SANGATTA – Warga RT 45 di Jalan AW Syarani (eks Jalan Pendidikan) dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat laki-laki, di Penginapan 45, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (7/9) malam lalu.
Dari hasil penulusuran media ini, diketahui Korban adalah Baharuddin Latif (56), salah seorang warga Kilometer 3 Jalan Poros Sangatta- Bontang, RT 02, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan.
Belum diketahui penyebab pasti tewasnya Baharuddin di sebuah kamar penginapan dengan nomor 10 tersebut. Pasalnya, pihak keluarga saat mendatangi penginapan, menolak membawah jenazah ke rumah sakit untuk di visum. Namun, lebih memilih membawa pulang ke kediaman mereka.
Pemilik Penginapan 45, Heni Indrayanti mengatakan bahwa dia tidak mengetahui pria yang meninggal di penginapan di kamar nomor 10 itu. Sebab yang menyewa di kamar tersebut adalah seorang wanita atas nama Rosmiati (37), yang pada saat itu datang seorang diri ketika magrib.
“Rosmiati datang menyewa sendiri. Kalau pria yang meninggal itu, saya tidak tau,” ungkapnya.
Heni menceritakan kronologis ditemukannya korban di dalam kamar penginapan miliknya tersebut. Berawal dari Rosmiati yang datang menyewa kamar sejak magrib. Tak lama kemudian pergi meninggalkan penginapan dan kembali sekira pukul 20.30 Wita, langsung berteriak-berteriak keluar dari kamar penginapan. Ini pun membuat Heni bersama suami (Abd Rasyid) yang sedang makan malam bergegas keluar dari ruangan tersebut.
Begitu ditinjau, ternyata Rosmiati yang memang penyewa satu-satunya di penginapan tersebut, berteriak meminta tolong untuk memeriksa pria yang sudah tidak bergerak di depan pintu kamar mandi yang disewa Rosmiati tersebut.
“Kami kira ada ribut apa, ternyata saat kami periksa, ada seorang pria tergeletak di kamar penginapan,” jelas Heni.
Dia menuturkan suaminya sempat mengerak-gerakan tubuh pria itu. Bahkan sempat pula menyiramnya dengan air. Namun cara tersebut belum juga membuat pria itu sadarkan diri. Maka dari itu, suaminya memilih menghubungi ambulance rumah sakit. Namun, dari pihak rumah sakit tersebut mengatakan menolak datang bila tidak menghubungi pihak kepolisian terlebih dulu. Akhirnya, suaminya pun menghubungi pihak kepolisian yang tiba sekira pukul 23.00 Wita di penginapan miliknya tersebut.
“Tidak ada barang apa pun yang dicurigai menyebabkan pria itu bisa meninggal seketika. Sebab di kamar itu tidak ditemukan sama sekali barang apa pun,” jelasnya.
Sementara itu, anak korban Agus Salim mengatakan bahwa alasan ayahnya meninggalkan rumah saat menjelang magrib, karena ingin pergi menagih utang.
“Waktu bapak pergi menjelang magrib, memang sempat meminta izin ke keluarga,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang didapat Sangatta Post dari sumber terpercaya di Polres Kutim, korban mempunyai riwayat darah tinggi, dan beberapa bulan lalu sempat menjalani operasi katarak. Pertemuan antara korban dan Rosmiati di penginapan untuk melakukan sejenis ritual totok jodoh.
“Pertemuan untuk ritual mendapatkan jodoh bagi saksi (Rosmiati),” ujarnya. (ver)







