BONTANG – Pembiayaan operasional sekolah menjadi perhatian pemerintah pusat. Pasalnya, anggaran dana bantuan operasional sekolah nasional (bosnas) mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.
Kepala Sub Bagian Perencanaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Fitriansyah memaparkan bantuan tahun ini mencapai Rp 15,5 miliar.
“Tahun lalu dapat Rp 14 miliar. Naik sekira Rp 1,5 miliar,” kata Fitriansyah.
Jika dirincikan, per anak meningkat Rp 100 ribu. Semula dalam setahun tiap siswa memperoleh Rp 800 ribu untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan Rp 1 juta untuk sekolah menengah pertama (SMP). Kini menjadi Rp 900 ribu dan Rp 1,1 juta.
Nantinya kucuran bantuan ini didistribusikan per triwulan. Acuan dari pemerintah pusat ialah data pokok pendidikan (Dapodik). Data tersebut selalu update sehubungan jumlah siswa di tiap sekolah. Peruntukan dari bantuan itu ialah untuk menunjang kebutuhan operasional sekolah.
“Semuanya ada di 10 komponen pembiayaan BOS,” ucapnya.
Meliputi pembiayaan pembelajaran, peningkatan SDM, serta pemenuhan sarana-prasarana. Pembiayaan pembelajaran menyasar pembiayaan penerimaan peserta didik baru (PPDB), kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, serta kegiatan evaluasi pembelajaran.
Sementara itu, peningkatan SDM mencakup pengembangan keprofesian guru dan tenaga pendidikan, langganan daya dan jasa, serta pembayaran tenaga honorer.
Adapun pemenuhan sarana-prasarana ialah pengembangan perpustakaan, pengelolaan sekolah, pemeliharaan sarana-prasarana sekolah, serta pembeliaan atau perawatan alat multimedia pembelajaran.
Tak hanya itu, tiap sekolah didukung BOS smart. Bantuan ini dikucurkan Pemkot Bontang. Namun, nilainya tidak mengalami peningkatan dari tahun lalu. Fitriansyah memaparkan total BOS smart yang diberikan Rp 12,8 miliar.
Perinciannya, Rp 9 miliar untuk sekolah negeri dan Rp 3,8 miliar untuk sekolah swasta. “Belum meningkat karena menyesuaikan dengan keuangan daerah,” sebut dia.
Pendistribusiannya terjadi perbedaan bagi sekolah swasta dengan negeri. Sekolah swasta dibagikan per triwulan. Adapun sekolah negeri bisa memperoleh tiap bulan. “Kalau swasta masuknya hibah sedangkan negeri di dalam batang tubuh anggaran Disdikbud,” terangnya.
Selain itu, Pemkot Bontang bakal mengucurkan bantuan ke SMA atau sederajatnya meski wewenang pengelolaan berada di tangan pemprov. Bentuknya dengan memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 5 miliar. Fitriansyah memastikan bantuan ini telah masuk batang tubuh APBD 2020.
“Targetnya awal tahun ini sudah bisa dibagikan kembali ke SMA/SMK/SLB di Bontang, baik swasta maupun negeri,” pungkasnya. (*/ak/kri/k16/kpg)


