan September-Oktober-November.

Monsun adalah, iklim yang ditandai oleh pergantian arah angin dan musim hujan atau kemarau selang lebih kurang enam bulan, mengikuti posisi matahari pada bulan Juni dan Desember, terdapat di daerah tropis dan subtropis yang diapit oleh benua dan samudra.

Baca Juga:  Dinkes Undang Pengelola Program PTM Se-Kutim

Pada Januari ini, di laut Kutim diketahui masih memiliki ketinggian satu hingga dua meter. Karenanya, nelayan kecil tidak dapat melaut hingga ketengah laut. Nelayan hanya menangkap ikan dibibir laut saja. Baik menggunakan pancing, jaring maupun jala.

“Kalau kapal seperti kami, gak berani dilaut. Gelombang masih tinggi. Kami hanya berani di muaranya saja menangkap ikan. Berbeda dengan kapal besar lainnya. Mereka santai saja. ” ujar Suhardi salah seorang nelayan di Kanal dua Bukit Pelangi.

Meskipun begitu, dirinya mengaku bersyukur lantaran masih bisa membawa ikan pulang kerumah untuk dijual. Dalam setiap harinya, dirinya bisa menangkap ikan hingga 10 kilo. Tentu, hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga untuk sehari-hari. “Dalam keterbatasan karena tingginya gelombang, kami masih bisa mendapatkan rejeki. Alhamdulillah dari pada tidak sama sekali,” katanya.

Baca Juga:  Tampung Ratusan Tahanan Kejaksaan, Rutan Polres Overload

Ikan yang didapatkannya, tidak dijualnya kepasar. Akan tetapi  kepada langganan yang langsung membeli dirumahnya. Untuk ikan kerapu, seharga Rp 60 ribu perkilo, kakap putih, Rp60 ribu dan kakap merah Rp 80 ribu. Sedangkan ketamba, Rp40 ribu dan ikan putih Rp55 ribu.“Jadi ada langsung yang beli. Kami gak repot lagi jual-jual dipasar,” katanya. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: cuaca burukkutimnelayan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Polling Pilgub Kaltim 2018 Makin Ketat, Rita-Sofyan, Hadi-Rizal, dan Henry-Awang Berbagi Angka 

Next Post

Komunis Tetap Ancaman Utama

Related Posts

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau
Kaltim

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau

25 Februari 2026, 15:54
NU Dapat Tambang dari Penciutan Lahan Tambang KPC
Kaltim

Kementerian ESDM Gugat Balik Warga Kutim, Pemerintah Disebut Bebal dan Lebih Berpihak ke Pemodal

6 Oktober 2025, 19:00
Warga Sangkulirang Ditemukan Tewas Dimangsa Buaya Enam Meter di Sungai Lebur Kutim
Kaltim

Warga Sangkulirang Ditemukan Tewas Dimangsa Buaya Enam Meter di Sungai Lebur Kutim

27 Juni 2023, 08:05
BREAKINGNEWS! Mayat Nelayan Ditemukan di Atas Kapal
Bontang

BREAKINGNEWS! Mayat Nelayan Ditemukan di Atas Kapal

5 Januari 2023, 10:17
Bocah 8 Tahun Diseret Buaya saat Berenang di Pantai Teluk Lombok
Kaltim

Bocah 8 Tahun Diseret Buaya saat Berenang di Pantai Teluk Lombok

5 September 2021, 16:59
Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan
Kaltim

Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan

20 September 2020, 11:25

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.