SANGATTA- Belakangan ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga menjadi sorotan masyarakat. Ada beberapa fokus kritik masyarakat terkait RS yang terletak di Jalan Soekarno Harta tersebut.
Pertama, masalah listrik. Listrik menjadi sorotan utama. Listrik RS Kudungga disebut kerap padam. Terus berulang. Tak kenal waktu. Siang maupun malam. Baik ada pelayanan maupun tidak.
Bahkan beberapa kali, warga mengeluh lantaran saat operasi listrik padam. Terpaksa di rujuk. Begitupun fasilitas seperti AC ikut mati. Pasien kepanasan.
Sorotan kedua ialah masalah kekurangan dokter. RS Kudungga masih kekurangan dokter. Disebut-sebut karena masalah gaji. Gaji terbilang rendah. Jauh lebih kecil dari Bontang. Dokter yang ada saat Ini pun terpaksa nyeper. Cari sampingan di RS Swasta.
Akibatnya, masyarakat lagi yang menjadi korban. Dokternya kerap lamban. Pasien harus menunggu lama. Karena dokternya berbagi waktu. Meskipun, mereka dinas di RS Kudungga. Digaji oleh pemerintah. Mereka sempat disentil. Namun tak gentar. Lagi-lagi karena kebutuhan. Gaji mereka belum terpenuhi di RS Kudungga.
Masalah ketiga, ialah jalan. Jalan menuju RS Kudungga masih buruk. Berlumpur saat hujan. Berdebu kala panas. Belum mendapatkan perhatian serius. Hanya halaman RS sedikit menarik. Akibatnya, warga sekitar ikut lewat di halaman RS.
Kemudian, masalah kebersihan. Kebersihan RS belum terjaga. Salah satunya ialah masalah halaman depan dan kiri. Masih dipenuhi rumput. Rumput menjalar ke mana-mana. Yang semestinya RS menyenangkan, malah menjadi menakutkan. Terlihat angker. Seharusnya, dibersihkan dan ditanamin bunga-bunga. Biar indah.
Belum lagi masalah drainase. Drainase buntu. Saat hujan, air meluber ke jalan. Hingga masuk ke halaman RS. Semua butuh perhatian penuh.
“RSUD Kudungga ini memprihatinkan. selain ternyata dokter umumnya kurang, RSUD juga sering kali mati lampu baik di siang atau malam hari. Belum jalan disampingnya rusak parah dan lingkungan dan drainasenya buntu ditumbuhi rumput tinggi. Perlu perhatian khusus. Silahkan aja dikunjungi. Lihat sekeliling RSUD. Tanyai pasien atau karyawan RSUD nya. Itu belum tanya kesejahteraan pegawainya bagaimana,” ujar Irwan salah seorang warga setempat.
Hal ini dibenarkan Yakub Fadillah warga lainnya. Dirinya mengaminkan hal itu. Fakta RS Kudungga saat ini memang memprihatinkan. “Setiap hari (saya) melintas. Memang benar (RS Kudungga memperhatikan),” kata Yakub. (dy)







