bontangpost.id – Cuaca ekstrem yang melanda Arab Saudi membuat kondisi kesehatan jemaah yang melaksanakan ibadah haji menurun. Hal itu diungkapkan pendamping ibadah haji drg Toetoek Pribadi Ekowati yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang.
Dilansir dari National Meteorological The Met Office of Saudi Arabia, perkiraan suhu udara di Mekkah dalam tiga hari ke depan berkisar 40 sampai 41 derajat.
Sementara dari seluruh jemaah haji asal Bontang, tiga puluh persen di antaranya sempat jatuh sakit.
“Beberapa jamaah drop waktu ibadah di Armuzna. Cuacanya sangat panas. Suhunya sempat tembus 45 derajat dan kelembabannya rendah,” sebutnya.
Oleh karena itu, jemaah haji disarankan untuk beraktivitas menggunakan masker yang sudah dibasahi.
Adanya kondisi tersebut membuat banyak jemaah haji terserang flu, batuk, dan pilek. Didominasi kalangan risiko tinggi dan lansia. Bahkan beberapa orang di antaranya harus ditangani di klinik kesehatan.
“Mereka bawa obat rutin sendiri. Begitu juga dengan jemaah lain, membawa vitamin atas inisiatif sendiri,” sambungnya.
Karena aktivitas ibadah yang padat, banyak pula jemaah haji yang kelelahan hingga tak nafsu makan. Belum lagi kondisi tenda yang berdesakan ditengarai menjadi penyebab lain. Sehingga ada pula yang tidur di luar tenda.
“Termasuk saya. Karena di dalam (tenda) itu berjubel-jubel. Jadi pakai tikar di luar tenda,” katanya.
Adapun saat kembali ke hotel di Mekkah, kondisi jemaah berangsur membaik. Jika tak ada kendala, ia bersama rombongan akan kembali ke Indonesia pada 2 Agustus.
“Alhamdulillah sudah stabil semua. Dan sampai saat ini jemaah asal Bontang lengkap. Insyaallah, nanti pulangnya di kloter 19,” pungkasnya. (*)






