SETELAH berlangsung dua pekan, pelatihan menjahit tingkat dasar dan daur ulang sampah bagi 35 anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bontang, yang diselenggarakan Pupuk Kaltim melalui Departemen CSR, berakhir dengan peragaan busana hasil rancangan mandiri para peserta. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Gedung Diklat Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Jumat (5/4/ 2019) lalu.
Seluruh busana yang ditampilkan merupakan aplikasi pengetahuan, diperoleh selama pelatihan. Mulai dari merancang, mengukur, hingga menjahit pakaian dengan berbagai variasi dan bentuk.
“Semuanya murni karya para peserta dan hasilnya sangat memuaskan,” kata instruktur pelatihan, Eko Wiji Rahayu dari Ewid Collection.
Ketua DWP Kota Bontang, Siti Hamna Agus Amir mengungkapkan pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas anggota dharma wanita agar mampu mengatasi berbagai tantangan yang semakin besar. Sekaligus bekal untuk lebih berdaya saing dengan mengasah kemampuan dari potensi yang dimiliki. Dirinya berharap, hasil pelatihan dapat diaplikasikan dengan baik agar kemampuan menjahit anggota DWP Bontang bisa lebih dikembangkan kedepannya.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang telah memfasilitasi pelatihan ini, termasuk memberikan bantuan mesin jahit bagi DWP Bontang,” ucap Siti Hamna.
Mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Aji Erlinawati, kembali mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim yang terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM, khususnya anggota DWP Bontang agar lebih berdaya saing dengan keterampilan yang dimiliki. Para peserta pelatihan diimbau terus mengasah kemampuan pasca pelatihan, agar bekal selama dua pekan terakhir dapat dimanfaatkan maksimal. Guna mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga. Salah satunya membuka usaha mandiri yang sangat potensial dikembangkan di Bontang.

Begitu pula dengan peserta daur ulang sampah, diharap berkontribusi dengan menekan jumlah sampah plastik yang bisa diolah menjadi barang berharga dan bernilai ekonomis. Apalagi saat ini, Pemkot Bontang telah menerapkan aturan pelarangan penggunaan kantong plastik di berbagai pusat perbelanjaan, sebagai upaya menekan penumpukan sampah.
“Upaya ini hendaknya bisa kita dukung bersama, sehingga persoalan sampah bisa ditekan secara perlahan,” ujar Aji.
Ia berharap, Pupuk Kaltim dapat memberikan pelatihan lanjutan bagi anggota DWP Bontang, sehingga kemampuan para peserta dapat lebih dikembangkan. Seperti pelatihan bordir atau lainnya yang dinilai mampu menunjang keterampilan menjahit maupun daur ulang sampah yang telah dibekali.
“Kami harap ibu-ibu semua juga bisa serius menerapkan ilmu yang didapat, agar turut membanggakan Pupuk Kaltim yang telah fasilitasi pelatihan ini,” tambahnya.
Sementara itu, GM Umum Kuasa Direksi Pupuk Kaltim, Nur Sahid menyebut pelatihan ini salah satu upaya perusahaan untuk terus bersinergi dengan Penkot Bontang dalam mendukung terwujudnya visi Creative City. Dengan terciptanya wirausaha mandiri dari keterampilan yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan visi Pupuk Kaltim, secara konsisten membina masyarakat di berbagai bidang, sehingga mampu mendorong peningkatan kapasitas diri maupun kesejahteraan keluarga.
“Kami harap para peserta bisa menerapkan hasil pelatihan di lingkungan masing-masing, serta membuka usaha mandiri yang bisa berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Asah terus kemampuan dan jangan berhenti berlatih,” pesan Nur Sahid, sekaligus menutup pelatihan.
Kegiatan diakhiri pengumuman dua peserta terbaik selama pelatihan, dinilai dari keaktifan serta kreasi yang dihasilkan. Masing-masing mendapat penghargaan dan uang pembinaan, diserahkan langsung Nur Sahid bersama Aji Erlinawati kepada peserta terpilih. (*/vo/nav/ra/adv)







