• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Disorot Masyarakat, RSUD Mulai Kekurangan Dokter,  Kerap Mati Lampu,  Hingga Kebersihan

by BontangPost
21 Juni 2018, 11:02
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
DISOROT: Seorang pegawai mengambil gambar RSUD Kudungga.(DOK)

DISOROT: Seorang pegawai mengambil gambar RSUD Kudungga.(DOK)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA- Belakangan ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga menjadi sorotan masyarakat.  Ada beberapa fokus kritik masyarakat terkait RS yang terletak di Jalan Soekarno Harta tersebut.

Pertama,  masalah listrik.  Listrik menjadi sorotan utama. Listrik RS Kudungga disebut kerap padam. Terus berulang. Tak kenal waktu. Siang maupun malam.  Baik ada pelayanan maupun tidak.

Bahkan beberapa kali,  warga mengeluh lantaran saat  operasi listrik padam. Terpaksa di rujuk.  Begitupun fasilitas seperti AC ikut mati. Pasien kepanasan.

Sorotan kedua ialah masalah kekurangan dokter.  RS Kudungga masih kekurangan dokter.  Disebut-sebut karena masalah gaji.  Gaji terbilang rendah.  Jauh lebih kecil dari Bontang.  Dokter yang ada saat Ini pun terpaksa nyeper. Cari sampingan di RS Swasta.

Baca Juga:  Kendaraan Mudik Berlebih, Harga Tiket Bus Normal

Akibatnya,  masyarakat lagi yang menjadi korban. Dokternya kerap lamban. Pasien harus menunggu lama.  Karena dokternya berbagi waktu. Meskipun,  mereka dinas di RS Kudungga. Digaji oleh pemerintah. Mereka sempat disentil.  Namun tak gentar. Lagi-lagi karena kebutuhan. Gaji mereka belum terpenuhi di RS Kudungga.

Masalah ketiga,  ialah jalan.  Jalan menuju RS Kudungga masih buruk.  Berlumpur  saat hujan.  Berdebu kala panas.  Belum mendapatkan perhatian serius.  Hanya halaman RS sedikit menarik. Akibatnya,  warga sekitar ikut lewat di halaman RS.

Kemudian,  masalah kebersihan.  Kebersihan RS belum terjaga.  Salah satunya ialah masalah halaman depan dan kiri.  Masih dipenuhi rumput.  Rumput menjalar ke mana-mana. Yang semestinya RS menyenangkan,  malah menjadi menakutkan.  Terlihat angker. Seharusnya,  dibersihkan dan ditanamin bunga-bunga. Biar indah.

Baca Juga:  Oknum PNS Nyaris Tewas

Belum lagi masalah drainase.  Drainase buntu. Saat hujan,  air meluber ke jalan. Hingga masuk ke halaman RS.  Semua butuh perhatian penuh.

“RSUD Kudungga ini memprihatinkan. selain ternyata dokter umumnya kurang, RSUD juga sering kali mati lampu baik di siang atau malam hari. Belum jalan disampingnya rusak parah dan lingkungan dan drainasenya buntu ditumbuhi rumput tinggi. Perlu perhatian khusus. Silahkan aja dikunjungi. Lihat sekeliling RSUD. Tanyai pasien atau karyawan RSUD nya. Itu belum tanya kesejahteraan pegawainya bagaimana,” ujar  Irwan salah seorang warga setempat.

Hal ini dibenarkan Yakub Fadillah warga lainnya.  Dirinya mengaminkan hal itu.  Fakta RS Kudungga saat ini memang memprihatinkan.  “Setiap hari (saya) melintas.  Memang benar (RS Kudungga memperhatikan),” kata Yakub. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: rsud kudunggaSangatta Post
Share19TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Minim Tempat Hiburan, Jalur Caseway Jadi Alternatif

Next Post

Pasca Lebaran Harga Komoditas Masih Tinggi

Related Posts

Kontak dengan Peserta Ijtima Gowa, Bayi 10 Bulan di Kutim PDP Covid-19
Kaltim

Kontak dengan Peserta Ijtima Gowa, Bayi 10 Bulan di Kutim PDP Covid-19

15 April 2020, 11:00
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.