BONTANG – Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang meminta penambahan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang memeriksa pasien dalam pengawasan terkait dugaan terpapar virus Covid-19.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Diana Nurhayati mengatakan jumlah gown (baju pelindung diri) yang tersedia 20 set. Rinciannya 10 set bantuan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan sisanya pengadaan dari manajemen RSUD Taman Husada.
“Awal Januari kami telah melakukan pembahasan terkait antisipasi Covid-19. Salah satunya terkait APD yang sangat terbatas. Sebab itu kami dapat bantuan dari KKP 10 set baju pelindung diri,” kata Diana.
Jumlah itu pun dirasa sangat kurang. Sebab sifat dari baju tersebut sekali pakai. Apabila tenaga medis melakukan pemeriksaan swap tenggorokan maupun masuk dalam ruang isolasi maka jumlah ketersediaan berkurang. Dijelaskan harga APD itu berkisar Rp 2 juta per unitnya.
“Kami mintanya ratusan. karena ini kebutuhan petugas medis. Dari jumlah itu pun sudah dipakai untuk pemeriksaan swap terhadap dua pasien,” ucapnya.
Selain itu, ketersediaan alat virus transport media (VTM) untuk pemeriksaan swap tenggorokan juga terbatas. Jumlahnya hanya lima buah. Stok itu telah berkurang karena dipakai dua oleh petugas medis RSUD Taman Husada. Bagi pasien dalam pengawasan diharuskan melakukan pemeriksaan swap sejumlah dua kali.
Belum lagi terdapat kebijakan dari pemerintah pusat bahwa orang dalam pemantauan (ODP) sekarang pun harus dilakukan swap. Sebab itu, Pemkot Bontang meminta kepada tenaga medis untuk menetapkan diagnosa secara tepat. Sehingga dapat meminimalisasi penggunaan alat tersebut.
“Kami sudah ajukan kepada Diskes Kaltim sejumlah 50 VTM,” sebut dia.
Diskes Bontang pun melakukan observasi bagi masyarakat yang pulang dari perjalanan luar negeri. Terutama negara yang telah terpapar virus tersebut. Masyarakat tersebut pun menjalani isolasi mandiri. Dibarengi dengan pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan oleh Diskes.
“Ini sebagai bentuk upaya preventif,” terang Diana.
Dijelaskannya, saat ini terdapat satu pasien dalam pengawasan di RSUD Taman Husada. Pasien ini rujukan dari salah satu rumah sakit di Kutai Timur. Sebelumnya pasien melakukan kunjungan dinas ke beberapa daerah di Indonesia.
Sementara satu pasien masuk kategori orang dalam pemantauan. Pasien ini dirawat di salah satu kamar perawatan rumah sakit pelat merah di Kota Taman. Pasien mengalami keluhan demam, batuk, pilek, dan sesak napas setelah pulang dari ibadah umrah. (*/ak/kpg)







