Director & COO Badak LNG sebagai Pemateri di Seminar Regional Stitek
BONTANG – Director & COO Badak LNG, Yhenda Permana, Jumat (12/5) kemarin memberikan materi di Seminar Regional Sekolah Tinggi Teknologi (Stitek) Bontang, bertema “Teknologi dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan.” Kegiatan bertempat di Aula Hotel Tiara Surya tersebut, merupakan rangkaian Dies Natalis Stitek ke-12. Selain mahasiswa dan civitas akademika Stitek, turut hadir pula Lilik Rukitasari, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Kalimantan Timur sebagai pemateri kedua.
Yhenda yang juga Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Bessai Berinta menerangkan apakah teknologi itu, dan memberikan gambaran tentang keuntungan serta kerugian yang dapat dihasilkan teknologi itu sendiri.
Dijelaskannya, teknologi terdiri dari produk dan proses yang diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya, dengan teknologi kita dapat meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik, nyaman, dan bermutu.
Teknologi juga harus bisa mengikuti kebutuhan manusia, pada saat teknologi tidak berkembang maka akan ditinggalkan. Selain itu kita sebagai pengguna teknologi, harus bisa memanfaatkan teknologi secara tepat guna. Agar bisa meminimalisir dampak buruk dari teknologi itu sendiri.
Contoh buruk dari perkembangan teknologi itu sendiri yang jelas terlihat adalah polusi, erosi, dan berkurangnya lahan pertanian serta hutan. Salah satu teknologi yang ikut andil menjadi contoh buruk karena tidak bijaksananya masyarakat dalam mengelola teknologi adalah plastik.
Penemuan plastik merupakan penemuan di bidang teknologi, yang sangat membantu manusia pada saat ini. Tetapi dengan ketidak sadaran manusia dalam mengelolanya, menjadikan plastik momok yang menakutkan bagi lingkungan hidup. Karena apabila plastik telah menjadi sampah, maka akan sangat sulit diuraikan oleh alam.
Oleh sebab itu, kita harus bisa mengantisipasi dampak buruk apa yang akan di timbulkan oleh kemajuan teknologi saat ini. Karena dampak yang ditimbulkan tidaklah langsung, tetapi akan terlihat puluhan tahun ke depan. Sehingga pengembangan teknologi dengan bahan baku ramah lingkungan, haruslah di gencarkan.
Dan apabila teknologi tersebut tidak dapat di daur ulang, maka pengelolaan tempat pembuangan akhir secara baik dan benar tetap diperlukan. Dampak buruk dari teknologi bisa dikurangi dengan meningkatkan kepedulian lingkungan pada diri kita sendiri. Karena kita semua memiliki tanggung jawab untuk menggunakan teknologi tersebut secara bijaksana.
Dengan menyadari itu semua, PT Badak NGL berkontribusi untuk ikut dalam penggunaan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Dimana PT Badak NGL menaruh perhatian pada dampak lingkungan dari semua aktivitas bisnis mereka.
Dengan GREEN POLICY yang didalamnya berisi tentang kebijakan yang menyatakan, PT BADAK NGL konsisten bertekad selalu meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, untuk mewujudkan lingkungan hidup yang lestari, menyediakan energi bersih untuk dikirimkan ke seluruh dunia,
membangun Badak LNG Learning Center dan Knowledge House untuk membagikan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki PT Badak NGL, peningkatan terus menerus dalam menemukan teknologi baru atau memperbaiki teknologi yang telah ada untuk meminimalkan kerugian gas dan konsumsi bahan bakar berlebih, mengembangkan AMDAL/RKL/RPL dan mengendalikan dampak operasi pabrik terhadap lingkungan,
serta melakukan program CSR tentang remediasi lingkungan dan CSR program pelestarian lingkungan melalui pengolahan sampah berbasis masyarakat, salah satu contohnya pencacah plastik yang memberdayakan sampai dengan 50 orang anggota.
“Indonesia memerlukan lebih banyak penemu, karena kita bagus dalam konsep tetapi kurang dalam implementasinya untuk menemukan teknologi itu sendiri, oleh karena itu untuk saat ini saya harap generasi muda Bontang bisa menemukan dan mengembangkan teknologi pengembangan desalinasi air laut, untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang ada di kota Bontang. Apabila ada yang berkeinginan untuk mengembangkan suatu teknologi, maka PT Badak NGL akan mendukungnya dalam pengembangannya,” ungkapnya.
Acara pemberian materi yang diselingi tanya jawab antara mahasiswa Stitek dengan Director & COO Badak LNG tersebut, berjalan dengan lancar dan sukses. Ketua Stitek Bontang, Hardianto berterima kasih atas hadirnya Director & COO Badak LNG, Yhenda Permana dan dukungan PT BADAK NGL. Sehingga seminar dapat terlaksana dengan lancar.
“Stitek merupakan perguruan tinggi berbasis teknologi. Apabila kita berbicara tentang teknologi maka akan ada dampaknya kepada lingkungan, baik dampak positif ataupun negatif. Dengan kegiatan ini diharapkan mahasiswa bisa menjadi lebih bijaksana, dalam penggunaan teknologi yang berkembang pesat pada saat ini,” jelasnya. (*/rdy/adv)







